Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Panas Membara.


__ADS_3

Warning! karena disini hanya halu Author, maka bayi Shaina walau masih berusia 7bulan kandungan, namun dia sehat dengan BB 2.5 ons ya Reader😄.Dan tidak di Inkubatur.


______________________________________________


Hendra pun menghempaskan tubuhnya di Sofa, hatinya dongkol, dia pun menatap Shaina dan Damon yang bercakap-cakap sambil menggendong bayinya. Hendra malah terasa terbakar.


"Mi, aku mau keluar dulu."


"Nak! Kok nggak makan dulu, ini nasinya mau di apain?"


"Udah kenyang Mi, nanti aja." Sambil ngomong tak sengaja wajahnya spontan menatap Shaina dan Damon, Ummi pun mengerti. Bahwa saat ini Hendra sedang cemburu.


Hendra pun pergi meninggalkan kamar Shaina.


"Shain, tolong beri aku kesempatan, ayo kita menikah!"


"Maaf, Tuan, tidak semudah itu, lagian Tuan juga sudah..." Shaina terdiam, dia tidak ingin mengungkit keluarga Damon yang dia lihat.


"Ada apa Shaina, katakan saja."


"Ah tidak apa-apa, aku sudah punya calon." Sahut Shaina sambil menatap jendela.


"Shaina, aku takut dia akan berbuat tidak adil pada putri kita, aku takut dia hanya menginginkanmu saja."


Justru kamu yang mungkin tidak adil kalau menikah denganku, kau sudah punya istri dan anak Tuan


Bathin Shaina.


"Aku akan mengatasi itu, karena ini sudah menjadi pilihanku."


"Damon, kami mau pamit," ucap pa Baron dan Bu Mega.


Masih ingatkan dengan bu mega, wanita yang akan di habisi damon karena suruhan adik dan iparnya, ternyata Damon tidak membunuhnya, namun menyembunyikannya di desa pak Baron yang kebetulan sangat terpencil. saat ini bu Mega dan pak baron sedang berada di kota ini karena akan mengurus adik dan iparnya itu, perusahaan yang dulu di rebut adiknya karena di kira bu Mega meninggal pun,sudah kembali padanya. Sesuai judulnya.Ada beberapa orang yang di tugaskan pada Damon untuk di bunuh, namun Damon malah menyembunyikannya atau menyuruh mereka operasi plastik agar tidak di kenali.


"Baiklah, terimakasih banyak Bu, pak."


"Aku akan slalu membantumu Mon, kapanpun kau mau, kau telah menyelamatkanku waktu itu."


Damon oun mengantar mereka ke parkiran.


Tap


Tap


Tap


Damon kembali ke kamar.


Deg


Ternyata Shaina sudah tertidur dan Ada Hendra yang juga tidur beralaskan sisi Ranjang Shaina. Damon sangat cemburu melihat itu, apalagi tangan Hendra tak sengaja bersentuhan dengan tangan Shaina yang juga tertidur.


Cincin itu.


Damon melihat Cincin Shaina yang melingkar di jari manisnya

__ADS_1


Apakah itu cincin pertunangan mereka?


Gumamnya.


Ummi yang tertidur di Sofa pun terbangun ketika nyamuk nakal mencoleknya.


Damon


Lirihnya.


Dia pun memperhatikan Damon yang menatap tajam ke arah Hendra dan Shaina.


"Huek...huek.." Hendra dan Shaina pun bangun bersamaan, sementara Damon segera mengangkat Putri mungilnya dan membawanya ke sofa. karena Shaina sudah memeras ASi untuk di buat di dodot, karena belum bisa bangun.


"Helo sayangku...emch, cantik sekali."



Damon pun menciuminya berulang-ulang.


Jam menunjukkan jam 04.00 pagi.


"Putri papah yang cantik, iiih gemesnya." Damon oun mencium lenuh kasih sayanh.


"Uek uek uek."


"Hey, kau mungkin menyakitinya," Teriak Shaina yang khawatir melihat Damon terus menciumi putri kecilnya itu.


"Seorang ayah tidak akan menyakiti putrinya sendiri, kecuali aku bukan ayahnya hem. Iya kan sayang." Seakan-akan Damon sengaja menyindir Hendra bukanlah ayahnya.


"Tapi bukan aku." sahut Damon lagi, seakan-akan ini kesempatan mereka saling sahut.


"Mi aku akan pulang dulu pagi ini untuk mengambil baju kalian." Ucap Hendra.


"Aku ikut Nak, biar aku menyiapkan pakaian, karena ini dadakan kami bahkan belum menyiapkan tas bayi dan baju-baju bayi pun belum aku masukkan ke tas." ucsp Ummi.


"Tapi Mi, bagaimana dengan Shaina kalau Ummi ikut pulang."


"Oh iya ya? gimana yaa?"


"Tenang saja Mi, biar aku yang jaga , aku kan ayahnya." Sekali lagi Damon menekankan kata Ayah disini, benar benar perang dingin nih😃.


"Apa kau tidak keberatan?" Tanya Ummi.


"Mi, jangankan sehari, se umur hidupku pun aku rela di sini nemenin malaikat kecilku ini." Ucap Damon lagi.


"Cih, sok." Gumam Hendra namun masih terdengar oleh ummi shaina dan Damon.


Shaina hanya mampu diam, dia tidak tau harus apa dengan dua lelaki yang sekarang seakan berlomba mengejarnya itu.


"Baiklah, ayo Nak!"


Hendra dan ummi pun pergi untuk mengambil barang pulang ke rumah.


Damon tampak menelpon seseorang.

__ADS_1


'Hello, sekarang kau pergi ke toko, ambil semua keperluan bayi selama satu minggu, baju, kasur sabun semua pokoknya, semua, tidak kurang dari 2 jam dari sekarang! kau sudah sampai"


Tuuut


"Untuk apa?" Shaina bingung dengan gertakkan Damon pada seseorang.


"Aku ingin putriku memakai baju pertama kalinya hanya dari pemberianku, tidak boleh memakai pakaian hadiah oleh orang lain." Sahutnya.


"Tapi aku sudah membeli semua keperluan bayiku Tuan?"


"Apa itu memakai uangmu?" Damon seakan curiga, bahwa itu bukan uang Shaina.


"Itu...itu.."


"Nah iyakan, pasti lelaki itu yang membelinya, kamu sudah aku kasih uang sebanyak 500juta, mengapa tidak kau pakai heh?"


"Hah?"


500 juta?


Gumamnya


Apa dia menambahkan lagi tabungan itu, terakhir ku lihat kan masih 300juta


bisik hatinya.


"Ada apa?"


"Oh tidak"


Damon lun membawa Putrinya mendekati Shaina.


"Kita namai siapa dia?"


"Aku bahkan belum menyiapkan nama, karena ini masih 7 bulan." ucapnya.


"Bagaimana kalau DayShi Damon dan Shina"


"Apaan sih," Sahut Shaina merasa aneh.


"Apa ini kamar Nona Shaina?"


"Masuk, hai"


2 orang lelaki tubuh besar masuk dan membawa banyak barang.


"Apa ini Tuan?"


"Semua keperluan Anakku." Sahutnya mantap.


"....???" Shaina hanya melongo melihat kamar luas ini hanya menyisakan sedikit ruang. dari kasur bayi, kursi bayi, kereta bayi."


Aduh aduh semua di bawa ke kamar Vip ini???


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2