PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
Memasang dasi versi Gibran dan Adiba


__ADS_3

Tepat pukul 6 pagi, Gibran bangun lebih dulu dibanding Adiba. Kini, Gibran sudah bersiap menuju kantor tanpa niat membangunkan istrinya, Dia mengancingkan kemeja putihnya sambil menatap wajah cantik istrinya yang masih terlelap tidur.


Terulas senyum manis dipagi hari diwajahnya yang jarang ia lakukan. Gibran tersenyum melihat lelapnya Adiba yang enggan membuka mata karna lelah akibat ulahnya.


Sudah rapi dan bersiap Gibran beranjak keatas ranjang menghampiri istrinya, menatap lekat wajah cantik istrinya yang membuat semangat kerjanya hari ini. Gibran mengecup lembut kening Adiba membuat Adiba terbangun.


Gibran tersenyum melihat kegugupan Adiba yang tiba-tiba melihat wajahnya sedekat ini.


"Maaf, maafkan aku terlambat bangun suamiku" Ucap Adiba pelan


"Kau akan sering terlambat bangun nanti" Tersenyum penuh arti membuat Adiba membulatkan matanya.


Adiba tak habis fikir dengan manusia di depannya ini. bagaimana bisa, dia berkata seperti itu tanpa tau malunya setelah kejadian semalam.


"Hey! kau sudah berani memelototiku ya sekarang!" Bentak Gibran


"Maaf suamiku"


Gibran beranjak dan duduk si tepi ranjang.


"Pakaikan aku dasi" Ucapnya sambil melerpar dasi ketubuh Adiba yang polos tertutup selimut.


"Baiklah, aku akan memakai bajuku terlebih dahulu" Ucap adiba sambil beranjak, tangannya menggenggam erat selimut.


Dengan cepat, angan Adiba di cekal oleh Gibran membuat adiba terduduk di pangkuan Gibran


"Sekarang! kau mau aku terlambat gara-gara menunggumu?" Bentaknya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Adiba.


"Tapi suam..."


"Aku akan membantumu memegangi selimutnya, kau membantuku memakaikan dasinya" Ucap Gibran yang langsung mengambil alih genggaman selimut dari tangan Adiba.


Menentang Gibran sama saja seperti menentang matahari tertib baginya. Adiba memasangkan dasi Gibran dengan cekatan dengan tubuhnya yang polos dibalut dengan selimut yang dipegangi oleh Gibran berposisikan duduk dipangkuan Gibran.


"Sudah" Ucap Adiba berbinar karna karyanya memasangkan dasi berhasil dengan sempurna.


CUP


Tanpa permisi, Gibran mengecup bibir kenyal Adiba membuat Adiba terlonjak. Sejenak wajah mereka saling menatap.


"Morning kiss" Ucapnya


Gibran semakin tersenyum penuh kemenangan, kemudian terlibat jahil di otaknya melihat tubuh Adiba yang polos.

__ADS_1


Gibran menurunkan selimut yang dipegangnya sampai ke pinggang Adiba, membuat Adiba semakin terlonjak setengah mati. Dengan cepat Adiba menaikkan kembali selimutnya, mengambil alih paksa selimut yang menempel dibadannya.


"Kau ini! Katanya mau memeganginya kenapa malah diturunkan" Ucap Adiba kesal.


"Berani ya sekarang membentak suami"


"Eh tidak, tidak suamiku"


"Salah sendiri!!! kenapa kau tidak memakai baju. Kau mau menggodaku ya!" Bentak Gibran menahan tawa.


Dalam hatinya, dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak pagi ini karna sukses menjahili istri polosnya.


-Gilaaa!!! Batin Adiba menjerit.


"Orang gila ini suamimu" Ucap Gibran cekikikan


Seperti dukun dalam film karma😂 Gibran bisa menebak apa yang diucapkan Adiba dalam hatinya.


Gibran menahan tawanya sambil mendudukan tubuh Adiba ke bibir ranjang.


"Pergilah! atau aku akan memakanmu sekarang..!" Ucapnya yang membuat adiba berlari sekencang mungkin masuk kedalam kamar mandi.


"Kingkong tua mesum...!!" Teriak Adiba dari dalam pintu.


Gibran tidak mendengarkannya, karna di langsung beranjak ke meja makan untuk sarapan.


Gibran langsung duduk tanpa menjawab sapaannya.


"Buatkan kopi untukku"


"Baik tuan"


Gibran meraih i-pad nya dan mulai bekerja meski masih dirumah sekalipun


Tak lama kemudian Adiba datang dan langsung melanjutkan langkahnya melewati meja hendak mengiapkan sarapan.


"Duduklah, bi Lastri yang akan membuatkannya" Berkata tanpa menatap Adiba.


-Dasar dukun!.


Adiba langsung duduk tepat di depan suaminya.


"Pakai ini" Gibran menyodorkan kartu black card kehadapan Adiba.

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Mengaduk sayur!!!" Ucap Gibran membuat Adiba menaikkan alisnya.


"Tentu saja untuk berbelanja keperluanmu" Tegas Gibran.


"Terimakasih suamiku, tapi aku tidak membutuhkannya. Semua keperluanku sudah lengkap disini" Jelasnya


"Ambil atau kumakan kau disini" Ucap Gibran Tegas membuat Adiba mengerucutkan bibirnya.


-Ish selalu saja mengancam!!" Kesal Adiba sambil.


-Bibir itu? ah sial!!


Gumam Gibran kesal karna kesal selalu tak tahan jika melihat bibir istrinya yang sudah menjadi candunya sekarang.


"Aku sudah telat" Ucapnya sambil beranjak.


Dia memilih segera pergi daripada juniornya kembali beraksi.


"Eh tunggu" Ucap Adiba membuat Gibran memejamkan matanya kesal.


Berniat menjauh malah Adiba sendiri yang mendekatinya.


"Apa lagi?" Bentak Gibran kesal.


Tanpa menjawab ucapan Gibran, Adiba meraih tangan Gibran dan mengecup punggung tangan Gibran.


"Hati-hati!" Ucap Adiba


membuat hati Gibran berlonjak tak beraturan. Nasib sial hari ini baginya. Semakin menjauh Adiba malah mendekat dan mencium tangannya membuat Gibran lebih mematung dan juniornya beraksi.


"Sial!" Umpatnya yang langsung berjalan pergi tanpa menjawab apalagi menatap wajah adiba.


"Ada apa dengannya?" Tanya Adiba heran menatap kepergian Gibran.


****


Hay para readersku yang setia menanti kisah tiap kisah Adiba dan Gibran.


Maafin author yang sering telat upnya ya, Author juga memiliki kesibukan didunia nyata mohon para readers memakluminya🙏


Menurut kalian gimanasi episode kali ini? tuliskan komentar kalian dibawah ya

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian dengan klik jempolnya ya agar author lebih semangat lagi upnya.


Thank you🤗🤗❤❤


__ADS_2