Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Menatapmu Candu Bagiku eeeeya


__ADS_3

"Tolooong...Papah, Bibi..." Teriak Shaina dari dalam kamar.


Ceklek


"Ada apa Shain?"


Papahnya yang lebih dulu membuka pintu dan mendekati Shaina terkejut, saat tiba tiba Shaina berteriak panik.


"Pah, Obang hik hik hik, aku tidak tau kapan Pah."


Shaina membelai tangan Hendra yang sudah dingin. Air matanya bercucuran, dadanya sesak, nafasnya ngos ngosan menahan sesak di dada.


"Nak..ooh Anakku...hik hik hik."


Akhirnya Papahnya pun ikut menangis.


Bibi yang baru datang pun kaget dan ikut menangis menyaksikan semua itu. Segera Shaina menghubungi pemakaman umum dan kerabat jauh, dia juga menghubungi Zeze, dia sangat akrab dengan Zeze belakangan ini, selain rekan Bisnis yang baik, Zeze adalah sahabat yang pengertian. Tamu pun mulai berdatangan untuk melayat. Rekan Bisnis dari segala penjuru pun datang.


"Shaina, aku turut berduka cita yang dalam." Ucap Zeze saat dia melayat di kediaman keluarga Linggar, ada banyak tamu yang datang termasuk rekan bisnis lainnya seperti Izzam dan Mita😁


"Terimakasih Mbak." Jawab Shaina.


"Sayang... sabar ya! kau pasti kuat." Ucap Mita istri Izzam saat berada di sisi Shaina, Shaina pun menyandarkan kepalanya di bahu Mita.


banyak pengusaha lainnya yang datang melayat.


"Aku tak menyangka secepat ini Mbak. Aku merasa belum memberinya apa apa." Shaina tak bisa membendung air matanya, walau pun tidak bersuara.

__ADS_1


"Ini...dia akan tumbuh menjadi anak yang baik kelak, jaga dia, kelak dia akan menjadi amal jariyah kalian."


Mita mengelus perut Shaina yang sudah sangat besar.


"Iya Mbak, hanya ini yang akan slalu menguatkanku." Balasnya.


...


...


...


Di pemakaman umum yang tergolong elit. Tiba saatnya Hendra di antar ke rumah terakhir dan abadinya.


"Obang...maafkan aku, aku tidak sempat membahagiakanmu bang, aku akan merawat anak kita dengan baik, aku janji." Lirih Shaina saat berada di depan gundukan kecil yang basah.


Mita dan ummi juga Zeze masih terlihat berdiri di belakang Shaina.


Shaina pun berdiri, semua orang sudah pulang kecuali mereka. Dari kejauhan tampak mata elang yang mempesona menatap Shaina iba.


"Seandainya masih di beri kesempatan, aku akan membahagiakanmu Shain. Tapi kalau aku yang memulai, aku takut kau akan terus menolak ku, karena aku ini bukanlah orang baik." Ucap Fathir.


Sebenarnya Fatir tadi juga datang dan ikut menurunkan mayat Hendra ke liang lahat, namun Shaina tidak melihatnya.


Tampak Shaina dan lainnya memasuki sebuah mobil mewah yang di bawa oleh sopir pribadi. Mereka meluncur menuju kediaman keluarga Linggar Pratama.


Sementara Izzam dan istri juga Zeze telah kembali ke rumah mereka masing masing.

__ADS_1


"Shaina...bawalah ibumu ke mari, biar kalian tinggal bersama lagi." Ucap mertuanya.


"Iya pah, kalau mamah mau, nanti akan aku ajak."


"Besok kamu ke tempat Zeze ya, ada berkas yang harus kamu antar yang tidak bisa di wakilkan, besok aku harus meluncur keluar kota untuk mengurus bisnis lainnya." Ucap pa Linggar.


"Baik pah. Apa papa perlu sesuatu?" Tanya Shaina, sebenarnya dia ingin pamit istirahat.


"Tidak, silahkan kamu istirahat, jangan dipikirkan, Hendra pasti telah tenang di sana." Hibur mertuanya.


"Iya pah. Aku ke kamar dulu." Shaina pun pamit.


...


...


...


Perusahaan Manae grop yang besar dan mewah.


"Hey Shainaaaa, emch." Zeze tampak anggun dengan pakaian blus panjangnya dan rok walau masih terlihat sempit, kerudung yang juga melingkar di lehernya seperti ingin bunuh diri gitu😁


"Cantik." Sanjung Zeze saat pertama kali melihat Zeze berpakaian begitu, walau sedikit miris, karena terlalu di permak cara berpakaiannya.


"Ah massaaaa?" Sahut Zeze merasa senang.


"Hemm eh." Sahut Shaina.

__ADS_1


Di ujung lorong, tampak Fathir menatap Shaina tajam, dia tidak melewatkan sedetik pun untuk menoleh ke lain arah. Wajah yang semalam sendu, kini kembali berseri. eh kenapa Fathir ada di situ ya? bukankah dia udah berhenti kerja. Ternyata semalam Zeze menghubungi Fathir, bahwa kalau dia ingin bertemu Shaina, datang saja ke kantornya hari ini...


BERSAMBUNG...


__ADS_2