Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Buat Malaikat kecilku


__ADS_3

Shaina hanya melongo melihat kamar luas ini hanya menyisakan sedikit ruang, dari kasur bayi, kursi bayi, kereta bayi, bahkan ayunan pun ada."


Aduh aduh semua di bawa ke kamar Vip ini???


"Tuan, mengapa sebanyak ini? Apa kita akan berdiam di sini selamanya?


"Pokoknya aku mau yang terbaik bagi putriku."


2 orang itu pun menata semua barang yang di bawanya, karena semua instan, kereta yang awalnya di lipat di buka, kasur balon, yang awalnya kecil menjadi besar dan empuk. Ayunan Lipat, setelah semuanya di rangkai, jadilah kamar itu seperti tempat bermain anak-anak. bayangin deh😃.


"Tuan, lihat kamar ini, bagaimana kalau ada tamu,"


"Sofanya kita keluarkan saja."


"Jangan, Ummi akan tidur di situ."


"Baiklah, Shain, tolong pikirkan lagi ya, baiknya kau putusi saja tunanganmu itu, menikah saja denganku, lihat aku, dari segi apa pun, lelaki itu jelas kalah denganku," Dengan pedenya Damon berucap demikian.


"Tuan, baiknya pulang saja dan temui ustadz tuan. Tuan kan harus khitan."


Shaina sudah di ceritai oleh umminya bahwa Damon adalah muallaf barusan di Rs ini.


"Kalau Ummimu datang, aku baru pulang, aku masih ingin di sini menatap wajah cantik Putriku dan juga wajahmu shain."


Damon menatap wajah Shaina yang terlihat tiba tiba bersemu merah, Damon pun tersenyum melihat pemandangan itu. Shaina memalingkan wajahnya karena malu.


"Sebenarnya apa pekerjaan Tuan?" Tanya Shaina.


"Aku bekerja di sebuah pabrik besar."


"ooh."


Apakah dia pemilik pabrik besar itu?


Batinnya.

__ADS_1


"Zahwa, aku akan menamai anak ini Zahwa, Bunga, mudahan dia seperti bunga yang sangat indah namun sulit untuk di petik." Ucap Shaina.


"Zahwa? bagus, apa noleh di tambah Zahwa Damon?"


"Tuan, bukankah tuan Muallaf, baiknya tuan ganti nama yang lebih ke islaman."


"Oh ya? menurutmu nama apa yang cocok buat lelaki ganteng ini?" Damon kembali memuji dirinya sendiri.


"Mmmm, bagaimana kalau muhammad Fathir, seorang yang cermat dan setia." Niat Shaina sih pengen nyinggung kale ya, setia. kira Shaina kan damon nggak setia dengan istri tuanya, padahal kan dia belum menikah.


"Muhammad Fathir? bagus, setia, benar aku suka itu."


"Ih, Tuan beneran pengen nama itu, artinya setia lho?"


"Iya tentu, aku kan setia, kita nikah ya?" Bujuknya lagi.


"Nggak bisa Tuan, aku tidak mungkin memutuskan hubungan begitu saja."


"Katakan saja kalau sudah tak cinta lagi."


"Wa alaikumussalam,"


"Hah? apa ini,Shin?" Ummi kaget melihat kamar itu kini penuh dengan perlengkapan bayi, dari sampai bak mandinya pun ada.


"Tau tuh Mi, Tuan itu." Shaina mengisyaratkan matanya lada Damon.


"Mi, aku mau anakku yang terbaik." Ucap Damon.


"Tapi bukan di sini juga kalee, lihatlah, bagaimana kami mau istirahat, sholat dan lainnya." ucap Hendra kesel karena hatinya sudah kesel duluan.


"Ya tinggal di tumpuk aja kale, susah amat sih." Ucap Damon santai.


"Tapi ini Rumah sakit Tuan." Sahut Ummi.


"Maaf Mi, oh iya, aku mau pamit dulu mau bersih bersih diri dan juga menemui ustadz."

__ADS_1


"Oh silahkan,"


"Mi tolong kabari aku, kalau kalian udah pulang, nanti aku akan menemui kelian."


Ummi pun melirik Shaina, Shaina hanya diam tanpa reaksi. Sedang Hendra berharap Ummi tak mengizinkan.


"Baiklah nak, karena itu hak mu untuk menjenguk anakmu sendiri." Ucap ummi.


"Apa kau tau alamatnya?" Tanya Ummi.


"Iya mi, saat itu aku sudah pernah ketemu Ummi di warung dekat rumah ummi, waktu aku mau beli cemilan adikku."


"Oooh." Ucap ummi, tentu saja ummi sudah lupa, karena tidak memperhatikan.


"Sayang, papah pamit ya... jangan nakal, nanti kita ketemu lagi ya." Damon pun mencium wajah mungil putrinya.


"Dadah Zahwa, assalamualaikum."


"Wa alaikumussalam.-


" Zahwa?" Gumam Hendra heran.


"Iya Mas, aku menamainya Zahwa. sekuntum bunga yang indah, yang semua orang kelak menyukainya."


"Oooh, Zahwa, nama yang sangat indah."


"Kapan boleh pulang?" Tanya Shaina."


"Mungkin 2 atau 3 hari lagj, kalau kau sudah sehat, sekarang jadwalnya boleh minum sedikit sedikit ya."


Perawat pun datang memeriksa kesehatan Shaina.


"Kami akan mengganti kantong darah nyonya, karena darah Nyonya masih sangat rendah."


Shaina Pun mengangguk

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2