
Di ditempat lain.
Vino sudah sampai di depan rumah Aisyah (teman Adiba), tidak tampak seorang pun disana. Vino memutuskan mengetuk pintu, dan keluarlah seorang gadis cantik.
Aisyah terpaku sekilas melihat pria tampan bertubuh atletis dan memakai pakaian formal dengan kacamata hitam yang menempel di hidung mancung mengetuk rumahnya.
Aisyah mulai menghayal jika pria ini adalah pangeran yang ditunggunya selama ini, sama seperti buku novel yang dibacanya.
"Ekhemm" Deheman Vino membuyarkan lamunan Aisyah.
"Eh maaf maaf, anda cari siapa?" Tanya Aisyah sopan dengan wajah yang masih mengagum ngagumi.
-Banyak banget bule dateng kerumah gue akhir-akhir ini. Batin Aisyah cekikikan mengingat kedatangan Zein dan sekarang pria ini.
"Masuklah kedalam mobil" Ucap Vino datar dan langsung menarik tangan Aisyah.
Vino yang lelah karena harus bulak balik, dia tidak ingin berbasa-basi.
"Eh eh kemana?" Tanya Aisyah sambil mempercepat langkahnya menyeimbangi jalan Vino yang lebar.
Vino tidak menggubris pertanyaan Aisyah, dia malah mempercepat langkahnya.
"Hey bule!!! jangan mentang-mentang kau tampan kau bisa bertingkah seenaknya." Kesal Aisyah terhadap sikap pria yang tak dikenalnya ini.
Bule satu ini berbeda dengan Zein yang ramah ketika berkunjung kerumahnya bersama Adiba kala itu.
Vino menyerngitkan dahinya menatap Aisyah. Vino menganggap gadis di depannya gadis yang aneh dan banyak bicara. Membuat Vino pusing dan geram.
Aisyah yang di tatap Vino langsung salah tingkah😂 yang tadinya marah jadi kembali lembek hatinya ketika melihat Vino membuka kacamata hitamnya.
-Masya Allah...! mimpi apa gue semalam ketemu pangeran di depan rumah. Batin aisyah.
"Elap air liurmu!" Ujar Vino ketus membuat Aisyah mengerucutkan bibirnya.
"Ishhh dasar Arrogant!" Gumam Aisyah yang masih terdengar oleh Vino.
"Kau bilang apa tadi?" Tanya Vino mulai meninggikan suaranya.
"Dasar Arrogant!" Jawab Aiysah lebih tegas.
"Kau..!" Jawab Vino geram sambil menunjuk wajah Aisyah.
Bisa-bisanya dirinya berhubungan dengan gadis aneh seperti ini. Vino semakin geram karena gadis ini berani mengeraskan suaranya walau sudah di tatapnya, berbeda dengan gadis lain yang langsung menciut nyalinya ketika di tatap membunuhnya.
"Apa???? dasar arrogant, orang aneh, tampan gilaaa....!" Teriak Aisyah sambil berkacak pinggang karena kesal dengan sikap pria yang sok tau di depannya ini.
Jika saja tidak tampan mungkin Aisyah sudah membungkusnya menjadi buras.
Vino membungkam mulut Aisyah dengan tangan kekarnya dan langsung memasukannya kedalam mobil.
"Hey, lepasin!!" Teriak Asiyah sambil berusaha melepas bungkamannya.
Aisyah menggigit keras tangan Vino.
"Auwww" Ujar Vino mengkibas-kibaskan tangannya yang digigit.
"Dasar singa betina...!" Teriak Vino karna geram dengan gadis gila ini.
"Eh eh sembarangan aja klo ngmong, dasar ketek paus...!!"
Vino menyerngitkan dahinya tidak mengerti ucapan Aisyah yang menurutnya aneh.
"Ketek paus?" Tanya Vino mengulangi ucapan Aisyah membuat Aisyah tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Vino yang semakin geram menarik paksa Aisyah masuk kedalam mobil sportnya. Beraninya gadis gila ini menertawakannya.
"Hey buka pintunya...! kau mau menculikku ya?" Teriak Aisyah ketika pintu mobil sudah di kunci otomatis oleh Vino.
Vino tidak menjawab pertanyaan Aisyah, dirinya sudah cukup pusing meladeni gadis gila di depannya.
"Hey apa kau gagu? aku bertanya padamu!" Teriak Aisyah lagi sambil tetap berusaha membuka pintu mobil.
"Diamlah!" teriak Vino membuat Aisyah tersentak sebentar.
Tapi Aisyah kembali menjawab ucapan Vino.
"Tapi kau mau membawaku kemana??"
"Ke neraka!" Ucap Vino tegas dan nyaring membuat nyali Aisyah menciut.
Vino yang sempat menoleh dan melihat wajah ketakutannya Aisyah langsung tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha ha ha ha, gadis bodoh!" Ujarnya
Asiyah yang baru saja menyadari dirinya sedang dikerjain kembali pada nyalinya.
"Ihhh dasar belek tokek...!!!" Teriak Aisyah
"Sialan..! gadis gila, dasar cacing kremi gk bisa diam" Ujar Vino tak mau kalah.
"Bodo!! lepasin belek tokek...!" Teriak Aisyah sambil menggoyang-goyangkan lengan Vino yang sedang mengemudi.
"Hey hey apa yang kau lakukan!!" Teriak Vino geram terhadap kelakuan gadis gila ini.
Citt
Vino mengerem mobilnya karna Aisyah tetap menggoyang-gogangkan lengannya.
"Apa kau ingin mati hah?" Ujar Vino dengan wajah yang sudah memerah.
Nyalinya menciut ketika suara tegas pria ini,
-Galak bener ni bule. Batin Aisyah.
"Menemui nona Adiba" Jawabnya singkat sambil kembali melajukan mobilnya.
"Adiba?" Wajah Aisyah berbinar ketika mendengar nama temannya, sudah sehari ini dia merindukannya. tapi tak lama kemudiaan ingatannya kembali pulih.
"Tap aku belum izin kepada orang tuaku"
"Akan kuurus nanti" Jawabnya singkat membuat Aisyah diam tak bisa protes lagi.
Diamnya Aisyah membuat Vino menyeringai tipis.
-Punya nyali juga gadis bodoh ini.Batin Vino.
Kemudian tidak ada lagi percakapan diantara mereka.
Aisyah yang bosan karna perjalanan yang jauh akhirnya tertidur dimobil sedangkan Vino tetap fokus menyetir dan sesekali melirik gadis aneh yang sedang tertidur di sampingnya.
...-----...
Malam hari, Vino dan Aisyah baru tiba di villa yang ditempati Gibran dan Adiba. Ada rasa tidak tega untuk membangunkan Aiysah, tapi gengsi mengalahkan rasa kemanusiaannya.
Idenya muncul ketika mengingat perlakuan gadis gila ini yang menertawakannya, Vino mengambil tongkat card kartu tol dan menggoyang-goyangkan badan Aisyah.
Vino menahan bibirnya agar tidak tertawa terbahak-bahak ketika Aisyah menggeliat.
__ADS_1
-Dasar cacing kremi!!! tidur udh kayak mati suri. Batin Vino
Karna kesal tak kunjung bangun, Vino melemparkan tongkat tersebut kewajah Aisyah dan seketika itu juga Aisyah bangun.
Vino keluar tanpa bicara ataupun mengajak Aisyah keluar.
"Aaauwww" Aisyah mengusap-ngusap tempat yang berhasil di darati oleh tongkat sialan itu.
"Ishh kutarik kata-kata ku klo dia tampan!" Gumamnya yang langsung mengikuti langkah Vino.
"Wahhh indahnya..." Ujar Aisyah ketika melihat banyaknya gemerlap lampu yang terlihat dari puncak gunung.
"Dasar norak!" Ketus Vino yang berada di sampingnya.
"Bodo! lagian apa urusanmu" Jawab Aisyah jutek sambil tetap menatap kearah lereng yang dihiasi gemerlap lampu, dia tidak ingin melewatkan momen indah ini.
Aisyah masih kesal dengan pria gila ini, karena telah berani menodai wajah cantiknya dengan tongkat. Dia terus fokus berjalan sambil matanya menatap indahnya hamparan bumi tanpa memperdulikan keberadaan Vino.
DUG
Aisyah menambarak Vino yang sudah berlipat tangan menatap kearahnya.
"Auww sakit tauk!" Ujar Aisyah sambil mengusap-ngusap jidatnya.
Tanpa menjawab ucapan Aisyah Vino langsung menjewer telinga Aisyah dan menariknya masuk kedalam villa.
"Auww!!! hey ketek paus lepasin!!!" Teriak Aisyah sambil berusaha melepaskan jewerannya.
Vino tidak menggubrik teriakan Aisyah dan mempercepat langkahnya.
"Selamat malam tuan muda" Sapa Vino ketika sudah berada di meja makan.
"Auww kau itu beraninya menarik telingaku!! ibuku saja tidak pernah menjewerku" Cerocos Aisyah yang belum menyadari posisinya.
-Dasar gadis tak tau malu. Geram Vino semakin kesal terhadap tingkah Aisyah yang tidak tahu tempat.
Gibran dan Adiba tersenyum kemudian saling melempar pandangan.
Gibran sudah memberitahu Adiba jika sahabatnya akan datang kemari untuk menemaninya. Gibran juga telah menjelaskan jika dirinya tidak hanya liburan disini tapi sekaligus mengecek lahan yang akan dijadikan perusahaan cabangnya.
"Ekhemm" Adiba berdehem menyadarkan sahabatnya yang sedang amnesia.
"Adiba?...!" Teriak Aisyah yang langsung berlari memeluk Adiba.
"Kau itu jahat sekali!!! mengirim ketek paus itu kerumahku" Protes Aisyah membuat Gibran dan Adiba menyerngitkan dahinya kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha ha sekertaris tampanku sudah beralih profesi rupanya." Ejek Gibran.
Vino yang mendengar hinaan terhadap dirinya hanya menundukan kepalanya. Vino hanya tunduk terhadap tuannya Gibran.
-Gadis bodoh!! akan kubalas kau nanti!. Geram Vino dalam hati.
"Baiklah-baiklah maafkan aku, ayo kita malam kau pasti lelah" Ajak Adiba sambil menggiring Aisyah duduk disamlingnya.
Aisyah melihat sekitarnya, dia baru menyadari bahwa dia sedang di tempat asing sekarang. Aisyah mendapati bule tampan lagi disamping Adiba.
"Ba!!" Bisik Aisyah
"Hmm?"
"Bule itu suamimu?" Tanya Aisyah berbisik.
Adiba menatap wajah suaminya. Gibran yang di tatap hanya sibuk memasukan makanan kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Hahaha bule kau bilang? iya dia suamiku." Ujar Adiba membuat Gibran dan Vino menoleh kearah mereka.
"Ahhh makin lama makin tampan saja." Bisik Aisyah membuat Adiba menggeleng-gelengkan kepalanya.