
"Ze...bangun Ze... kau mengganggu aku nyetir nih." Ucap Fathir membangunkan Zeze yang tersandar di bahunya. Zeze yang tertidur di bahu Fathir pun menggeliat terbangun
"Oh maaf, aku kecapean." Ucapnya.
Zeze pun memiringkan kepalanya ke arah berlawanan dan kembali tertidur.
Sepanjang jalan hanya sepi, dan tak terasa merwka sudah sampai di Mansion Zeze yang megah.
"Mamaaaaah...Appaaaaah." Teriak Daxon yang langsung berlari menxekati mobil Fathir.
Daxon memang memanggil Appah pada Fathir, karena sejak kecil Daxon sangat akrab dengan Fathir.
"Sayaaaaang. Hap"
Fathir pun memeluk Daxon, Daxon yang seumuran Zahwa itu terlihat sangat tampan.
Mereka masuk dan mengobrol kecil.
"Appah kenapa lama nggak kemari? bagaimana kabar Zahwa?"
Daxon juga akrab dengan Zahwa, dia sangat senang berteman dengan Zahwa yang slalu mau mengalah untuknya.
"Baik sayang, kamu makin tampan aja, bikin Appah iri hahaha." Fathir tertawa sambil mencandai Daxon.
Daxon pun menggandeng tangan Fathir dan membawanya masuk.
"Appah mau mandi dulu ya!"
Fathir pun masuk ke kamar yang dulu sering dia pakai.
Byur byur byur.
"Ooh, seger, setelah ini aku akan menelpon anak anak dulu." Gumamnya.
dia pun melanjutkan mandinya.
Ceklek
Membuka pintu.
"Fathir!"
Tiba tiba Zeze sudah ada di ranjang Duduk dengan berpakaian sangat seksi, hanya mengenakan baju seksi berbahan kain sangat tipis. Fathir yang hanya mengenakan handuk di perutnya pun kaget.
"Zeze, ada apa? baiknya kau tunggu d luar dulu, aku mau ganti baju." Ucap Fathir.
"Aku hanya ingin mengantarkan ini." Zeze berdiri dan mengulurkan baju kaos baru.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku sudah membeli baju di toko mu tadi Ze." Sahut Fathir.
"Tapi itu tidak di cuci, mungkin saja banyak debu," Ucap Zeze lagi. dia pun mendekat dan menghirup wangi Fathir dari jarak jauh.
"Ze maaf, mohon tunggu di luar!" Ucap Fatjir lagi.
Kali ini Zeze menurut.
"Baiklah, aku tunggu di ruang makan ya?"
Zeze keluar. Fathir hanya mengangguk.
Awas kau Fathir! kau tidak mungkin terus menolakku.
Lirih hatinya sambil terus berjalan menuju dapur.
...
...
...
'Helo sayaaaang... udah makan semua?'
Fathir menelpon setelah selesai berpakaian. Dan,dia belum keluar untuk makan malam.
'Nggak sayaaang, malam ini papa ada kerjaan ngantrkan Tante Zeze, kamu temani mama dan adik adik ya?' Ucap Fathir lagi.
'Baik pa.'
'Yola kenapa?" Tanya Fathir yang terlihat muram.
'Nggak papa kok." Sahutnya
'Mau di beli in apa emang?" Tanya Fathir lagi.
'Mainan yang bisa ngomong, kayak punya Renda," Sahut Yola.
Fathir tau itu mainan mahal, karena Renda anak pengusaha kaya di kota tersebut.
'Oke, baiklah. Zahwa sama Rangga mau apa?" tanya Fathir lagi.
'Nggak usah pa, biar liat punya Yola aja.' Ucap Zahwa. semetara Rangga tentu sudah tau jawabannya, karena Zahwa tidak meminta apa pun berarti Rangga juga tidak usah meminta apa pun.
'Oke. udah ya'
Setelah salam dan kiss by jarak jauh.
__ADS_1
'Mau ngomong sama mama doong..' pinta Fathir.
'Ada apa Beng?" Tanya Shaina
'Kamu nggak apa apa kan aku tinggal malam ini?'
'Tidak apa apa Beng, hati hati ya? dan juga jangan macem macem😁'
'Iya sayang, hatiku hanya padamu emch.'
Mereka pun mengakhiri telponan setelah salam.
Ceklek
Fathir keluar untuk makan malam.
"Ayo!"
Zeze terlihat masih belum makan dan berdiri saat Fathir datang.
"Kamu belum makan?" Tanya Fathir.
Hap
Zeze mengambil piring di tangan Fathir dan mengambilkan masi dan lauk kesukaan Fathir.
"Aku kan udah janji akan menunggumu makan, ini."
"Oooh, terimakasih."
Fathir pun makan dengan tergesak gesak.
BERSAMBUNG....
Hello
Mampir di yang baru yuk
CINTA DALAM DOA.
Menceritakan seorang suami yang nggak perhatian sam istri, dan sering membuat sakit hati, bahkan berselingkuh dengan rekan kerjanya naaah, saat itulah Dia termakan sumpahnya.
Roh mereka ketuker disaat suaminya bersama selingkuhannya, selalu begitu.
Membuat istrinya kesel bukan main, dan lernah tuh saat mereka lagi nganuuu eh malah roh istri masuk ke tubuh suami. menjijikkan nggak sih😄
Auto Panik tingkat tinggi
__ADS_1