
Fathir seakan melihat wajah cantik Zahwa yang tersenyum sangat manis menatap ke arahnya.
Zahwa....
Gumamnya
"Apa syaratnya?"
"Kau harus operasi wajah, aku tidak bisa membatalkan janji untuk membunuhmu, namun, aku bisa menolongmu dengan mengubah wajahmu." Ucap Fathir.
"Bagaimana dengan anak istriku?" Tanyanya lagi.
"Kau telpon mereka, tak ada yang boleh tau. Ceritakan semuanya. Setelah kau operasi, kau seakan akan adalah suami baru bagi istrimu." Ucap Fathir.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya lelaki itu penasaran.
"Aku tidak bisa membuka rahasia, besok akan ku antar kau ke luar negri untuk operasi. sekarang ayo kita bersandiwara." Ajak Fathir.
"Bersandiwara? bagaimana?" Ucapnya.
"Kau akan ku baluri darah hewan seakan akan kau benar benar mati." Ucap Fathir.
"Bagaimana kalau aku tidak mau." jawab laki itu.
"Bila aku gagal membunuhmu, maka ada orang lain yang akan di kirim untuk mencari dan membunuhmu kembali, bagaimana? apa kau setuju?" Kali ini Fathir kembali mengambil pistolnya.
"Baiklah, aku akan menelpon istriku." Lelaki itu pun meminta Hp nya yang sempat di ambil Fathir.
"Mungkin keselamatan istrimu dalam bahanya, aku tidak tau itu, sebaiknya suruh dia segera pergi dari rumahnya." Tambah Fathir lagi.
Lelaki itu pun mengerti dan menghubungi istrinya. Setelah beberapa saat kemudian lelaki itu pun sudah selesai menelpon istrinya kemudian Mereka pun bersiap pergi meninggalkan tempat tersebut. Lelaki itu pun dipasangkan jaket kacamata dan topi. pertama tama mereka akan meluncur menuju travel pembelian tiket pesawat.
"Salman, kau akan ikut dengannya, ingat kau bekerja denganku, kalau kau berani mengkhianatiku maka nyawamu dan keluargamu akan melayang, mengerti? kau tau? aku adalah pembunuh bayaran."
Kata kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya. dan menjadikan,ancaman berbahaya bagi Salman.
"😰😰😰" Salman gemetar mendengar ucapan Bosnya itu.
__ADS_1
"Mengerti Bos." Salman pun memasang kacamata hitamnya dan meluncur meninggalkan rumah mungil itu menuju Travel menaiki Grabe yang sudah di pesan.
"Zahwaaaaa, apakah aku masih bisa mendapatkanmu? Tapi mengapa perasaanku tidak enak ya? oh iya, aku juga belum mengirim foto lelaki itu yang berlumuran darah. Nanti saja, aku mau mengikuti mereka dulu." Fathir pun mengambil mobil hutannya yang jarang di pakai, sementara mobilnya di tinggal di garasi samping.
setelah menyusuri jalan 10 menit
dia melihat mobil grabe terparkir di bahu jalan.
Ada apa ini, itu kan mobil Salman dan Tuan tadi.
Fathir mendekat, namun mobil itu kosong, hanya ada Sopir yang mulutnya di lakban dan tangannya di ikat.
Brek brek brek
Lakban di lepas dan ikatannya pun di potong pakai pisau kecil Fathir yang slalu di bawanya.
"Pak ada apa?" Tanya Fathir panik.
"Tuan, mereka di culik, di sekap oleh beberapa orang besar." Ucap Sopir panik.
"Arah mana mereka ya pak?" Tanya Fathir lagi.
Fathir pun tancap gas setelah menanyai warna mobil dan Plat yang mereka pakai.
🌷
🌷
🌷
"Mas tunggu di Hotel saja ya, biar aku sama Mamah yang ke rumah sakit," Ucap Shaina pada Hendra.
"Nggak sayang, aku juga mau dengar kok, masalah kesehatanmu itu, kalau memang tidak bisa cepat, nggak usah di paksakan
ya?" Mereka pun bersiap menuju Rumah sakit. Kaki ini Hendea berkeras untuk menyetir sendiri.
Sesampainya di rumah sakit mereka menuju ruangan dokter yang sudah di hubungi sebelumnya.
__ADS_1
Ceklek.
"Silahkan duduk Nona Shaina." Seorang dokter wanita yang sangat cantik dan ramah.
"Terimakasih Dok." Shaina hendea juga mamahnya pun masuk. Sementara Ummi dan Zahwa menunggu di parkiran.
"Ini Dok, menantu saya. Saya ingin konsultasi mengenai bekas operasinya." Mqmah Hendra sangat antusias untuk kesembuhan Shaina.
"Mari saya periksa."
"Mas." Shaina tampak malu untuk membuka perutnya ketika Shaina di ranjang Pasien.
"Kenapa? Halal kok." Hendra malah menggodanya😃
"Mas ih." Dokter yang melihat malah bingung.
"Udah lunya satu anak juga, kenapa malu, ayo!" Ucap dokter.
Hendra dan mamahnya hanya tersenyum.
Sementara muka Shaina terlihat merona karena malu.
Terpaksa Shaina pun membuka bagian perut dan memperlihatkan bagian bekas operasi.Hendra begitu menikmati pemandangan itu😘baru pertama kalinya.
Seeeet seeet
Selesai pemeriksaan.
"Nona, 18bulan lagi, kau boleh hamil, jadi sementara ini kau pakai KB pil saja ya? akan aku beri obat yang terbaik untukmu."
Dokter cantik itu pun memberi resep obat.
Hendra tampak tersenyum senyum bahagia. Begitu juga mamahnya.
BERSAMBUNG....
MAMPIR YA DI
__ADS_1
WANITA BERCADAR BIRU