Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Apa kakak Marah?


__ADS_3

Fathir masih mengejar mobil taxi yang lewat warung itu. Namun mereka tidak menemukan jejak. Fathir tambah khawatir pada Zahwa anak pertama mereka, walau pun itu kesalahan, namun kadang Fathir terlihat lebih menyayangi Zahwa dari pada Yola.


"Bagaimana ini Bos?"


Salman yang slalu setia menemani Fathir pun sangat khawatir pada Zahwa.


"Sebaiknya kita pulang saja."


Fathir memutuskan untuk pulang ke rumah Kel. Linggar.


...


...


...


"Mamaaaa, apa kak Zahwa masih marah pada Rangga? mengapa kak Zahwa belum kembali?" Tanya Rangga khawatir.


"Sayang, Kak Zahwa lagi nemenin Papa kerja ya, nanti kalau sudah selesai, dia pasti pulang."


"Assalamualaikum..."


Fathir dan Salman sudah datang, sementara Baron yang sudah tua, namun masih bugar mereka tinggal di warung untuk mengintai.


"Wa alaikum salam. Abang! apa ada kabar dari Zahwa?"


Shaina menyongsong kedatangan suaminya.


"Belum." Jawabnya kehilangan semangat hirup, dia pun berjalan menuju Sofa di ikuti Salman.


Bruk


Dia hempaskan badannya sekuat kuatnya.


"Papa...Kak Zahwa mana pa?" Rangga yang mendengar suara Fathir pun keluar dari kamar kakeknya.


"Sayaaaang, kak Zahwa lagi liburan di kampung nene ya?"


Sahut Shaina yang melihat Rangga berlari mendekati Fathir.


"Kak Zahwa pasti sangat marah sama Rangga kan?" Jawabnya lagi, sambil menunduk sedih.


"Tidak sayang, nanti kakak pasti pulang, kamu makan dulu ya, sama bibi di dapur!"


Perintah Shaina.

__ADS_1


Rangga pun menurut.


"Tuan Muda mau makan apa?" Tanya Bibi.


Rangga menggeleng, sepertinya dia merindukan Zahwa kakaknya,wajahnya cemberut.


"Lho, emang kenapa Tuan? lagi marahan dama Yola ya?" Tanya Bibi lagi.


"Nggak Bi, aku merindukan Ka Zahwa, Kak Zajwa pasti marah dama Rangga, gara hara kemaren Rangga ngenjambak rambut kak Zahwa hik hik hik.."


Tiba tiba rangga menangis nyaring.


"Ada apa Rangga?"


Shaina yang masih berbincang dengan Fathir di ruang tamu jadi kaget, mendengar tangisan Rangga. Dia pun berlari me dapur.


"Ini Non, dari tadi nyebut Non Zahwa terus, di tawarin makan nggak mau Non."


"Rangga, ayo makan! Shaina pun mengambil piring dan juga lauk untuk Rangga.


"Rangga nggak laper ma." Jawabnya dengan suara memales.


"Rangga, kalau kak Zahwa pulang, nanti pasti marah kalau kamu sakit, kalau kamu kurus nanti kak Zahwa nggak kenalin kamu lagi, apa kamu mau nggak di sayang kak Zahwa heh?"


"Apa benar begitu ma? masa hanya gara gara kurus kak Zahwa nggak ngenalin Rangga lagi?" Tanyanya polos.


"Ayo makan dulu! aaaaa"


Shaina pun berhasil membujuk Rangga dan akhirnya Rangga mau makan.


"Selesai makan, nanti kamu main sama kakek lagi ya, ingat, nggak noleh main di luar rumah." Titah Shaina.


"Baik Ma. Tapi mama nggak kemana mana kan?" Tanya Rangga.


"Iya sayang."


"Ma, Yola mau makan juga ya?"


Tiba tiba Yola datang dan duduk di damping Rangga.


"Bentar ya."


Shaina pun berhenti menyuapi Rangga, dia mengambil piring dan mengisi dengan nasi dan lauk pauk.


"Kamu harus makan sayur, biar kamu sehat ya, ini makan!"

__ADS_1


Shaina menyuguhkan makanan di hadapan Yola dan kembali menyuapi Rangga.


Mengapa sku tak di suapin seperti Rangga ya?


Lirih hati Yola. Yola kan sudah berusia 9 tahun mungkin di anggap sudah besar oleh Shaina. Namun ternyata Yola diam diam menaruh rasa cemburu.


"Ayo makan sayang! kok bengong?"


Ucap Shaina, membuyarkan lamunan Yola.


"Iya ma."


Yola pun makan dengan lahapnya, walau pun ada rasa iri di dalam hatinya.


"Sayang, mau makan juga nih."


Tiba tiba Fathir dan Salman nongol di pintu.


"Iya." Shaina kembali berhenti menyuapi Rangga, mengambil piring untuk Fathir dan juga Salman.


"Selanjutnya bagaimana Bos?"


Tanya Salman saat mereka berada di ruang makan.


"Sssst."


Shaina mengisyaratkan agar mereka tak membicarakan itu di depan Rangga, karena Rangga pasti akan sangat sedih. Setahunya, Zahwa saat ini sedang liburan.


"Mmmm." Sahut Fathir.


"Rangga, sekarang kamu temui Kakek ya. Tanyain apa mau makan sekarang."


Shaina sudah selesai menyuapi Rangga.


"Iya ma."


Sementara Yola masih terlihat makan.


"Beng, bagaimana keadaan Zahwaku saat ini? apa dia sudah makan? sudah 3 hari lho Beng!"


Shaina tampak sangat khawatir.


"Aku juga sangat khawatir Sayang."


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2