Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Diputusi


__ADS_3

"Assalamualaikum." Terlihat Faruz dan kedua orang tuanya datang bertamu ke rumah Shaina.


"Waalaikumussalam, ooh pa Bayu, ayo masuk!" Mereka pun masuk dan duduk di kursi tamu, ibu pun memanggil Shaina. Shaina pun salaman, namun Ibunya Faruz terlihat jijik dengan Shaina, Shaina bisa merasakan itu.


"Kami ke sini ingin membicarakan masalah anak kita."


"Iya Pa, kami sudah menduganya." ucap Ummi


"Kami terpaksa membatalkan pertunangan ini, mohon maafkan kami." ucap pak bayu lagi


"Hik hik hik." Shaina pun pergi berlari menuju kamar.


"Baiklah, kami memaklumi itu." Ucap Ummi Shaina.


"Kami permisi." ucap pak nayu kembali.


Ibu Faruz pun pergi lebih dulu meninggalkan rumah itu, dia pun sambil bergumam yang masih di dengar oleh Ummi Shaina.


"Penampilan saja alim, tapi malah kegatelan, cih."


Hati Ummi sangat sakit mendengarnya.


###


4 bulan sudah berlalu, namun Damon telah melupakan kejadian malam itu. Kesibukannya mengurus Zeze dan perusahaan membuatnya melupakan hal sebesar itu. Zeze pun mulai membaik dan sudah tau kalau sebenarnya Damon bukanlah Hero, itu membuat Damon lega, sehingga dia bisa fokus pada pekerjaan saja.


"Mas Damon, maaf kalau selama ini aku sering merepotkanmu." Ucap Zeze pagi itu waktu mereka berada di ruang makan.


"Tidak apa-apa Ze, syukurlah kau sudah kembali sehat." Jawabnya.


"Kalian sedang membicarakan apa sih?" Tiba-tiba Pak Manae datang dari arah luar.


"Tidak kok Pah, aku cuma minta maaf sama Damon, selama ini aku sangat merepotkannya." Ucap Zeze lagi.


"Oh iya, bagaimana kalau kalian menikah saja?" Saean pak Manae.


Deg


"Uhuk uhuk, Pak" Damon kaget.


Sedang Zeze hanya terbelalak.


"Maaf Pak, aku tidak bisa, aku sangat mencintai Mas Hero, aku akan membesarkan Daxon dengan baik, hanya fokus padanya." Ucap Zeze dan membuat Damon terlihat lega.


"Iya Pak, lagian aku juga.." Matanya sedikit membesar, dia pun ingat sesuatu, gadis itu." Damon pun mempercepat laju makannya.


"Ada apa Mon? kok makannya cepet banget." Ucap Pak Manae.


"Maaf Pak, saya ada janji dengan seseorang," Ucap Damon.


"Pacar ya?" Ucap Zeze lagi.

__ADS_1


"I..iya," jawabnya berbohong atau mungkin juga benar, karena dia seketika memikirkan gadis malam itu. Seseorang yang entah bagaimana kesehariannya.


Dia pun mengambil mobilnya, karena dia akan melakukan perjalanan jauh. Dia melaju di atas kecepatan Rata-rata. di perjalanan dia membeli baju kaos juga celana jean, karena menurutnya itu akan cocok di pakai oleh gadis itu, dia juga membeli kalung untuk mahar.


Dia kan nggak tau kalau Shaina nggak memakai jeans, dia mengira Shaina hanya seperti gadis kebanyakan, pakai baju kaos juga Jeans. hanya formalitas, sedang Shaina adalah gadis yang slalu memakai gamis kaos kaki dan juga kerudung besar. Setelah beberapa waktu dia pun sampai di tujuan, dia masih mengingatnya dengan baik. Diapun mengelilingi rumah yang terlihat sepi itu, ingin memastikan apakah benar pintu dapur itu yang dulu di lewatinya.


"Tak salah lagi, ini rumahnya." Gumamnya.


"Permisi, Pak, Bu, ada orang?" Dia pun memanggil berulang-ulang namun dia tidak menemukan jawabannya.


"Ada apa Mas, Mas cari siapa?" Seorang ibu mendekati Damon.


"Saya mencari penghuni rumah ini mereka kemana Bu?"


"Ooh, mereka sudah pindah sebulan yang lalu Mas, setelah Ustadz abdullah meninggal, dan warga di sini sering menggunjing Shaina dan ibunya, karena hamil di luar nikah."


Deg


"Hamil? siapa yang hamil Bu?"


"Shaina, anak satu-satunya ustadz Abdullah."


"Oh, terima kasih Bu." Ibu itu pun pergi dan Damon pun duduk di kursi Butut di depan Rumah Shaina.


Hamil di luar Nikah?


Shaina, jadi nama gadis itu adalah Shaina. Harus kemana aku mencari gadis itu, apakah anak itu anakku, oh Tuhaaan, pertemukan aku dengan gadis itu.


"Bu, maaf, apa ibu tau Shaina dan ibunya pindah ke mana?" Tanya Damon.


"Maaf Tuan, kami di sini tidak ada yang tau Tuan, mereka pergi tanpa memberitahu alamat baru mereka, kasihan Shaina, dia anak yang baik dan alim, sungguh jahat laki-laki yang membiusnya dan memperkosanya dengan biadab, aku sangat mengutuk orang itu, biar menerima karmanya.


Deg


Tiba-tiba saja keringat dingin bercucuran di wajah dan tubuhnya, entah mengapa ada perasaan takut yang tiba-tiba menyerangnya.


"Baik lah bu, saya permisi dulu." Ucap Damon.


"Eh Tuan siapa? mengapa mencari Shaina?" tiba tiba ibu itu balik bertanya, Damon yang terlanjur berjalan pun berhenti seketika dan berbalik.


"Saya teman lamanya Bu, sudah sangat lama saya tidak kemari, jadi saya tidak tau kalau mereka sudah pindah." Bohongnya.


"Ooh, iya nanti kalau dia ada kemari, saya akan kasih tau, apa Tuan ada no Hp."


"Baik bu, terimakasih, ini kartu nama saya."


Damon pun pergi meninggalkan rumah Shaina dengan perasaan hancur.


Bodoh sekali aku ini, mengapa aku melupakan gadis itu? ooh sial, sial, sial.


Gumamnya berulang-ilang.

__ADS_1


Hamil? di perkosa?  berarti anak itu adalah anakku, oh Tuhan, tolong pertemukan aku dengannya, pertemukan aku dengan buah hatiku yang tidak ku ketahui itu. Baiklah, kalau aku tidak bisa bertemu dengannya, setidaknya aku akan memberi nafkah untuknya.


Dia pun pergi menuju Mansion Pa Manae. Dia menuju kamar lamanya di belakang rumah Pak Manae. karena sekarang,dia sudah tinggal di lantai 2 rumah itu.


"Tuan Damon, ada apa?" Ketika paman kebon sedang membersihkan halaman, dia melihat Damon sedang membongkar lemari lamanya.


"Aku sedang mencari buku tabunganku Pak." Dia pun terus mencari. Hingga akhirnya menemukan buku itu. Dia kembali merapikan lemarinya.


Deg


Dia menemukan selayar berwarna merah


yang pernah di lilitkan Shaina di lengannya waktu itu. Hatinya pun kembali terasa sakit, benar kata ibu itu, dia sangat biadab telah merenggut keperawanan gadis itu. Dia bertekat akan menemukannya, bagaimana pun caranya. Dia pun membawa selayar itu bersamanya.


Tap


Tap


Tap


Dia pun kembali pergi meninggalkan Mansion Pak Manae menuju Bank, untuk mengetahui sesuatu. Setelah mengantri beberapa orang tibalah Giliran Damon


"Mbak, ini," Dia pun menyerahkan buku tabungan dan juga uang sebanyak 50 juta. Setelah beberapa saat selesailah proses. Buku pun di kembalikan ke pemiliknya. Dia pun keluar tanpa memeriksa bukunya. Setelah sampai parkiran dia pun penasaran, apakah Shaina sudah menarik uang terdahulu.


Apa? mengapa dia belum mengambil uang ini? 


Tertulis di sana uang sebanyak 149.900. bal bla bla


berarti hanya di potong administrasi selama 4 bulan.


Gumamnya.


Baiklah Shaina, walau pun kau tak mengambilnya, aku akan tetap mengirimi uang untukmu di no ini.


Gumamnya lagi.


Dia pun kembali ke kediaman Pak Manae, dan beristirahat. Di pandanginya selayar itu, hatinya merasa sakit.


Di hinakan, mereka menghina Shaina


Bahkan gara-gara hamil, ayahnya pun meninggal karena sakit memikirkan semua itu.


Tak terasa air mata Damon pun mengalir dari sudut matanya. Betapa pilu penderitaan gadis itu.


Hap


Damon pun berdiri dan mengambil Hp nya, dan mulai menghubungi beberapa detektif yang dia suruh mencari keberadaan Shaina. Dia pun juga mulai membagikan foto selayar miliknya di berbagai media sosial.


Aku ingin bertemu dengan pemilik selayar ini.


Begitulah isi pesan tersebut, dan di bagi-bagikan oleh teman dan rekan bisnisnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2