
"Huek...huek...huek..." Seorang anak laki-laki pewaris tunggal perusahaan Manae Grop, telah lahir dengan selamat. Tuan Manae pun terlihat sangat senang, Anak laki-laki yang sangat tampan sempurna.
"Awas! aku mau turun!" tiba-tiba Zeze berontak dan ingin menuruni ranjang bersalin, Damon pun segera menangkapnya.
"Suster, apa bisa kita bius saja, sampai kalian selesai menjahit."
"Baiklah." Zeze pun di bius total dengan bius dosis rendah.
"Damon, kemarilah!" Pak Manae memanggil Damon mereka pun berjalan beriringan menuju halaman rumah sakit. Mereka pun duduk di parkiran depan rumah sakit di bawah pohon rindang.
"Aku ingin kau menjadi ayah bagi anak itu?" Damon terkejut, namun dia hanya diam.
Maksudnya apa? apa aku harus menikahi wanita stres itu?
Batinnya
"Dia itu menantuku." Damon pun tambah kaget.
"Jadi! dia bukan anak tuan?"
"Dia menantuku, anak satu-satunya pewaris ku telah meninggal, di bunuh dengan sadis oleh sekelompok penjahat."
Deg
Bukankah dia juga penjahat, mungkin itu karma baginya.
Guman Damon.
"Aku dulu tidak jahat kok." Seakan menebak isi hati Damon Pa Manae pun bersuara.
"Saat istriku dan juga anak ku Hero, pergi belanja, mereka di cegat di jalan, dulu perusahaan ku tidak sebesar sekarang. orang-orang itu ingin meminta tanda tangan istriku untuk menyerahkan CV nya pada paman istriku. Namun dia menolak, dia sempat melarikan diri ke semak-semak saat Hero di sandra, namun naas, dia terjatuh ke jurang dan meninggal, melihat ibunya terjatuh karena di kejar-kejar, Hero pun mengamuk dan akhirnya terkena tembakan, saat di temukan penduduk dia di bawa ke rumah sakit, dan kami sempat bicara dan ku dengarkan ceritanya tanpa menangis. Aku ingin tau kisah kejadiannya. Hingga aku bertekat untuk membalas semua itu, dan membuatku berubah."
"Hero pun meninggal dalam pelukanku." Pak Manae terlihat terisak dan mengeluarkan banyak air mata.
"Lalu di mana mbak Zeze saat itu."
"Zeze dan Hero hanya pacaran saja, belim menikah."
#Flasbach#
"Mas Herooo hik hik hik, mengapa kau tinggalkan aku? bagaimana dengan janjimu untuk menikahi ku, bagaimana dengan bayi kita?"
Pak Manae yang mendengar Zeze menangis pun terkejut mendengat kata bayi.
"Zeze, kemarilah!" Pak manae pun melambai dan berjalan menuju dapur, Zeze mengikutinya.
__ADS_1
"Apa benar kau sedang hamil?"
"Iya pa, hik bik hik, bagaimana dengan ibu dan ayahku kalau tau semua ini, hik hik hik."
"Kau tenang saja, kami akan merawat mu dan juga bayimu, dia adalah cucuku, jaga dia dengan baik, maka kau pun akan menikmati semua kekayaanku nanti." Ada seberkas harapan di mata Zeze.
"Bibi, tolong siapkan kamar atas untuk Zeze, mulai malam ini, dia akan tinggal disini."
"Baik Tuan."
Mulai saat itu Zeze pun tinggal di rumah itu, namun buruk, dia sering bermimpi di temui Heroo, dan akhirnya dia pun sering bicara sendiri, seolah-olah sedang bersama Hero. Dia juga minta di belikan baju yang seksi-seksi.
"Nona sudah malam, ayo tidur."
Zeze terlihat menari, saat Bibi mendatanginya di Balkon rumah."
(inilah yang di lihat Damon)
Hari-hari Zeze hanya seperti itu, orang tua Zeze sudah membawanya berobat, Pa Manae juga sudah mengusahakan yang terbaik, namun tidak ada hasil.
#Flasbach End#
"Syukurlah yang lahir pun seorang anak laki-laki, aku ingin kau membimbingnya jadi seorang pria kuat dan tangguh, hari ini kau akan ke perusahaan untuk belajar memimpin perusahaanku, kelak kau harus mengajarkannya kepada cucuku itu, aku khawatir usiaku tidak cukup untuk melihatnya besar dan sukses, di sekelilingku pun banyak musuh dalam selimut, aku melihat kau adalah pria setia, aku sangat mengandalkanmu."
"Tuan, aku merasa tidak pantas untuk itu."
"Aku akan mencobanya Pak."
Pembicaraan itu begitu panjang bahkan tak terlihat ada habisnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke ruangan Zeze.
Tap
Tap
Tap
"Maaf anda keluarga Ny.Zeze?" Seorang suster mendekati mereka.
"Iya Bu." Pak Manae menjawab.
"Silahkan tebus obat ke Apotik, ini resepnya."
Damon pun mengambil resep dari tangan suster dan membawanya ke Apotik. Pak Manae terlihat bahagia dan menyunggingkan senyum.
Seandainya aku masih punya anak gadis, aku tidak akan ragu menikahkannya denganmu Mon!
__ADS_1
Gumamnya lirih.
Tak berapa lama Damon pun datang dengan membawa botol infus dan obat lainnya.
"Mon, Zeze akan segera di pindahkan ke ruang Vip, kita harus memindahkan barang kita ke sana."
"Baik Pak."
"Bibi, ayo kita beres-beres."
Tok tok tok
"Maaf, kalian sudah siap? kamar sudah beres, kalau sudah beres-beres mari saya antar." 2 Perawat datang dan mendorong ranjang Zeze menuju ruangan baru.
Ceklek
Kamar yang luas dan adem, semua keperluan seperti kulkas dan air galon pun tersedia.
setelah merapikan semua barang bawaan, Tuan Manae dan Damon lun duduk di sofa.
"Mon, ayo kita ke perusahaan sekarang, aku ingin memperkenalkan mu pada semua karyawan."
Selama ini Damon tak pernah tau, kalau sebenarnya Tuan Manae adalah Bos besar di sebuah perusahaan, perusahaan di bidang konveksi pakaian dewasa. Bahkan kekayaannya terdaftar sebagai orang terkaya no 9 di Indonesia.
"Baik Tuan."
"Bi, kami akan ke kantor, tolong jaga Zeze, kalau dia tersadar bilang saja kalau mas Heronya lagi kerja csri uang untuk biaya berobat."
"Baik Tuan."
Mereka pun pergi menuju mobil mewah pak Manae. karena selama 5 bulan ini Damon sudah sangat lihai menyetir, maka dialah yang membawa Pak Manae tiap kali pergi jalan-jalan. Setelah perjalanan selama satu jam, mereka pun sampai di gedung bertingkat, di lantai dasar tampak para karyawan toko sedang melayani pelanggan. Karena gedung ini mempunya 5 lantai, lantai pertama sengaja di buat tempat perbelanjaan khusus baju yang produksi sendiri. Lantai 2 dan 3 adalah tempat produksi, sedang lantai 4 tempat pertemuan reseler atau pun rapat para penanam saham, lantai 5 ruang pribadi, kamar, kamar mandi dan dapur kecil.
"Selamat pagi Tuan." Semua karyawan yang melihat kedatangan Bos besar pun menunduk bersamaan. setelah mereka lewat barulah mereka berani mengangkat kepala mereka. Pak manae terkenal kejam dan melakukan sedikit kesalahan saja maka dia akan memberhentikan karyawannya tanpa pesangon.
"Lihatlah pemuda itu sangat tampan."
"Wow, tampan sekali "
Semua wanita disitu membicarakan wajah Damon, laki-laki berusia 26 tahun itu memang sangat tampan, dengan rambut menjulur ke depan, wajah tirus hidung mancung kulit bersih, tak ada wanita yang bisa menolak.
Pak Manae pun membawa Damon ke tempat produksi, dan menjelaskan tuga-tugas karyawannya.
"Pak Aryo, aku ingin hari ini jam 11 kita mengadakan rapat dadakan, jadi tolong tutup Toko di bawah, suruh semua karyawan berkumpul, sekarang baru jam 10."
"Baik Pak." Aryo adalah orang kepercayaan pak Manae, orangnya sangat baik, kadang dia bisa menyembunyikan karyawan yang sudah di berhentikan masih bekerja karena merasa kasihan. pernah suatu hari tanpa sengaja seorang karyawan menabrak pak Manae dan menumpahkan minuman di baju Pak Manae, dia pun langsung di berhentikan. Aryo pun memindahkannya ke pabrik yang jarang di kunjungi pak Manae.
__ADS_1
Mereka pun naik menuju lantai 5 untuk beristirahat sebentar. Ada tatapan tidak suka ke pada Damon yang langsung di beri kepercayaan. Tatapan penuh kebencian dari salah satu karyawan Pabrik tersebut.
BERSAMBUNG....