
Ummi menatap wajah cantik anaknya sedih.
Shain, maafkan ummi yang tak bisa menjagamu dengan baik, mudahan ummi panjang umur dan bisa menjagamu sampai kau benar benar bahagia.
Lirihnya sedih.
"Mi, aku akan cari makan dulu," Fathir yang tiba tiba muncul di samping Ummi bikin ummi kaget.
"Baiklah."
"Hey, kau,.....,.ini buatmu, terimakasih banyak karena telah membantuku malam ini." Fathir mengeluarkan 10 lembar uang 100san
"Tuan tidak usah, tadi sudah cukup kok." Tolaknya.
"Terima saja, ini rezekiw
Fathir pergi meninggalkan rumah sakit. hari sudah sangat malam.
"Uaaaaaaaah." Shaina mulai siuman.
"Ummi...di mana ini? mana Zahwa mi?" Tanya Shaina terlihat panik.
"Zahwa ada sama mamah Hendra," jawab Ummi.
"Oh iya, Mas Hendra pasti sedang mencari Shaina, ayo Mi kita ke Hotel." Shaina pun melepaskan selang infus
"Tapi bagaimana...." Suara Ummi terhenti ketika ingin menyebut Fathir, dia takut kalau anaknya nanti ngamuk lagi.
"Kenapa Mi?" Tanya Shaina heran karena ummi menggantung kalimatnya.
"Oh nggak, sebentar, aku izin dulu sama suster tunggu di sini." Ummi pun berjalan keluar. setelah 10 menit.
"Ayo!" Mereka pergi meninggalkan rumah sakit.
(Dunia Halu bisa keluar masuk rumah sakit ya)
Mereka memesan taksi dan meluncur menuju Hotel. tak berapa lama mereka sudah berada di Hotel Bintang.
Tap tap tap
__ADS_1
Ceklek
"Shaina, kau sudah datang?" Sapa mamah Hendra yang terlihat menggendong Zahwa yang sedang rewel.
"Mamah, maaf." Shaina pun segera mengambil Zahwa. Dia menciuminya bagai sudah terpisah berbulan bulan.
"Bagaimana ke adaan Mas Hendra?" Tanya Shaina, dia khawatir kakau Mas Hendra memikirkannya.
"Tadi dia di beri obat tidur, jadi dia tidak tau kalau kau keluar. Baiklah, aku ke kamar dulu." Ny.Linggar pun keluar di iringi Ummi.
🌷
"Hah? ke mana Ummi dan juga Shaina? maaf Sus pasien di sini ke mana?" Fathir heran saat mendapati Shaina tidak ada di ruangan.
"Ooh, mereka sudah pergi Tuan." Jawab Suster.
"Wanita itu sudah siuman?" Fathir terlihat lega.
"Iya."
Fathir pun segera pergi dari UGD dan mencari gojek untuk pulang ke Hotel.
Mereka pun melaju menuju Hitel Fathir bermalam.
setelah 29 menit.
"Ini pak terimakasih." Fathir sudah sampai dan membayar biaya ojek.
Tap tap tap
Ceklek.
"Salman! hey, bangun." Ternyata salman tertidur.
"Bos ada apa?" Apa kau melihat Shaina masuk kamar?" Tanya Fathir.
"Tidak Tuan, maaf aku ketidura."
Fathir gelisah melihat oergerakan di kamar Shaina mauoun Ummi yabg memang bersebelahan.
__ADS_1
"Apa aku ketuk saja ya kamar Ummi?" Gumam Fathir, namun dia takut kalau mamah Hendra marah.
"Aku coba saja."
Akhirnya Fathir pun kekuar dan menuju kamar Ummi.
Tok tok tok
Di tunggu beberapa saat tak ada yang keluar.
Di ulan beberapa kaki oun tak ada sahutan.
"Ke mana mereka ya?" Gumamnya lagi.
Tap tap tap
seorang CS membuka lontu Shaina dan masuk.
"Hey, kau?" Fathir heran dan mendatangi CS masuk ke kamar Shaina. Namun dia terpaku saat masuk, tak sda siaoa oin di sana.
"Mas, orang yang menginap di sini ke mana ya?" Tanya Fathir Heran.
"Ooh mereka pindah Hotel Tuan, baru 10 menit yang lalu." Ucap CS tersebut.
"Apa? k mana mereka?" Fathir tampak putus asa.
"Kurang tau Tuan, maaf, saya mau bersihkan kamar ini." Fathir pun ke luar dengan kaki gontai.
Shaina...segitu bencikah kau padaku?
Fathir pun meneteskan air mata dan memegangi dadanya yang terasa sesak.
ceklek
"Zahwa...anakku." Fathir membuka lintu kamarnya dan ambruk
Bruk
"Tuan...ada apa? ah Tuan mengapa pingsan....
__ADS_1
BERSAMBUNG...