
Jika diruang satu sangat panas akibat pergelutan, berbeda dengan ruang satu lagi yang panas akan rindu.
Nasib jomblo😂
Kini tibalah malam terakhir bagi Vino menahan hasrat rindu setelah sekian lama. Setelah segala cara sudah ia lakukan agar dapat bertemu dengan calon istrinya. Dia sampai berendah diri dihadapan nona, meminta Aisyah agar mengunjungi rumah utama.
Namun usahanya sia-sia Ibu Aisyah tetap tidak mengizinkan apapun itu alasannya. Hal membuat Sekertaris Vino terpaksa menahan rindu yang semakin menggebu-gebu.
"Shit!! " Umpatnya.
Sekertaris Vino menatap arloji yang melilit tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, tetapi karna tugasnya membuat dia tidak bisa pulang.
demi libur nya 3 hari kedepan membuat Vino harus membereskan semua sebelum ia cuti mengambil menikah nanti.
Gibran sendiri sudah membebaskan Sekertaris Vino dari pekerjaannya, namun Sekertaris Vino menolak. Dia sangat bertanggung jawab akan tugasnya. Selama seminggu ini dia selalu pulang larut agar semua tugasnya selesai sebelum hari pernikahan.
Setelah dua jam, pria itu akhirnya berdiri. menganggkat tangan seraya meregangkan otot-ototnya kemudian mengambil sebuah bingkai dan menciumnya.
"Tunggu aku! " Ujarnya sambil tersenyum.
Pria itu menarik jas yang terletak dikursi, memakainya kemudian berjalan keluar melewati koridor kantor yang sedikit gelap.
tap, tap, tap
Vino memfokuskan mata dan telinga ketika terdengar suara langkah kaki.
Tapi siapa? karyawan disini sudah pulang sebelum jam 8 tadi dan sekarang sudah jam 10 malam.
Baru saja kakinya hendak naik mobil, seseorang berbaju hitam menghantamnya dari belakang.
__ADS_1
Vino menunduk, dan membuat si pria berbaju hitam itu mengntam pintu mobilnya. Seseorang lagi dari arah lain langsung meninju wajahnya tepat di pipinya hingga membuatnya tersungkur.
"Bawa dia! " Satu lagi berkata kepada kedua anak buahnya
Sekertaris Vino segera berdiri dan melawan mereka. Dia membalas serangan demi serangan yang diberikan si penjahat.
karna kalah jumlah, Hingga akhirnya Vino tersungkur dan dibawa oleh beberapa orang tersebut.
Wajah Aisyah yang tersenyum padanya terus berputar dikepalanya, Vino menggelengkan kepalanya yang tertutup kain.
"Hahahaha, ternyata kau sangatlah lemah Vin! ."
Vino terdiam menyanbut kedatangan seseorang yang di diduga dalang dari penculikan ini. Tak ada ketakutan dalam dirinya, Sekertaris Vino terdiam tanpa ekspresi menatapnya. seorang wanita yang baru tiba seperti sedang di eksekusi balik karna tatapan tajam Vino.
Tetapi senyumnya kembali mengembang ketika tangan dan kaki pria di deoannya ini sedang diikat. Ditambah dengan kehadiran beberapa bodyguard yang akan menjaganya.
Sekertaris Vino memicingkan mata.
"Apa kabar sayang?" Ujarnya sambil mencium bibir Vino. Namun Vino menoleh hingga ciumannya tepat di rahangnya yang kokoh.
"Ups maafkan aku!" Vino tetap diam.
"Pergilah!"
Para bodyguarnya menunduk kemudian satu persatu neninggalkan ruangan yang sedikit gelap tersebut.
Amarah Sekertaris Vino semakin naik, ketika tangan si wanita dengan sengaja menyentuh bagian sensitifnya. meremasnya sambil tersenyum.
Demi apapun, jika kau bukanlah adik dari tuan tidak akan aku ampuni kau. Geram Vino.
__ADS_1
Sebenarnya, Sekertaris Vino tidaklah benar-benar kalah. Dia hanya berpura-pura kalah untuk mengetahui siapa pelaku dibalik semua ini.
Jalankan hanya tiga bodyguard tadi, dia bahkan bisa mengalahkan seluruh bodyguard yang ada diruangan ini dengan mudah.
"Bagaimana sayang? kau menyukainya?" Sekertaris Vino tetap diam.
"Jika aku tidak bisa memilikimu, maka gadis sialan itu juga tidak boleh memilikimu!!" Ujarnya dengan lantang
wanita itu mengambil sebuah pisau kecil dan menempelkannya pada pipi Vino yang mulus.
Tak sempat pisau itu menggores luka, tangan Vino sudah bebas dan mengambil alih pisau tersebut. Ketidak hadiran pada bodyguar itupun mempermudah aksi vino saat ini.
Anna berteriak, namun bibirnya dibekap oleh tangan Vino. Pria itu membalikan posisi mereka dengan mudah. Mengikat tangan dan kaki Anna serta mulutnya kuat-kuat sebelum para bodyguar itu kembali.
"Jemput aku di jalan xxxx" tutur Vino pada seseorang yang ia hubungi.
Pria itu mengelus pipi Anna lembut.
"Kau sangatlah cantik, namun sayang! kecantikanmu hilang karna ulahmu sendiri." Ujar Vino dingin
"dan kau tau, Aisyahku tetap lebih cantik darimu!" Tuntasnya kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut dengan langkah senyap.
Anna berteriak tanpa suara, menatap nanar kepergian pria yang sangat dicintainya.
"Vinoooo!!! "
"Aku mencintaimu huhhuuuuuu"
"Aku mencintaimu, kumohon jangan pergi" Teriak Anna tetap tanpa suara.
__ADS_1
Vino yang sudah terbiasa dengan hal ini, tentu dengan mudah keluar. Meninggalkan Anna dan para doguardnya yang kelimpungan mendapati majikan mereka terikat.