
Sementara Hendra yang baru menikah dengan Shaina terlihat slalu mesra, bahkan kali ini Hendra pun ikut ke kantor dan duduk manis di ruangannya.
"Sayang, sini!" Hendra melambai ke arah Shaina yang lagi sibuk memeriksa berkas.
"Ada apa sih,Bang? bentar, ini masih lihat laporan karyawan, ada juga berkas yang meu di interview besok." Ucap Shaina.
"Serahkan saja sama Luri, nggak usah repor kamu!" Ucap Hendra lagi.
"Iya deeeh, hari ni Mbak Luri izin, karena anaknya lagi sakit." Shaina pun menghentikan kegiatannya dan mendekati Hendra.
"Ooh, nanti kalau kita punya anak lagi, aku akan bantuin kamu jagain di rumah, kalau dia sakit, nggak papa aku yang jaga, kamu yang ngantor." Ucap Hendra.
"Ah, masa sih Bang? hahaha, masa kamu yang jaga aku yang ngantor?" Shaina pun duduk di pangkuan Hendra.
"Emch, kamu pakai parfum apa sih sayang? kok wangi banget, bikin aku nggak bisa jauh dari kamu." Hendra menciumi pipi Shaina lembut. Shaina hanya diam dan tersenyum manis.
Tok tok
"Masuk!" ucap Henda.
Shaina punsegera berdiri namun.
Hap.
"Diam di sini!" ucap Hendra.
Shaina oin duduk di samping Hendra, Hendra,tetap menggandeng Shaina. Mesraaa banget.
"Ini pak, laporan bagian pemasaran bulan ini." Ternyata Sisil yang masuk.
"Oh, silahkan letakkan di atas meja, dan silahkan kau kembali ke ruanganmu!"
"Baik Pak."
Sisil sangat dongkol melihat kemesraan mereka.
Awas, aku akan membalas semua ini
Lirihnya.
🌷
🌷
🌷
Satu tahun kemudian.
"Bang, makan dulu yuk, sarapan!" ajak Shaina pada Hendra.
"Bentar, aku mau gosok gigi dulu nih," Hendra pun pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Bang, biarlah aku pura pura tidak tau, tadi Obang udah sikat gigi, bahkan udah 3 kali sepagian ini.
Lirih Shaina.
Ingatan Hendra benar benar memburuk akhir akhir ini.
"Bang, sore aku mau ke dr.praktek ya, akan terlambat datang?" Shaina minta izin.
"Iya, emang ada apa? kau sakit?" Tanyanya.
"Nggak Bang, aku mau konsultasi berhenti KB aja, udah aman atau belum?" Ucap Shaina lagi.
"Oooh, kenapa terburu buru? kan msih setengah bulan lagi?"
"Nggak papa Bang, pengen konsultasi aja." Shaina pun merapikan meja makan dan memanggil ummi untuk makan bersama.
"Nak Hendra mana?" Ummi celingukan mencari Hendra.
"Lagi di kamar mandi Mi? padahal dia udah 3 kali sikat gigi pagi ini.ssst." Ucap Shaina, terlihat raut wajahnya sedih.
"Lalu bagaimana? bagaimana kalau kalian tidak mempunyai keturunan?"
Ummi juga khawatir, karena Ny.Linggar slalu menanyakan hal itu pada Shaina, kapan mau berhenti KB. Padahal msih 6 bulan lagi, tapi karena keadaan Hendra mulai memburuk, maka Ny.Linggar slalu mendesak Shaina.
"Aku akan konsultasi sore ini Mi! aku akan berhenti KB Bismillah aja."
"Kalian membicarakan apa? kok KB Kb gitu?" Ternyata Hendra udah keluar dari kamar mandi, dan terlihat mandi lagi.
Lho? kok dia mandi lagi sih? baru aja kering rambut bekas keramasan.
Pasti gara gara Alzeimernya mulai kumat parah nih.
"Oh, Obang, nggak papa kok, aku mau berhenti KB aja hari ini, sekalian pulang ngantor."
"Apa aku ikut?" Tanya Hendra.
"Nggak usah Bang,"
Mereka pun makan bersama
"Mi, apa Bibi udah datang?"
"Belum, sebenarnya, nggak papa nggak usah amnil baby sitter lagi untuk bantu bantu, Ummi juga sanggup klo cuma jagain Zahwa." Ucap Ummi.
"Mi, ku nggak mau repotin Ummi, mungkin Ummi mau kepengajian, atau kepentingan lain, Ummi bisa ikutan, lagian, dulu Ummi sudah repot ngurus Shaina."
"Nggak papa juga kok Nak."
"Aku udaj lama nggak ketemu Mamah, malam ini kita ke sana ya?"
"iya."
__ADS_1
Bang, tadi malam kita udah ke rumah mamah lho, kok lupa juga.
"Aku berangkat ya, assalamualaikum."
"Wa alaikum salam."
...
...
...
'Helo, Mah, aku udah di jalan menuju kantor, apa Mamah jadi ikut?' Shaina menelpon Mertuanya.
"Kita ketemuan di kantor saja ya?'
'Baik mah.'
Shaina melaju dengan mobil mewahnya, sekarang dia udah bisa nyetir sendiri.
Sesampainya di kantor.
"Hey, lihat itu, Shaina udah datang, ayo kita jalankan rencana kita." Ucap Sisil.
Ob itu pun meletakkan ember yang berisi sabun di atas lemari yang sudah tidak terpakai, lalu dia masuk ke dalam ruangan dekat Ember.
Setelah menunggu beberapa lama.
Buk
"Au, aduuuuh, siapa yang naruh ember di atas,ha?" Ny.Linggar berteriak histeris.
"Mamah," Shaina pun dengan cepat membangunkan mertuanya.
Sisil yang menxengar teriakan Ny.Linggar pun kaget.
ternyata yang lewat bukan Shaina tetapi Ny.Linggar.
"Security, tolong Cek CCTV depan sini, aku mau tau siapa yang meletakkan ember sembarangan, aku akan memecatnya tanpa hormat!" Ucap Ny.Linggar.
Sisil yang bersembunyi di dalam ruangan pun gemeteran, apalagi Ob. mereka lupa, kalau di depan sana ada CCTV, karena terlalu nafsu ingin mencelakai Shaina.
"Baik Bu."
Ny.Linggar pun di gandeng Shaina menuju ruangannya.
"Kurang ajar, ingat Shaina, jangan sampai Lolos OB yang sembarangan meletakkan ember itu." Ny.Linggar masih geram.
"Baik Bu, ayo aku pesankan baju di Butik biasa." Mereka pun masuk ke ruangan Shiana.
"Bagaimana ini nona?" Ob sangat gemeteran.
__ADS_1
"Aku juga bingung, apa kita kabur saja ya?" ucap Sisil sambil berkeringat dingin.
BERSAMBUNG....