
"Adiba...!! Aaa romantisnya" Teriak Aisyah tak tahan lagi ketika dua bule tadi sudah pergi menjauh.
Aisyah berlari menghampiri Adiba dan langsung memeluknya.
"Ish biasa deh, gendang telinga mau pecah ni"
"Hehe, ya maaf. Abisnya soo sweet banget kyk opa opa korea yang sering muncul di film-film tu" Aisyah nyengir kuda.
"Kan kan mulai lagi ni anak! kebanyakan nonton sinetron ni begini jadinya." Ucap Adiba.
"Udah ah, mending kita kesana yuk. Nyobaim naik kuda disana tuh" Tunjuk Aisyah ke kerumunan kuda di tengah lapangan
"Jummmm...!" Sahut Adiba bersemangat.
Mereka berjalan perlahan menuruni puncak gunung sambil sesekali bersiul riang. Aisyah dan Adiba sangat menikmati pemandangan alam dengan hamparan kebun teh yang sangat hijau tersebut.
"Pak kita sewa kudanya untuk dua orang ya" Sahut Adiba kepada pemilik kuda ketika sudah sampai di sebuah lapangan besar.
"Monggo neng-neng ayu" Jawab pria tadi ramah.
"Baru kali ni ada orang yang bilang gue ayu setelah emak gue" Ujar Aisyah cekikikan.
Kemudian mereka mulai menaiki kuda yang berbeda ditemani olah pemiliknya, berjalan perlahan memutar area kebun teh yang luas nan hijau.
"Hemm segernya...!" Ujar Adiba sambil merentangkan tangannya.
"Iya ba. Hmmm rasanya pengen bikin rumah disini dan tinggal disini bareng pujaan hati dah" Celoteh Aisyah kembali menghiasa suasana.
"Oke, tar aku sampein ke sekertaris Vino" Jawab Adiba singkat yang mendengar ocehan Aisyah.
"Eh, kenapa dia? Apa hubungannya sama ketek paus tu?" Tanya Aisyah yang kembali kesal setiap mengingat pria itu.
"Tuh kan, panggilan sayangnya aja khusus" Ujar Adiba sambil menahan tawanya.
"Sayang? wleee...! Tu olokan ba...!" Teriak Aisyah yang membuat Adiba terkekeh geli melihatnya.
__ADS_1
"Yaya" Jawab Adiba sambil memutar matanya malas.
"Tapi inget lho...! Benci dan cinta tuh beda tipis. Bisa aja sekarang benci besoknya cinta, sampe mati pula" Adiba menirukan Bu Indah yang cantik sembari tersenyum menggoda.
"Wlee,,, ogah! amit-amit cabang bayi. Gak akan mau dan akan pernah...!" Jawab Aisyah tegas sambil mengetuk-ngetuk tangan ke kepalanya kemudian ke punggung kuda.
"Oke, tapi awas lho beneran berubah jadi cinta" Goda Adiba.
"Tar bucin melebihi kita nanti" Sahut Adiba lagi.
Aisyah menghiraukan ucapan Adiba, dan malah asik berselfi ria dengan ponselnya. Membuat Adiba mendengus kesal, karna ponsel miliknya tertinggal di dalam villa.
"Ikut...!" Ujar Adiba yang melihat Aisyah yang tengah asik berselfi ria sendiri.
"Wani piro....? Hahaha" Ledek Aisyah.
"Ih dasar mereket jahe...!" Dengus Adiba membuat Aisyah berhasil membalas Adiba karena telah menggodanya dari tadi.
"Hehe becanda...!" Jawab Aisyah sambil tertawa.
Mereka pun berpose berdua dengan banyak gaya meski masih diatas kuda. Adiba dan Aisyah yang baru menikmati indahnya alam hijau sangat menikmatinya. Hingga mereka tak menyadari jika mereka sudah jalan terlalu jauh dari Villa tersebut.
...---...
Di halaman Villa.
"Woy..! lu pada cari mati hah malah pada ngopi disini?" Tegas Udin salah satu penjaga villa menegur para bodyguard yang ditugaskan mengungkit Adiba dan Aisyah.
"Tenang, nona hanya menaiki kuda disana saja ko. Lagipula, bahaya apa ditempat asri dan pedalaman seperti ini" Ujarnya santai.
"Kuda mana?" Tanyanya Udin lagi.
"Disana?" Tunjuknya kearah tempat awal Adiba dan Aisyah menaiki kuda tanpa menoleh.
Karna geram tak kunjung mendapatkan objek, Udin menengokkan kepala bodyguard tadi dengan tangannya.
__ADS_1
"Tuh liat! kuda mana?" Tegas Udin yang kesal.
"Shit...!" Umpat bodyguard tersebut karna tidak mendapati nonanya disana
Dia langsung berlari kearah posisi Adiba diikuti beberapa bodyguard lain di belakangnya.
"Nona?" Teriaknya.
"Nona anda dimana?" Tanya salah satunya.
"Sial...! bisa habis nyawaku jika tuan muda Gibran tahu istrinya menghilang" Umpat bodyguard satunya.
Mereka berempat berpencar untuk mencari keberadaan istri dari tuannya.
Ditempat lain di waktu yang sama.
"Bang? apa kita tidak terlalu jauh?" Tanya Adiba yang mulai tidak mengenali posisinya, sedangkan Aisyah masih tetap sibuk dengan ponselnya mempost aktifitasnya kedalam akun media sosisal pribadinya.
"Tidak neng ayu, lagipula disana ada tempat lebih indah" Jelas pria pemilik kuda yang menemani Adiba
"Benarkah?" Tanya Adiba antusias.
"Iya" Jawabnya singkat sambil tersenyum manis.
Adiba dan Aisyah terus berjalan diatas kuda menuju tempat yang dimaksud pria pemilik kuda ini.
"Dimana tempatnya?" Tanya Adiba yang masih celingak celinguk mencari tempat indah yang dimaksud.
"Disana..!" Ujar pria tadi tersenyum sinis kemudian dengan tiba-tiba membekam Adiba dan Aisyah.
"Argh lepasin" Teriak Adiba dan Aisyah sambil berusaha melepas bekamannya.
Tapi kedua pria tadi tidak menggubris teriakan dua gadis ini, mereka menyeret Adiba dan Aisyah masuk kedalam sebuah gudang yang terdapat diujung kebun tersebut.
Dengan langkahnya yang terseret-seret, Adiba memberi kode kepada Aisyah untuk melepas ponsel yang di genggam Aisyah.
__ADS_1
Aisyah menurutinya dan langsung menjatuhkan ponsel kesayangan miliknya di tempat itu juga.