
Tanpa berkata lagi, Gibran melepas pelukannya dan langsung membopong Adiba dengan gagahnya berjalan keluar menjauhi gudang tersebut.
"Aku bisa jalan sendiri, kumohom turunkan" Rengek Adiba karna malu dilihat para pengawal Gibran yang tak terhitung jumlahnya.
Gibran menatap tajam Adiba sebagai jawaban TIDAK. Membuat Adiba pasrah dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
Ketika sampai di depan mobil, Sekertaris Vino membukakan pintu kemudian Gibran meletakan Adiba dengan sangat hati-hati di kursi belakang diikuti dengannya yang duduk disamping Adiba.
"Ke Villa" Ucapnya tegas.
"Siap tuan muda" Jawab sekertaris Vino sigap yang sudah duduk dibelakang kemudi.
Kemudian mobil mewah yang mereka tumpangipun mulai melaju dengan kecepatan sedang diikuti oleh mobil para pasukan Gibran.
Selama perjalanan, Gibran tak sedikitpun melepas genggaman tangan dan membiarkan Adiba jauh walau hanya sejengkal saja. Membuat Aisyah yang sedari tadi duduk di samping Vino menyaksikan hal itu terkagum-kagum.
Vino melirik kesamping kiri sambil menatap tajam, membuat Aisyah mengerucutkan bibirnya.
-Ish, ni ketek paus gak bisa diajak becanda banget si. Dengusnya kesal.
Gibran merangkul erat tubuh istrinya kemudian mencium rambut Adiba yang tersibak jasnya sedikit.
Vino yang tidak sengaja melihat dari kaca spion langsung mendapat serangan tajam dari tuannya.
"Tutup matamu!" Tegas Gibran.
-Aih... posesif sekali kau ini tuan. Batin Sekertaris Vino
"Jika mataku ditutup, bagaimana aku menyetir tuan muda?" Goda sekertaris Vino.
"Vin!! kau mau mati?!!!" Tegas Gibran lagi.
"Tidak tuan muda. Maafkan saya" Jawab Vino dengan cepat
Adiba hanya memutar bola matanya malas dengan sikap Gibran yang berlebihan, sedangkan Aisyah tertawa melihat pria Arrogant disampingnya ternyata punya rasa takut juga.
"Hahaha klo begitu kau tutup saja matamu ketek paus! tapi bolongin sedikit pas bagian mata, agar mirip seperti ninja hatori..!" Celetuk Aisyah yang langsung mendapat serangan mata saringgan dari Vino.
"Ops" Aisyah menutup mulutnya, dia tidak ingin jika pria gila disampingnya ini mencuri bibirnya lagi.
__ADS_1
"Hahaha, jangan-jangan. Pakai topeng ini saja." Adiba memapangkan apa yang ditemukannya di kursi pojok. Sebuah topeng badut.
Membuat semua menatap padanya termasuk Gibran.
-Apa yang kau lakukan nona? Kumohon jangan melakukan hal bodoh kepadaku. Batin Sekertaris Vino memelas.
Ada rasa bahagia melihat istrinya tertawa hanya karna hal bodoh, tapi seketika Gibran mengingat sesuatu.
"Kau dapat darimana?" Tanya Gibran.
"Disana, dibelakangmu" Jawab Adiba cepat membuat Gibran mengerutkan keningnya.
"Vin?" Tanya Gibran yang mengerti pasti ulah sekertarisnya.
"Maaf tuan, saya lupa membereskannya" Jelas Sekertaris Vino yang merasa bersalah.
Adiba langsung beranjak dan menyambar kursi kemudi tapi dengan cepat Gibran menarik tangannya hingga jatuh kepangkuan Gibran.
"Hey kau mau apa?" Bentak Gibran kesal karna Adiba mendekati pri lain.
"Mau kupakaikan topengnya, kau bilang suruh menutup matanya" Jawab Adiba sengaja yang ingin mengerjai suami posesifnya.
"Kau ini...!" Bentak Gibran yang semakin kesal dengan tingkah Adiba.
"Biar temanmu saja yang memakainya" Jelas Gibran sambil mempererat pelukannya.
"Siap bos.." Jawab Aisyah dengan semangat empat limanya sambil meraih topeng yang dipegang Adiba.
Akhirnya, Aisyah bisa ngerjain pria yang sudah mencuri bibir sucinya.
Baru saja Aisyah ingin mendekat tapi Vino sudah menghentikannya.
"Berani kau melakukannya..! akan kucium kau nanti" Bentak Vino yang membuat Adiba tertawa terbahak-bahak.
"Bhuahahaha kalian ini lucu sekali" Ujar Adiba yang yang lucu terhadap tingkah Aisyah yang langsung menciut mendengar ucapan Sekertaris Vino.
Pasalnya Aisyah bukanlah tipe gadis penakut, dia siswi yang paling ditakuti oleh siswa perempuan maupun laki-laki. Tidak ada yang berani membantah ucapannya.
"Seorang Aisyah Adirata yang garang takut kepada laki-laki?" Tantang Adiba sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"Tidak,..!" Jawab Aisyah cepat.
Bisa hilang reputasi kegarangannya, jika dia tidak melakukannya.
-Tapi bagaimana jika dia benar-benar menciumku lagi? Ah masa bodo! dia kan sedang menyetir. Aku akan langsung kabur jika sudah sampai nanti. Batin Aisyah dengan senyum jahilnya dan langsung menyambar Vino dan memakaikan topengnya.
"Kau mau apa??" Vino terkejut ketika Aisyah tidak takut dengan ancamannya dan malah mendekatinya.
Tanpa menjawab ucapan Vino, Aisyah langsung memakaikan topeng badutnya. Alhasil, wajah Vino yang tampan berubah menjadi badut lucu yang merah di bagian pipi dan bibirnya.
Aisyah mengedipkan satu matanyabketika sudah berhasil mengerjai Vino, membuat Vino yang sedang menyetir geram menatap Aisyah.
-Sial...! awas kau nanti. Batin Vino
"Vin!! setir yang benar" Tegas Gibran yang melihat Vino menatap tajam kewajah Aisyah dengan wajah anehnya.
Melihat sekertaris jenius dan tampannya di kerjai dengan gadis-gadis kecil Membuat Gibran ingin tertawa terbahak-bahak, namun ia tahan. Bisa hancur reputasi sebagai bosnya nanti.
"Masya Allah... kau ini tampan sekali ketek paus" Ujar Aisyah sambil mengeleng-gelengkan kepala Vino.
"Diamlah" Bentak Vino.
"Hahahahah" Tawa Adiba dan Aisyah meramaikan seisi mobil.
Sekertaris Vino pun pasrah dan hanya fokus menyetir berharap jika hari ini hanya mimpi buruk.
...--...
15 menit perjalan, 15 menit pula Sekertaris Vino menahan malu dan amarah karna memakai topeng sialannya.
Sedangkan Gibran, dia sibuk dengan tubuh Adiba yang berada di pangkuannya. Gibran sama sekali tidak mengizinkan Adiba turun klo tidak akan melucuti habis pakaiannya.
Mobil mewah yang mereka tumpangi pun sudah sampai di halaman Villa. Dengan wajah yang masih di tutupi topeng, Sekertaris Vino keluar dan mengitari mobil membukakan pintu untuk tuannya.
Mendapat waktu untuk kabur, tentu saja Aisyah tidak membiarkannya. Dengan langkah cepat Aisyah membuka pintu dan berlari.
Sekertaris Vino membungkukan badan ketika Gibran sudah masuk kedalam kamar dan dengan cepat membuka topeng sialannya.
Kemudian dia kembali teringat dengan gadis yang mengerjainya.
__ADS_1
Dengan cepat Vino kembali ke mobil, tapi nihil. Aisyah sudah berlari kocar kacir masuk ke Villa lewat belakang.
"Shitt" Umpat Vino yang memilih ikut masuk ke Villa.