Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Ektra part Fathir&Shaina


__ADS_3

#Keseruan dalam Rumah kel.Linggar


7 Tahun telah berlalu, tentu saja semua kehidupan sudah berubah. Pak manae sudah meninggal dan pak Linggar sakit sakitan dan hanya duduk di kursi rodanya.


3 bocah berlarian di ruangan besar itu di pagi hari ini, mereka sudah terbiasa bangun lagi..


Bruk


"Aduuuh, mamaaaaah, hik hik hik."


Gadis kecil Zahwa tersungkur jatuh di lantai dan menangis karena lututnya lecet.


"Beng beng tunggu ya!" Tampak Shaina berhenti memasangkan dasi Fathir saat mendengar gadis kecilnya menangis. Mereka udah nikah ya readers.


"Kakak manja ah, gitu aja nangis, ini lihat deh! Rangga juga pernah terluka saat membantu paman bersihin rumput."


Shaina sudah datang.


"Sayang Rangga, kamu itu laki laki emang nggak boleh nangis, tapi nggak boleh juga ngejek begitu sayang.Bantuin kek."


Ucap Shaina.


"Kakeeeek."


Rangga berlari menuju Pak Linggar yang baru datang mendorong kursi rodanya sendiri. Keluar dari kamarnya.


Hap


"Ada apa Rangga? kenapa kakaknya nangis, kalian bertengkar lagi?"


Kadang Pak Linggar terlihat pilih kasih dan sangat memanjakan Rangga pewaris tunggalnya itu. yang membuat Rangga kadang tidak bisa toleransi dengan orang lain. Padahal Shaina slalu mengajarkan kebaikan kepada ke 3 anaknya termasuk Yola anak mendiang Salma.


"Akak sakit?" Tanya Yola pada Zahwa.


"He eeeeeh." Jawab Zahwa masih sedikit terisak. Yola pun meniup niup lutut Zahwa. Zahwa yang sudah di pangkuan Shaina pun mulai tenang.


"Sayaaaang, cepeten, nanti terlambat, hari ini ada meeting lho!" Teriak Fathir.


"Bentaaar....orang itu juga, nggak bisa apa pasang sendiri dasinya." gerutu Shaina.


"Mama, hari ini ke kantor? apa mama tidak bisa libur saja,?"


Zahwa memang paling manja antara ke 3 bocah itu, sementara Yola anak yang paling mandiri, dan Rangga anak yang di manjakan namun tidak manja, tapi nampak seperti lelaki egois.


"Mama ada Meeting sayang, tapi Zahwa dan yola boleh ikut kok! nanti kakau selesai meeting, biar kita bermain bersama di ruangan mama ya?" Shaina pun masuk kamar di ikuti 2 gadis cantik itu.


"Lho, kok bawa pasukan sih, bagaimana dengan ritualnya kalau begini,"


Ucap Fathir saat 2 gadis itu mengekor amknya.


Ucap Fathir. Emang kalau mau pergi ngantor Fathir slalu punya ritual ya?😃


"Beng beng ih, kayak baru nikah aja."


Ucap Shaina. Emang sih kalau Fathir mau pergi ngantor, Fathir punya ritual sebelum pergi, seperti, cipika cipiki, dan Shaina tidak bisa pakai lipstik sebelum Fathir menyelesaikan ritualnya, mengerti kaaan maksudnya?

__ADS_1


"Pa...hari ini kami akan ikut mama ngantor lho." Ucap Yola.


"Nanti kalian ganggu mama, malah bikin ribut."


Ucap Fathir.


"Nggak pa, kami akan bermain bersama Bibi."


Ceklek


Rangga masuk ke kamar yang sama.


"Mama, Rangga ikut juga ya!"


Pintanya.


"Rangga pasti bikin ulah lagi, kaya kemaren, kenapa berkas mama di coret coret heh?"


"Nggak, Rangga janji kok."


Jawabnya dengan wajah menunduk karena merasa bersalah.


Saat itu berkas emak yang sudah kelar di perbaiki setebal 1Cm, malah di coret coret dan di tumpahin air, nyesek sekali si Shaina saat itu, dia pun nangis dalam diam, namun Zahwa melihatnya.


"Iya sayang, kalian boleh ikut, sekarang kalian panggil Tante lala dan tante rara ya, suruh mereka bersiap ikut ke kantor untuk nemenin kalian." Fathir pun tersenyum mendengar ada kesempatan ini.


"Iya ma."


Mereka bertiga pun berlomba berlarian untuk lebih dulu menemui 2 Tante itu.


Hap


"Mengapa kau ini sangat sombong dulu padaku, aku ........Jatuh bangun aku mengejarmuuu."


Bengbeng malah bernyanyi lagunya Kristina😄


"Bukan sombong Beng, tapi ada hati yang harus ku jaga, dan juga, kita bukan siapa siapa, aku harus menghkrmati agamaku yang mengajarkan cara bergaul yang baik, walau aku masih banyak kekurangan dalam hal itu."


Fathir memulai ritualnya dengan menge cup pipi kanan Shaina.


"Tapi...anehnya...mengapa kau melamarku?"


Tanya Fathir, pertanyaan yang sangat lama ingin dia utarakan.


"Aku hanya wanita biasa Beng. Sudah sejak lama ada relung hatiku yang terisi olehmu."


Shaina mengakui semuanya. Sebelum dia menikah dengan Hendra, Fathir sudah ada di hatinya.


"Benarkah, emch.." Kali ini Fathir pun akan menyelesaikan ritualnya.


"Mama...Rangga maaaa."


Teriakan Yola kembali menggema.


"Ada apa?" Teriak Fathir.

__ADS_1


"Rangga mencakar Zahwa." Ucap Yola lagi.


Tap tap tap


"Rangga kenapa lagi?" Tanya Shaina, Shaina pun memeluk Zahwa yang menangis histeris.


Rangga hanya diam dan menunduk.


"Tadi kami sedang mencari Tante Lala, dan Zahwa lebih dulu nemuinnya, Rangga marah Ma. Dia menjambak rambut Zahwa"


Cerita Yola.


"Rangga, ayo minta maaf sama kaka!"


Rangga mengulurkan tangannya.


..


..


..


"Ayo semuanya, mama mau meeting nih."


Shaina sudah berada di dalam mobil. Yola dan Zahwa lun berlarian menghampiri.


"Rangga mana?" Tanya Shaina yang mendapati anak bungsunya itu tidak ada.


"Nggak tau ma, tadi dia ada kok!"


Ucap Zahwa.


"La, tolkng cari lagi!"


pinta Shaina.


"Iya Nya."


Lala pun turun dan mencsri Rangga, namun tidak ketemu, Rara pun ikut turun dan mencari namun tidak ketemu.


Sementara Fathir sudah duluan karena kantornya lebih jauh dari Shaina.


Akhirnya Shaina pun ikut turun dan mencari Rangga.


Di Balkon.


"Tuhaaan, kenapa aku sering salah di mata mama, sedang kak Yola dan kak Zahwa slalu benar?"


Gumam Rangga sambil menatap langit.


Kamu itu jail Ranggaaa.


Ucap Author😁


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2