PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
MP sang sekertaris


__ADS_3

Vino tak menjawab, dia hanya tersenyum tipis sambil membuka kemejanya. Ketakutan istrinya membuat dia semakin terlihat cantik dan imut.


"Ketek paus, apa yang mau kamu lakukan?" Aisyah kembali bertanya dengan hati yang sudah gemetar. Dia sungguh takut sekarang, kata malam pertama terus terngiang ngiang dikepalanya.


Haruskah aku melakukan itu sekarang


Sekertaris Vino yang geram karna gadis ini kembali memanggilnya dengan nama aneh itu langsung berlari menciumnya. menarik tubuh itu agar lebih dekat, serta menekan tekuk lehernya.


"Mphhhhh" Aisyah yang mendapat serangan tentu terkejut.


Dia tidak bisa mengimbangi permainan suaminya, pria ini bermain lebih ganas kali ini.


Aisyah dibuat terbuai oleh permainannya, terdengar jantung yang menggebu dari keduanya. Dengan cepat ia menyadarkan diri dan membuka mata.


"STOPPPP!!!!! " melepas pautan mereka kemudian mendorong dada suaminya.


Vino diam, dia menatap istrinya yang juga ngos-ngosan.


Itu belum apa-apa gadis kecil!! Senyum menakutkan bagi seorang gadis.


"Tunggu! "


Vino menatap istrinya seolah bertanya 'ada apa?'


"Tuan Gibran tadi bilang untuk menikmati hadiah darinya." Aisyah bertanya sekenanya, dia hanya mengulur waktu dengan membicaran hal lain dan berharap pria ini menunjukan hadiahnya dan melupakan malam pertama mereka.


Sekertaris Vino terlihat mengerutkan dahi dan diam sejenak seperti memikirkan sesuatu.


"Kau mau melihatnya?" Tatapan Vino tak berubah, selalu saja menyeramkan dimata Aisyah.


"Eh, iya"


"Baiklah" Sekertaris Vino yang sudah bertelanjang dada kini membuka sabuk celananya pelan-pelan.


Aaaa apa yang pria gila ini lakukan.


"Eh, eh kau mau apa?" Degup jantung Aisyah semakin bergejolak ketika Pria ini melakukan hal yang lebih ekstrim


"Kau bilang ingin melihat hadiah itu hmm?" Sekertaris Vino kini sudah ada didepan Aisyah, membelai pipi itu lembut.


"Iyya"


Lalu apa hubungannya dengan sabuk sialan mu itu!!!! Ingin sekali Aisyah meneriaki dan mencakar wajah tampan suaminya ini. Tapi mata elang suaminya sudah mengikis habis nyalinya.


"Baiklah!" Pria itu kembali menyentuh sabuknya.


"Eh,eh ketek paus. Hmm maksudku... "

__ADS_1


Gila!!! aku harus memanggilnya apa. Mata Vino kembali menyerang ketika ia mengatakan kata itu.


"Suamiku!" Ujarnya


Hah? Aisya melotot membuat Vino melanjutkan kegiatannya.


"Eh iya suamiku, eh tidak. hmm maksudnya lalu apa hubungannya hadiah itu dengan ini?" Aisyah berusaha bicara lembut sambil menahan tangan suaminya yang berhasil menarik sabuk itu.


Sekertaris Vino melempar sabuk itu kesembarang arah membuat Aisyah menelan salivanya.


bugh


Kedua tangannya ia tempelkan di tembok, hingga membuat Aisyah terkukung.


"Sebelum kau melihat hadiah orang lain, maka nikmatilah hadiah dariku" Mencium bibir Aisyah dengan sangat lembut.


Hadiahmu? apa hadiahmu? Jangan bilang,


haha ketek paus, jangan bilang kalau hadiahmu itu pisang karatanmu itu.


Vino tersenyum, dia kembali membuka pakaian bawahnya dengan perlahan. Seperti memang sedang menguji nyali istrinya.


Aisyah yang melihatnya tentu sangat takut, dia menahan tangan suaminya.


"Eh, hehe kalau begitu aku tidak jadi melihatnya"


Hm rumah? tuan gibran memberi hadiah rumah kepadaku? Hmm baik sekali


Tapi tunggu, urusan dengan pria gila ini belum selesai.


"Tapi ke... eh. tapi suamiku, aku lelah aku mandi dulu ya."


Kabur!! Kamar mandi yang berada diluar kamar memberi peluang padanya agar bisa kabur


"Baiklah."


Vino membalikan Aisyah dan membuka resleting gaun Aisyah perlahan.


"Aku bisa sendiri!" "Diam, atau tidak mandi!"


huft.


Gaun itu terjatuh, kini tinggal pakaian dalam saja. Aisyah menutup matanya kuat-kuat. untung tidak ada cermin besar disini, jika ada. Dia tidak sanggup melihat tubuhnya sendiri dalam keadaan seperti ini.


Vino tersenyum devil, hadiahnya kali ini lebih menggoda. Tubuhnya yang padat membuat darah Vino mendidih. Nafasnya menggebu, bahkan juniornya telah bereaksi.


dia mencium tengkuk leher, membuat sang empu merinding. Tak sampai disitu pria itu juga meraba kain bra berwarna putih milik istrinya dengan lambat kemudian membukanya.

__ADS_1


Vino membuka kain itu dengan perlahan hingga kedepan, kain itu ia lepas, namun tangannya yang masih di depan ia tempatkan di area gundukan yang sedari tadi tertutup, kemudian meremasnya.


Aisyah sontak menahan tangan suaminya.


"Suam..."


"Diamlah!! " Pria itu semakin meremas ketika Aisyah melepas tahanannya.


Jika saja pria ini bukan suaminya, Aisyah pasti sudah meninju senjatanya dan mencakar habis wajahnha.


ini sungguh memalukan!!


Membalikan tubuh Aisyah dan langsung menciumnya. Tangannya masih meremas kedua gundukan tersebut, satu lagi kini meraba bagian paha dan mengangkat satu kakinya.


Puas mencium seluruh wajah istrinya, bibirnya kini mencium bagian leher hingga meninggalkan banyak bekas merah disana. Bibir itu kembali turun, mencium serta menyesapi kedua benda kenyal tersebut.


Sedangkan jarinya sudah masuk kedalam kain segitiga istrinya. Aisyah melenguh, dia sangat takut namun tak dipungkiri dia juga sangat menikmati permainan suaminya.


Sensasi yang dia rasakan sangat gila dan memabukan, dia belum pernah merasakan hal ini sebelumnya.


Melihat gadis kecilnya terangsang, Vino menidurkan istrinya dikasur. kembali melakukan pemanasan di area sensitif istrinya. Membenamkan wajah itu di area paling dalam.


"Suamiku, akhhh!! "


Desahan Aisyah membuat Vino semakin menggila, dia sudah tidak sabar. Dengan cepat ia mengarahkan juniornya.


"Aku takut!"


"Tahanlah sayang, aku akan melakukannya perlahan"


"Aw!! sakit!!! " Aisyah menangis, dia merasakan nyeri diarea sensitif ketika ada seduatu masuk kedalam.


"Tahan sayang" Vino mempercepat gerakan pinggulnya, beberapa kali dia merasa sangat puas dengan permainannya kali ini dan sangat menikmatinya.


Hingga akhirnya mereka tiba pada titik puncak.


"Akh!!!" Keduanya mencapai pelepasan.


Sekertaris Vino menanam benihnya.Dia sangat berharap Aisyah bisa segera hamil seperti nona Adiba.


"Aku mencintaimu" Vino mencium kening istrinya yang penuh keringat. Dia sangat bahagia karna mendapatkan hal yang paling berharga dari istrinya.


Terima kasih sudah menjaganya untukku.


Aisyah tak mendengar, dia langsung tertidur akibat lelah. Namun, tepat pukul 01 malam Vino tiba-tiba memasukan juniornya tanpa ijin. perlakuan Vino membuat Aisyah terbangun.


Aisyah tak bisa menolak, ini sudah menjadi kewajibannya.

__ADS_1


Vino melakukan hal itu lagi, lagi dan lagi. Meski Aisyah tidak terlalu merasakan sakit lagi. Namun karna Vino melakukannya hingga subuh tiba membuat badannya hancur berkeping-keping.


__ADS_2