Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Malu Malu Mau


__ADS_3

Dret dret dret


Hp Fathir berdering berulang ulang saat Mereka sedang makan pagi.


"Zeze Beng." Shaina yang mengambilkan Hp Fathir pun membaca panggilan masuk.


"Kau terima saja, bilang kalau aku lagi mandi." Ucap Fathir.


"Lho, kok bohong sih Beng?" Protes Shaina.


"Iya pah, kok bohong sih?" Zahwa pun ikut berkomentar.


"Iya pah, terima aja, siapa tau Tante Zeze mau kasih uang yang banyak, tadi malam juga papa lupa beliin mainan pesanan Yola." Protes Yola juga.


Tap tap tap


Fathir berjalan ke kamar mandi


Byurrrr


Dia menyiram lantai setelah menutup pinti.


"Bilang aku lagi mandi ya!" Teriaknya dsri dalam kamar mandi.


"Ih Bebeng apaan sih?" Cerucus Shaina.


'Helo, assalamualaikum Mbak.'


'Shain, Fathir ada?' Nggak jawab salam dia


'Lagi mandi Mbak, nanti di kabarin'


'ooh, baiklah.'


tuuut


Kabur begitu saja.


Ceklek


Fathir keluar dan kembali menyantap nasinya sampai habis.

__ADS_1


"Ayo anak anak!"


Fathir pun mengantar anak anak sekolah. dan setelahnya kembali ke rumah.


"Sayang, mari sini!" Fathir menepuk pahanya ingin merangkul istrinya.


"Apaan sih Beng?" Shaina pun mendekat dan ingin duduk di sisinya.


Seettttt Fathir menariknya hingga Shaina pun terduduk di atas pangkuannya.


"Auuuu." Pekik Fathir meringis.


"Kenapa Beng?" Shaina pun ingin berdiri namun di tahan Fathir.


"Si anu kejepit sayang, hihi." Fathir cengengesan.


"Ah Bebeng, kan Bebeng yang narik." Ucap Shaina. sambil tersenyum merasa malu.


"Iya nggak papa kok, nanti di elus ya, hahaha." Tawa Fathr pecah karena dia jarang bercanda bagitu.


"Ih, ogah." Sekali lagi Shaina ingin bangun namun kembali fathir menariknya.


"Bebeng juga ganjen ah."


"Apaan tuh ganjen?"


"Berlebihan tau." Akhirnya Shaina pun duduk manis di pangkuan suaminya.


"Aku ingin mengatakan alasan mengapa aku tidak jadi bekerja dengan Zeze. Tapi janji jangan marah ya!" Ucapnya.


"Oke." Jawab Shaina.


Fathir pun menceritakan semua alasannya dari kejadian di kamar Mansion rumah Manae di mobil dan juga warung makan. Dan Shaina mengerti semua itu demi menjaga hati Shaina.


"Aku mengerti Beng, terimakasih untuk semuanya, emch." ini pertama kalinya Shaina Kiss Fathir lho.


"Lagi dooong, aku perlu energi untuk melalui semua ini.".Ucap Fathir sambil memasang pipinya untuk di kiss lagi.


" Emmmmmmmmmmh."


Shaina pun malu malu tapi mau kembali mendaratkan ciuman yang lama di pipi Fathir.

__ADS_1


"Hemmmmmh." Fathir pun merangkul erat tubuh Shaina.


...


...


...


"Mengapa Fathir belum juga datang?"


Zeze gelisah menunggu kedatangan Fathir, "padahal dia,sudah berjanji hari ini masuk jam 9 pagi"


Zeze pun mengambil Hpnya dan mulai menelpon.


'Hello, Fathir, mengapa belum datang?'


'Maaf Ze, aku tidak jadi bekerja di perusahaan mu, karena ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan.' Ucap Fathir.


'Kenapa? apakah gajih nya kurang? baiklah kalau begitu, bagaimana kalau aku tambah jadi 15 juta? atau 20 juta?' Ucap Zeze penuh harap.


'Maaf ze, bukan masalah gajih, tapi memang ada pekerjaan keluarga dan itu menjadi tanggung jawabku.' Jawabnya lagi.


'Ooh, baiklah, tapi kalau kau masih perlu, kau bisa datang lagi padaku.'


Telepon pun terputus.


"Ini Kopinya Beng. Terimakasih atas semuanya, hanya karena kau ingin membuatku tersenyum dan bahagia, kau melepaskan gajih yang begitu besar, 20juta?wow, itu sangat besar Beng, apa Bebeng tidak menyesal?" Tanya Shaina.


"Tidak sayang, terimakasih Kopinya, walau terasa pahit saat menatap wajahmu, akan terasa manis."


"Hah? oh maaf, lupa hihi."


Ternyata Shaina lupa kasih gula saat bikin kopi, karena dia asyik nguping pembicaraan Zeze dengan Fathir tadi.


"Hahaha."


Fathir pun tertawa.


BERSAMBUNG...


__ADS_1


__ADS_2