PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
Bertahan atau pergi ?


__ADS_3

Gibran terbangun mendengar suara yang selama ini dirindukannya. Gibran memeluk wanita itu dengan air mata yang menetes, tanpa suara Gibran hanya memeluk keyla. menumpahkan seluruh kesedihan dan kebimbangan kepada kekasih lamanya.


Keyla hanya diam sambil menatap Adiba yang terbaring diranjang.


Gadis baik yang telah bermurah hati mengembalikan dompetnya waktu itu ternyata istri dari pujaan hatinya. Tak beda jauh dari Gibran, Keyla pun merasakan hal yang sama dengan Gibran. mereka sama sama rindu dan kecewa akan kenyataan.


Kenyataan jika mereka sama sama sudah menikah, bahkan dirinya sudah mengandung anak Mr. Alonzo sekarang.


Keyla terpaksa menerima perjodohan ayahnya dengan ayah Mr. Alonzo dengan alasan bisnis. Ayah Mr. Alonzo menjamin ketidak bangkrutan perusahaan ayah Keyla jika Keyla mau menikah dengan Mr. Alonzo


Dengan sangat terpaksa Keyla menerima pernikahan itu dan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Gibran. Selama 2 tahun Keyla mengacuhkan Mr. Alonzo dan tidak memperdulikan keberadannya.


Tapi karna kebaikan Mr. alonzo yang mau menunggu dan menerima Keyla apa adanya. Membuat hati Keyla lama lama luluh, belum lama ini Keyla baru menerima cinta dari suaminya.


Keyla menginginkan pergi ke negara ini dengan tujuan lebih menjauh dan melupakan Gibran. Tapi siapa sangka, malah ditempat inilah Keyla dipertemukan kembali dengan masa lalunya. Dipertemukan dengan status yang sama sama sudah berbeda.


Ada perasaan kecewa di benak Keyla dan Gibran. Jika saja hari ini mereka bertemu tanpa mempunyai ikatan dengan siapapun, pasti lah mereka akan sangat bahagia.


Gibran menyadari sesuatu, kehadiran Adiba yang terbaring karna ulahnya dengan keyla langsung menjauhkan badan dan melepas pelukan mereka. Hal itu sedikit membuat Keyla kecewa.


"Maafkan aku" Lirih Gibran yang di dengar oleh Adiba yang masih tersiap sambil menahan isak.


Keyla hanya diam.


Gibran menatap perut Keyla yang sedikit menonjol. Keyla menunduk mengikuti arah pandang Gibran.


"Permisi, saya akan mengcek kondisi nyonya Adiba" Dokter Aditya masuk keruangan dengan stetoskop yang menggantung dilehernya.


Gibran hanya mengangguk, matanya masih menatap perut keyla. Gibran berfikir keras.


"Apa itu anakku?" Tanya Gibran semakin membunuh hati Adiba yang masih mendengarkan percakapan mereka.


Gibran mengingat jika dirinya mempunyai salah yang sangat besar dengan menyentuh Keyla. Meski Gibran melakukannya tanpa sadar karna pengaruh alkohol, Blbukan hal tidak mungkin bukan jika Keyla hamil anaknya dan dia harus bertanggung jawab akan hal itu? Begitu fikir Gibran.


"In.." Suara Keyla terpotong.


"Nyonya anda sudah sadar" Suara Dokter Aditya bersemangat. Hal itu menyadarkan Gibran dan Keyla yang masih saling tatap. Dia melihat gerakan tangan dan air mata di sudut mata Adiba.

__ADS_1


Adiba membuka matanya perlahan. Sungguh, dirinya tidak berani melihat kenyataan di depan matanya sendiri. Suaminya sedang menatap wanita itu lagi, Gibran menatap perut Keyla.


Benarkah itu anaknya? lalu bagaimana dengan anakku.. Lirih Adiba


Adiba semakin merasakan sesak, udara yang menempel di hidung tak mampu memberikan oksigen lagi terhadapnya.


Gibran yang mendengar suara Dokter Aditya langsung berhamburan menghampiri istrinya.


"Sayang kau sudah sadar?" Tanya nya khawatir. Keyla yang mendengar panggilan sayang semakin kecewa akan kenyataan.


Mengapa dunia ini tidak adil untukku.


Adiba tidak menjawab, lidahnya kelu untuk mengucap walau hanya sepatah kata. Kekecewaan semakin menggrogoti hatinya, Adiba diam menatap Gibran dengan deraian air mata.


"Sayang, kamu kenapa?"


"Hey, apa yang terjadi dengan istriku?" Bentak Gibran kepada kepala Rumah sakit tersebut.


Dengan sigap Dokter Aditya mengecek seluruh tubuh nyonya dari tuannya. Mulai dari mata, denyut nadi dan detak jantung.


Gibran mendorong tubuh Dokter Aditya karna tidak sabar.


"Apa ada yang sakit?" Tanya Gibran sambil mengecek seluruh wajah Adiba


Hatiku yang sakit mass,


seluruh tubuhku hancur tak tersisa. Batin adiba menjerit dengan air mata yang semakin menetes.


Keyla dan Dokter Aditya hanya menatap mereka di tempat.


"Sayang?" Tanyanya lagi sambil menggoyangkan pipi Adiba.


Adiba menatap pria di hadapannya, kemudian menatap kepada perut temannya Keyla yang sedang berdiri di sudut ruangan.


"Kam_mu siapa?" Ucap Adiba terbata bata.


Gibran mengerutkan dahi, menatap tajam kepada dokter Aditya. Dokter Adytia langsung terkesiap dan menghampiri Adiba.

__ADS_1


"Anda sungguh tidak mengenal tuan Gibran nyonya?" Tanya Dokter Aditya memastikan.


Adiba menggeleng.


"Luka di kepala nyonya sangat hebat, mungkin karna hal itu nyonya mengalami amnesia" Jelas Dokter Aditya membuat Gibran lunglai di tempat.


Gibran menatap kedua wanita tercintanya, kedua wanita yang kini berada dalam satu ruangan bersamanya.


Gibran menatap perut keyla, beralih kepada Adiba yang kini menatapnya. Adiba tidak mengingat apapun, bahkan dirinya dan cintanya.


Anak yang di kandung Keyla? haruskah aku memanfaatkan ketidak sadaran Adiba untuk memilih Keyla dan melepaskan Adiba?.


"Arghh!!!" Teriak Gibran mengusap wajahnya kasar.


Berjalan keluar sambil membanting pintu membuat semua orang di dalam ruangan terkejut termasuk Adiba.


Dosakah aku telah berbohong kepada suamiku?


Tapi, Adiba melakukan ini demi anak yang di kandung Keyla. Adiba tidak ingin anak itu lahir tanpa ayah. Lantas, bagaimana dengan anaknya?


Biarkan anak ini Adiba sendiri yang tanggung. Dia akan menjadi ibu sekaligus ayah bagi anaknya. Adiba tidak akan membiarkan anaknya mengetahui jika ayahnya mencintai wanita lain bahkan mempunyai anak dari wanita lain.


Keyla menghampiri Adiba.


"Apa kau baik baik saja Adiba?" Keyla bertanya sopan.


Adiba mengangguk tersenyum. Bukan salah Keyla dalam hal ini, bukankah ini salahnya? Adiba telah merebut Gibran dari Keyla.


Buktinya perut Keyla lebih besar dari perutnya yang masih rata. Berarti dirinyalah yang bersalah.


Tapi kenapa Gibran tidak jujur?.


Adiba tersenyum menatap perut Keyla, dibalas senyum pula oleh Keyla.


"Berapa usia kandunganmu?" Tanya Adiba lirih.


Hatinya sangat sakit melihat bayi yang masih berada didalam kandungan wanita itu.

__ADS_1


"Lima bulan" Terpancar kebahagiaan dari wajah cantiknya membuat Adiba semakin yakin akan suatu hal.


__ADS_2