
"Rangga, ayo turun duku nak! bicara baik baik sama kakek, kasian kakek." Bujuk Shaina sama Rangga yang menenggelamkan kepalanya di sela sela lututnya.
"Mama, apa mama ingat perlakuan kakek sama kita? aku tidak terima kakek menghina mama hanya ingin warisan kakek."
"Rangga, tapi kita bisa bicara baik baik, kalau kamu nggak mau ya tinggal bilang saja kan?" Ucap Shaina lagi.
"Baiklah ma." Rangga pun turun dari mobil dan berjalan pelan mendekati kakeknya yang masih menunggu.
"Rangga, terima saja hartamu, nanti biar aku yang habisin gampang kan!" Sahut Yola yang melihat Rangga datang.
"Rangga, maafin kakek, kakek khilaf." Ucap Pa Linggar.
"Kakek, maaf, Rangga nggak ingin nerima apa pun pemberian kakek, Rangga janji, kakau nanti Rangga besar, Rangga kan bahagiain mama dengan keringat Rangga sendiri." Ucapnya tanpa menoleh ke arah kakeknya.
Fathir tersenyum.
"Dia anakku, hebat!" Bisik Fathir.
"Hust." Ucap Shaina.
"Sayang, maafin kakek."
"Kakek, aku udah maafin kok, tapi Rangga nggak mau perusahaan kakek. Udah ya kek, Rangga siang jam 2 mau Les, assalamualaikum, ma ayo!"
Rangga menarik tangan Shaina bak pangeran menyanding sang tuan putri dengan jalan yang replay yaaa.
"Maaf pa, kami permisi," Ucap Fathir seraya membawa pergi Zahwa dan Yola.
"Rangga nggak asyik, kenapa nggak mau, kita kan bisa beli rumah besar, mobil baru dengan uang yang banyak." Ucap Yola.
"Sayang, kita tidak boleh mata duitan sedang martabat kita di injak injak. jadi kita harus bersikap adil pada diri kita." Ucap Shaina sambil melirik Yola.
"Kau hebat Rangga!" Puji Fathir.
"Jadi mama dan papa tidak marah? ku kira tadi aku akan dimarahi karena telah bersikap kasar pada kakek." Ucapnya seraya tersenyum.
"Nggak sayang, emch." Shaina mencium kepala putranya itu penuh arti.
__ADS_1
Obang, seandainya kau ada di sini, mungkin kau pun juga akan bersikap demikian kan?
Bathin Shaina.
Mereka sudah sampai depan pintu monil.
"Tuaaaan tunggu! tunggu!" Panggilan dari belakang mereka mengagetkan Fathir dan keluarga.
"Ada apa?" Tanya Shaina.
"Pa Bos jatuh."
"Ha??." mereka semua kaget dan berlari menuju restauran.
"Pasti sandiwara lagi." Ucap Yola yang santai hanya berdiri di tempatnya semula.
"Paaah, ada apa paaah." Shaina lun menggoncang mertuanya pelan.
"Ayo bawa ke rumah sakit."
Pa Linggar pun di bawa ke Rumah sakit dengan mobil prbadinya sendiri, sementara Shaina dan keluarga menaiki mobilnya sendiri dan mengiringi dari belakang.
"Pasti kakek mu meninggal, gara gara kamu menolaknya kan?" Ucap Yola ketus.
"Yola! kamu nggak noleh ngomong gitu!" Bentak Fathir.
"Iya iya, dasar anak emas dibelain terus." Gumamnya kecil, namun masih terdengar Zahwa. Zahwa hanya menahan diri untuk tidak bicara.
Merwka pun sampai di Rumah sakit, pa Linggar segera,di larikan ke IGD di ikuti Fathir, sementara Shaina menunggu di halaman rumah sakit bersama anak anak.
"Ma, lama nggak? Yola ngantuk nih pengen bobo siang." Ucap Yola.
"Kamu Bobo di mobil dulu ya, kita tunggu papa dulu."
"Ma, Rangga pengen ketemu kakek." Rangga tiba tiba angkat suara.
"Kita tunggu papa dulu,"
__ADS_1
Rangga pun mengangguk, Rangga tampak melamun dan termenung. Anak ini dewasa sebelum waktunya. setiap kejadian di sekitarnya, dia akan memikirkannya.
Tap tap tap
"Rangga, kakek menyebut namamu terus, kakek tidak sadarkan diri, namun dia seperti mengigau." Tiba tiba Fathir datang dan menjemput Rangga.
"Ayo pa!",
Rangga pun ikut bersama Fathir.
Ceklek
Ternyata dia sudah dapat kamar Vip.
" Kakek!" Rangga menggenggam tangan kakeknya dan menciuminya.
tak ada respon, namun kadang,mukut pa Linggat berbisik lelan
"Rangggaaaaaaa." Kayak mak lampir gitu ya makkk😅
"Kakek, ini Rangga."
Tut Tut Tut
Detak jantung pa Linggar tidak menentu.
"Maaf, kelihatannya bapak ini mengalami penyakit jantung, dan kami takut malam ini dia tidak bisa melaluinya. Jadi tolong keluarganya untuk menemaninya malam ini." Ucap Asisten dokter.
"Benarkah? baiklah.....Rangga, aku akan memanggil mamamu Shaina." Fathir pun keluar dan menemui Shaina.
"Ada apa Beng?"
Shaina, malam ini kamu akan menemani pa Linggar, biar aku antar Zahwa sama Yola dulu ke rumah, biar mereka sama Ummi dulu, nanti aku akan ke mari lagi." Ucap Fathir.
"Pa! kok aku di tinggal sama nenek lagi? aku mau di temani papa." Ucap Yola cemberut.
"Kakek lagi sakit Yola, aku akan menemani Mamamu dan juga Rangga."
__ADS_1
Mobil Fathir pun meluncur pulang. Sementara Shaina masuk ke ruangan pa Linggar.
BERSAMBUNG....