
"Mengapa kita harus pindah Hotel sih mah?" Tanya Hendra Heran, karena Hendra di paksa bangun dengan mata yang sangat mengantuk karena di cekoki obat tidur.
"Kayaknya Hotel itu mistis Hen, Zahwa menangis terus tiap masuk kamar." Ny.Linggar berbohong.
"Mas, ayo kita ke kamar lagi, besok Shaina akan berobat, mungkin akan memakan waktu lama." Akhirnya Hendra dan Shaina oun masuk ke kamar mereka dengan Hotel yang lumayan jauh dari Hotel sebelumnya.
Akhirnya malam itu Hendra tertidur pulas di pelukan Shaina.
Ke esokan harinya mereka pun meluncur menuju Rumah sakit. untuk pengobatan Shaina. Di ruang dokter spesialis kandungan Shaina dan Hendra juga Ny.Linggar,sangat serius mendengarkan penjelasan dari dokter.
"Jadi bisa hamil kalau sudah 17 bulan ya dok?" Tanya Mamah Hendra.
"Benar Bu, itu pun harus kontrol tiap bulan." Jawab dokter tersebut.
"Ooh baik, sekarang kami perlu obat yang mujarab untuk penyembuhan total lukanya dok." Ucap Ny.Linggar lagi.
dokter pun memberikan resep obat patin yang harus di konsumsi selama satu minggu. Hari ini juga Shaina bisa pulang ke kotanya kembali.
🌷
"Bos, sekarang kita mau ke mana?" Tanya Salman yang menyetir mobil tak tau arah.
"Kembali ke kota kita saja, nanti akan aku pandu jalannya." Ucap Fathir.
Lelaki itu sangat loyo dan tak bersemangat.
"Aaaaaaaaaah buk buk buk." Dia memukuli mobilnya sendiri, tangannya pun memerah karena terlalu keras memukul.
"Bos, sabar bos." Salman takut takut memperingati Fathir.
"Apa salahku heh? mengapa mereka tega padaku, mereka memisahkan aku dari anakku?"
Buk buk buk
Kembali memukuli meja mobil yang ada di depannya.
Salman kali ini tak berani berkutik, dia menjalankan mobilnya sangat cepat, biar cepat sampai ke tujuan.
Setelah 1 jam lebih mereka sudah memasuki kota tempat tinggal mereka.
"Kita ke rumah pak Manae."
__ADS_1
Seeeet seeeet seeeet
Beberapa buah mobil telah di balap Slaman dan,akhirnya sampai di halaman yang luas di hiasi Bambu hias yang indah.
"Hey, sudah datang?" Zeze yang sedang menyiram bunga di halaman menyapa Fathir yang terlihat lesu.
"Ze, mana Bos?" Tanyanya
"Ada di ruang kerja."
Fathir pun ngeloyor masuk dengan langkah yang panjang panjang. Salman jadi ningung harus ngapain, akhirnya dia duduk menemani Zeze di halaman.
Tok tok tok
"Masuk!" Suara Pak Manae dari dalam.
Ceklek.
"Bos, aku ingin pekerjaan yang berat dan penuh strategi." Ucap Fathir.
"Lho, kok sudah pulang? kenapa mukamu kusut?" Manae heran melihat Fathir yang acak acakan dan kusut.
"Aku ingin Bos memberi ku pekerjaan untuk membunuh kembali, apakah ada tawaran?" Tanya Fathir serius.
"Tuan, beri aku pekerjaan."
"Baiklah, seminggu yang lalu ada yang menelpon, namun aku menolaknya, kalau kau mau, aku akan coba bertanya lagi."
Pak Manae pun mengambil Hp dan menlpon seseorang.
....
....
....
"Kau beruntung, orang itu masih memerlukan orang untuk membunuh seseorang.
" Berikan aku no telponnya."
Manae pun membsrikan no HP.
__ADS_1
Fathir keluar ruangan dan menelpon no orang itu, dia berbicara cukup lama.
'Baik Tuan, malam ini akan aku basmi sampai habis, percayalah.'
tuuut
Telpon tdrputus.
"Salman, ayo!" Ajak Fathir pada jongosnya itu.
"Mau ke mana lagi Tuan, aku bahkan belum mandi." Ucap Salman samnil mencium bajunya yang berbau.
"Tak penting, tidak akan ada yang memperdulikanmu walau kau dangat wangi. Emang kau punya pacar?" Tanya Fatjir selerti mengejek, kini wajahnya seperti dingin dan kasar.
"Kau turuti saja dia, nanti malah kau yang di gorok." ucap Zeze.
Mereka pun pergi meninggalkan kediaman Manae. menuju kesebuah rumah tak jauh dari rumah Manae grop.
"Rumah siapa Tuan?" Salman heran.
"Bukankah kau mau mandi, ayo masuk! ada beberapa pakaian di dalam lemari kau pakai saja." Fathir pun masuk kesebuah kamar dan menutulnya rapat.
Sementara Salman membuka lemari yang di tunjuk Fathir dan menemukan baju juga celana, dia pin bergegas kebelakang.
Byur
Byur
Byur.
"Segeerrrrr."
Salman terlihat sangat tampan dan mempesona dengan baju bermerek punya Fathir.
Dia pun izin keluar dan mencari makan.
🌷
Club Malam.
"Hey, siapa namamu, aku ingin kau memberikan minum pada lelaki itu, lihatlah! aku akan memberimu upah yang sangat banyak." Bujuk Fathir pada gadis malam yang duduk di sampingnya, dan menunjuk pada seseorang target yang akan dia lenyapkan malam ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG....