Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Baby Blues


__ADS_3

"Shaina, masuklah!" panggil Fathir lirih dan terdengar menghiba.


Ummi yang membuka pintu sudah masuk duluan.


"Fathir? apa kau mengikuti kami? heh dasar." Ucap Shina tak habis pikir.


"Aku mau bicara 4 mata." Ucapnya lagi.


"Tidak! kalau kau ingin bicara, kita bertiga dengan Ummi, nggak ada tapi tapian titik, ayo cepat!" Bentak Shaina.


"Aku ingin membawa Zahwa bersamaku, bukankah kau sudah memiliki Hendra?" Ucapnya lagi.


"Hey, emang Zahwa itu boneka apa? 7 bulan aku merawatnya di perutku, dengan berbagai macam cacian dan makian, hingga abiku pun meninggal, kini? kau ingin mengambilnya, heh? mau di taruh di mana mukaku ini? apa aku sengaja membuat diriku umtuk bahan gunjingan lagi? hey lihat wanita pemnuat anak! keterlaluan, Ummi ayo!"


Hap


Shaina pun mengambil Zahwa yang berbaring di ranjang, namun Shaina kalah cepat, Fathir sudah lebih dulu mendekat dan menggendongnya.


"Serahkan padaku! serahkan Zahwa! sini!"


Shaina menerkam Zahwa dari tangan Fathir, namun Fathir spontan membelakangi Shaina.


Buk buk buk


Shaina memukuli belakang Fathir bagai gedebung pisang yang berbunyi saat di pukul dengan kayu.


"Sini!" Kini Shaina bagai orang gila yang terus mengamuk memukuli Fathir.


"Shain, sabar, nak jangan begini." Ummi pun melerai dan memeluk Shaina, namun Shaina terus meronta.


Salman yang melihat pun jadi bingung harus ngapain.


"Shain, aku ingin Zahwa. Tolong beri aku kesempatan." Ucap Fathir lagi.


"Kau boleh menemuinya tapi jangan mengambilnya dariku." Ucap Shaina lagi.


"Shain, bukankah Hendra sedang sakit keras?"


"Apa hubungannya denganmu? sini!" Shain kembali menerkam Zahwa, namun tetap saja dia hanya menggapai bahu Fathir yang spontan berbalik.

__ADS_1


Shaina sangat kesal.


"Aaaaaaaaa."


ceklek


Brukkkkk


Dia pun keluar dan membanting pintu.


"Nak, tolong kembalikan Zahwa, aku takut Shaina terganggu, karena dia baru saja melahirkan, kemaren kan juga begitu sempat stres kaya tertekan dan kena baby blues gitu."


"Emang bisa gitu?" tanya Fathir heran.


"Iya Nak, tolong." Akhirnya Fathir pun menyerahkan Zahwa, ummi segera keluar membawa Zahwa.


Ting tong


"Masuk, nggak di kunci kok." Suara Hendra dari dalam kamar.


Ceklek


"Oh, apa dia belum balik ke kamarnya?" Tanya ummi juga ddalam kebingungan.


"Tadi kan sama Ummi." Sahut Hendra.


"Ooh, mungkin masih di kamar, tadi Zahwa rewel jadi ku ajak jalan jalan." Bohongnya. Ummi pun kembali keluar.


Ceklek


Menutup piintu kamar.


"Ke mana Shaina."


Ummi pun menelpon no Hp Shaina.


'Hello Mi ada apa?" ternyata Hp Shaina ketinggalan di kamar.


'Ooh, Shaina nggak bawa Hp?'

__ADS_1


'Nggak Mi, ya sudah'


"Ada apa sih Ummi, kok jadi aneh."


Gumam Hendra, tanpa curiga sedikit pun.


Ceklek


Fathir yang melihat dari CCTV kepanikan ummi pun keluar.


"Ada apa Mi?" Fathir mendekat.


"Shaina tidak ada di kamarnya, di kamar kami juga tidak ada." ucap ummi.


Saat ummi masuk kamarnya sendiri, mamah Hendra sedang di kamar mandi, dan tidak ada siapa pin di kamar.


"Aku akan mencarinya. Ummi kembali ke kamar saja." Ucap Fathir.


Fathir pun menuruni bangunan megah itu dengan naik Lift. Hatinya pun jadi kacau dan merasa bersalah.


Apa stres atau babyblues itu memang ada?


Bathinnya.


Dia oun mengitari bangunan Hitel, mencari di setiap sudut di halaman Cafe namun Fathir tidak menemukannya.


"Paman, apa melihat seorang wanita berkerudung coklat lewat sini?" Tanya Fathir pada paman satpam.


"Wanita cantik itu? dia ke sana tuan, tadi sambil menangis dan terlihat acak acakan." Jawab Security.


"Baik paman, terimakasih." Fathir pun berlari menuju arah yang di tunjukkan Security


* * *


Shaina berjalan tak tau arah, kakinya melangkah semakin jauh meninggalkan Hotel tanpa tujuan, kini dia hanya memakai satu sendal saja, entah di mana sendal lainnya. Dia benar benar terkena syndrom habis melahirkan....


Babyblues


BERSAMBUNG....

__ADS_1


kalau ada sisa bunga untukku, berikanlah, biar aku senang dengan hati berbunga bunga😃


__ADS_2