PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
Rencana pernikahan


__ADS_3

Suasana Hening menyelimuti mereka yang sedang menyantap makan hanya suara aduan sendok dan garpu yang terdengar.


Hanya ada Mama Alexa, Gibran dan Adiba di meja tersebut. Gibran duduk diujung meja bundar memimpin makan, mama Alexa duduk di sebelah kanan putranya di dampingi Adiba di sampingnya dan di dampingi beberapa pelayan yang berdiri tak jauh dari meja.


Sesekali Gibran mencuri pandang terhadap Adiba memerhatikan cara makan dan minumnya sedangkan Adiba tidak bergeming tetap menyantap makanan yang telah tersedia sembari menunduk. Mama Alexa yang menyadari akan hal itu tersenyum simpul kemudian ia berdehem memecah keheningan.


"Ekhemmm"...


Gibran yang sedang menatap Adiba langsung gelapan setelah sadar sang Mama mengetahui tingkahnya. Kemudian ia fokus kembali menyantap makanan seolah tidak terjadi apa-apa.


"Adiba sayang. Kapan ujiannya tiba?" Tanya Mama Alexa memecah keheningan.


"Hm ujian? Lusa tante"


Adiba menghentikan aktifitasnya kemudian menatap Alexa.


"Sudah mama bilang panggil ma-ma.


oke?"


Pinta Alexa.


"Hemm iya m-ma..ma" Jawab Adiba tersenyum kikuk karna belum terbiasa.

__ADS_1


Alexa tersenyum mendengar jawaban Adiba, lain hal nya dengan Gibran ia menatap sinis Adiba.


"Baiklah, klo begitu... pernikahannya diadakan seminggu setelah ujian."


Ucapan Alexa membuat Gibran dan Adiba sama-sama membulatkan mata.


"Ma!! kenapa secepat itu?"Bantah Gibran


"Seminggu setelah ujian?" Tanya Adiba yang masih tidak yakin dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Iya sayang."


Menatap Adiba dengan senyuman kemudian mengelus pucuk kepala Adiba dan menatap tajam Gibran seakan memberi petunjuk Tidak ada bantahan lagi!.


Berbeda jauh dengan Shella yang memiliki tubuh dengan lekukan yang sempurna bak gitar spanyol, Shella yang berprofesi sebagai model jadi tidak aneh jika ia mempunyai bentuk tubuh idaman para pria.


Kulitnya yang putih, kakinya yang jenjang serta dada dan b*k*ng nya yang padat membuat semuanya terlihat begitu sempurna di mata Gibran.


Tapi karena kesalahan dan jasa ortu Adiba membuat Gibran tidak bisa menolak pernikahan ini.


Kemudian ia berdiri meninggalkan Alexa dan Adiba yang masih duduk saling melempar pandangan menatap kepergian Gibran.


"Kamu mau kan sayang?

__ADS_1


menjalankan amanat ayahmu secepatnya" Mengalihkan pandangan Adiba yang masih menatap kepergian Gibran.


Alexa tidak ingin Adiba merasa banyak keterpaksaan dalam pernikahan ini, meski sebenarnya memang benar. Tetapi itu semua ia lakukan semata-mata untuk membalas semua jasa orang tua Adiba yang mempunyai jasa sangat besar di keluarganya dan ia ingin melindungi Adiba seperti orang tua Adiba menjaga Gibran melebihi putri mereka sendiri.


Alexa berniat mengganti kasing sayang yang pernah putranya renggut itu, gadis ini harus bahagia apapun caranya.


Mendengar ucapan Alexa mengenai sang ayah membuatnya kembali bersedih ia kembali teringat masa lalunya yang membahagiakan ketika bersama sang ayah.


ia menundukan wajahnya, tak kuasa dengan semuanya membuat air mata bening itu keluar tanpa aba-aba


melihat Adiba yang meneteskan air mata membuat Alexa gelagapan merasa bersalah. bukannya membuat bahagia ia malah membuatnya bersedih kembali.


"Maaafkan mama sayang.


mama tidak bermaksud membuatmu bersedih."


menenangkan dengan nada sendunya ia mengelus pundak Adiba.


"tidak apa-apa ma.


Adiba mau ko, segera menjalankan amanat ayah."


Berbicara dengan suara yang sudah terbata-bata

__ADS_1


Mendengar jawaban Adiba membuat Alexa langsung berhamburan memeluk Adiba, kemudian mereka menangis bersama di pelukan tersebut dan menikmati kehangatan tubuh mereka masing-masing.


__ADS_2