Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Bertemu setelah sekian lama


__ADS_3

"Selamat pagi semua...perkenalkan ini Shaina menantuku, istri Hendra linggar pratama." Ucap Ny.Linggar. Sisil yang melihat mencibir dan sangat dongkol.


"Mulai hari ini, dialah yang akan memimpin perusahaan keluarga Linggar." Tambahnya lagi.


"Selamat datang Nyonya muda." Ucap semua karyawan perusahaan.


Shaina pun tersenyum.


"Kalian boleh ke tempat kalian masing masing." Perintah Shaina terlihat cool, beda dengan Shaina waktu menjadi bawahan dulu.


Shaina dan Ny.Linggar pun kembali keruangan Derektur Utama.


"Mengapa pak Hendra tidak ke kantor lagi? apakah dia kalah dengan Shaina bekas karyawan rendahan itu?" Ucap salah satu karyawan yang memang nyinyir dengan Shaina sejak tau Hendra Buncin dengannya.


"Husss, kalau Nyonya besar mendengar, kau pasti langsung di pecat." Ucap yang lainnya.


"Ada apa? kalian membicarakanku?" Tiba tiba Ny.Linggar sudah berdiri di belakang mereka.


"Oh tidak Nyonya." Karyawan itu pun terlihat takut dan menunduk sangat gugup.


"Kau pindah ke bagian OB. Hey siapa yang bertanggung jawab di sini, segera pindahkan wanita ini." Ny.Linggar terlihat geram.


🌷


🌷


🌷


Fathir pun bangun dan menuju kamar mandi. Setelah 15 menit dia sudah keluar dengan wajah tampan dan rambut basahnya.

__ADS_1


"Makan Mas?" Wanita tadi mengajak Fathir makan pagi.


"Aku qodho sholat dulu ya."


Ucap Fathir.


Setelah menikah dengan Salma anak ustadz Hamka sebulan yang lalu, Fathir banyak belajar tentang agama, namun hatinya sebenarnya tidak bisa lepas dari Shaina dan Zahwa. Ketika Ust Hamka memintanya untuk menikahi Salma, Fathir menolak, namun ketika melihat gadis itu yang saat itu sedang putus asa karena di tinggal tunangannya lari dan menikah dengan wanita lain, Fathir merasa kasian. Dia berusaha agar cinta bisa tumbuh karena sering bersama, namun selama sebulan ini rasa itu belum ada.


Tapi udah mandi basah ya Bang, biasa lelaki maah😃kadang ada beberapa kalo udah dempetan suka nggak kuat😁


"Ayo makan Fathir, hari ini rencana mau ke mana nih?" Tanya Ust Hamka saat Fathir sudah ada di dapur.


"Hari ini, mau urus proyek yang ada di luar kota Bah." Jawabnya.


"Salma ikut?" Tanya Abah


"Nggak Bah, Salma masing pusing. Nggak tau kenapa nih." Jawabnya. Ust Hamka atau yang di panggil Abah itu lelaki yang sangat ramah dan penyabar, sejak istrinya meninggal, di usia salma 17 Tahun, dia tidak pernah menikah sampai sekarang Salma berusia 22th.


🌷


🌷


🌷


Hari berganti hari minggu berganti minggu bulan pun kini berganti bulan.


"Shain? kacamataku mana? aku pusing nih? udah nyari ke mana mana tapi nggak nemu." Teriak kecil Hendra saat akan membaca pembukuan penjualan mini marketnya.


"Bentar Bang, lagi kelonin Zahwa." jawabnya.

__ADS_1


Zahwa yang sudah berusia 9 bulan sudah bisa merangkak ke sana kemari. sangat imut dan menggemaskan.


"Ini bang."


Shaina mengambilkan kacamata Hendra yang berada di meja ruang keluarga.


Mereka sekarang tinggal di bangunan mini market yang di buatkan Hendra buat Shaina. Sementara rumah pemberian Fathir di sewakan pada pengusaha kontraktor yang sedang ada pekerjaan di kota tersebut. Uangnya tentu saja ditabung buat Zahwa kelak, karena Fathir sudah menyerahkan sepenuhnya hak rumah tersebut.


"Sayang, kok aku akhir akhir ini sering melupakan sesuatu ya?" Keluh Hendra.


"Jangan terlalu banyak mikir Obang, laku nggak laku mini market itu cuma sampingan aja kok, lagian rezeki udah ada yang atur." Sahut Shaina santai, padahal hatinya pun sakit mendengar keluhan Hendra mungkinkah ingatannya sudah mulai memburuk.


"Tidak sayang, mini market kita laku keras kok, tiap harinya ada 5 juta bahkan lebih uang masuk." Sahut Hendra.


"Karyawan kita ada berapa Bang?" Shaina ingin ngetes ingatan Obang.


"7 ya atau 9 ya, kamu kan bilang ganjil." Sahut Hendra.


"Emang ganjil Bang, karena Allah suka yang ganjil2, aku juga gitu klo sesuatu suka yang berbau ganjil, 11 Bang, karyawannya, 1 kasir 10 penjaga stan." Balas Shaina.


"Hihi. nggak pernah itung sih." Hendra cengengesan.


"Aku berangkat dulu ya? assalamualaikum" Shaina pun salim dan di cium mesra oleh Hendra di dahinya.


Emang ada pintu samping untuk keluar. Namun Shaina sering lewat depan klo mau keluar, sekarang udah jam 10 pagi. Bos kan suka suka mau ngantor. depan itu ya lewat mini market dulu.


Ceklek


"Shaina?" Fathir yang berdiri tepat di sebrang pintu Shaina keluar terkejut saat melihat Shaina. Tangannya yang sedang menggandeng Salma pun langsung dia lepaskan. Sudah 9 bulan dia tidak bertemu Shaina.

__ADS_1


"Tuan?" Sapa Shaina juga sangat terkejut.


BERSAMBUNG....


__ADS_2