
Selama bekerja Vino tidak bisa fokus dalam pekerjaannya, bahkan sampai menjelang jam makan siang tiba. Ucapan Gibran pagi tadi terngiang ngiang di kepalanya.
"Apa itu benar?" Gumamnya menatap Anna yang sudah berdiri di depannya.
Vino berdiri tegap dan membungkuk.
"Ada yang bisa saya bantu nona?"
Anna terdiam seperti ingin mengutarakan sesuatu. Namun tak kunjung membuka bibirnya.
"Sepertinya ada hal yang ingin anda sampaikan kepada tuan muda" Anna terlihat menggigit bibir bawahnya.
"Tuan muda di dalam, baiklah saya permisi" Jawab Vino yang langsung melenggang pergi setelah membungkukan badan.
Anna menghela nafas.
Vino membawa mobilnya kehalaman rumah Aisyah, entah apa yang membuatnya hingga sampai disana. Angin atau tangannya, Dia sendiri tidak tahu. Vino baru tersadar ketika seorang gadis yang tadi memenuhi pikirannya mengetuk kaca mobil.
tuk tuk tuk
Vino menurunkan kaca mobil tanpa menatap gadis tersebut.
"Ada apa kau kesini?" Tanya aisyah yang heran akan kedatangan Vino.
"TIDAK ADA!" jawabnya tegas tanpa menoleh lawan bicara membuat Aisyah menatapnya heran.
"Hey ketek paus, kau kena setrum ya" Vino menoleh tajam ketika dirinya kembali disebut oleh panggilan aneh itu.
"Lagian ditanya ada apa jawabnya gk ada, klo gk ada terus ngapain mobilmu ini parkir di depan rumahku?" Jelas Aisyah yang membuat Vino seketika sadar.
"Mobilku mogok" Jawab Vino sekenanya.
"Massa?"
"Iya, kalau tidak percaya cek aja sendiri" Jawab Vino membela diri.
"Yeh, emang aku tukang bengkel suruh ngecek. Malas! cek aja sendiri. wlee" timpal aisyah yang langsung pergi masuk kedalam rumahnya.
Percuma jika meladeni ketek paus yang menyebalkan itu, yang ada pms nya meningkat.
Seketika Vino tersenyum kembali melihat tingkah aneh gadis tersebut. Meski dirinya harus menanggung malu akibat perbuatannya sendiri.
Vino kembali melajukan mobilnya ke kantor karna tuntutan pekerjaan dan akan kembali sore hari untuk menanyakan sesuatu hal serius kepada gadis gila itu.
Di tempat lain, Gibran menghabiskan jam istirahatnya hanya dengan memvideo call Adiba. Gibran mengancam akan pulang dan menerkam langsung jika Adiba mematikan sambungannya.
"Ah ya baiklah daddy" Jawab Adiba memutar bolanya malas.
Dengan alasan kehamilan simpatik, akhirnya Adiba mengalah dan membiarkan sambungan video call itu terus terhubung meski Adiba sedang melaksanakan sholat. Hal itu membuat Gibran tersenyum penuh kemenangan, apalagi ketika berhasil memaksa Adiba untuk berganti baju di depannya.
Pria gila!!!!
Jam pulang kerja sudah tiba, Vino kembali melajukan mobilnya kehalaman rumah Aisyah setelah mengantar tuan Gibran kerumah utama.
Tok tok tok
"Assalamualaikum"
"Wayahe (Sebentar)" Suara sahutan dari dalam
Vino kembali menepuk jidat karma tidak mengerti dengan bahasa mereka, dan sudah bisa dipastikan yang membuka pintu adalah ibunya.
"Wa'alaikum salam" Muncul wanita paruh bawa dengan ikatan sanggul di kepalanya.
Kan bener! Gumam Vino tersenyum kaku.
__ADS_1
"Wah wong ing tangan. Iki bosna Aisyah, lho?" (Wah, pria tampan. ini itu bosnya Aisyah bukan?"
"Hm ha_ha i_ya bu" Jawab Vino terbata bata kaku diiringi senyum aneh.
"Aisyahnya ada?"
"Oh ada-ada, sebentar yo" Vino mengangguk.
"Nduk, nduk. ana wong sing nggoleki sampeyan" (Nak, nak. ada pria yang mencarimu)
"Siapa bu?" Teriak Aisyah.
"Bosmu!"
"Hah bos gue? sejak kapan gue kerja dan punya bos?"
"Ah ketek paus!!!!" teriak Aisyah dan langsung berlari melempar pakaian yang sedang dilipatnya.
"Ada apaan?" Ketus Aisyah.
"Et jangan begitu sama pria," Nasehat Ibu yang disetujui Vino.
"Yowes ibu masuk dulu"
"Iya bu" Jawab Vino sangat manis tapi matanya menatap Aisyah
"Ada apaan?"
"Ada yang ingin saya tanyakan?"
"Soal?"
"Soal kita! eh soal saya!" Jawab Vino cepat.
"Apaan?"
"Mesti keluar ya?"
"Hmm"
Vino dan Aisyah berangkat menuju cafe terdekat setelah berpamitan. Kini mereka sudah tiba di cafe tersebut dan sedang menunggu makanan tiba. Vino mengambil tempat pojokan yang menandang ke luar. Bangku yang terdapat hanya satu dan panjang hingga membuat mereka duduk bersebelahan.
"Mau nanya apaan"
"Makan saja dulu"
"Ishh ribet banget si, ngomong aja mau nanya apaan sebelum makananannya dat__" Ucapan Aisyah terhenti ketika Vino mendekati wajahnya dan berbisik.
"Makan dulu atau kucium kau disini" Ancamnya membuat Aisyah langsung terdiam dan mengangguk.
Ketek paus sialan!
Makanan sudah habis tak tersisa, tapi vino tak kunjung menguatarakan pertanyaannya. Dia malah terdiam menatap pemandangan luar sambil mengaduk segelas cappucino.
"Kamu kenapa?" Vino menghel nafas dalam dalam.
"Ketika pagi tadi saya mengantar tuan muda bekerja, dia berpesan agar saya cepat menikah"
"Ya bagus klo begitu, menikahlah"
"Tidak semudah itu!"
"Kenapa?"
"Karna... " Ucapan Vino tergantung
__ADS_1
"Karna apa?"
"Karna mencari pasangan hidup itu tak semudah mencari barang. Kita akan selamanya hidup bersama dan menghabiskan waktu bersama samapi mati maka dari itu harus melakukan seleksi akut untuk menemukannya" Jelasnya panjang kali lebar.
Aisyah membulatkan mulutnya.
"Terus apa tujuanmu mengajakku kemari? kamu cuman mau nanyai hal itu aja?" Cerocos Aisyah kembali kumat.
"Kamu salah orang ketek paus, mana aku ngerti soal begituan. Sekolah aja baru lulus gk seperti dirimu yang sudah mapan dan dewasa" ucapan Aisyah yang terdengar memuji membuat Vino tersenyum.
"Dewasa alias tua! haha" Jawabnya membuat Vino menarik senyum diwajahnya dan menatap Aisyah tajam."
"Diam atau kau kucium lagi!" Ancam Vino lagi.
"Ish dasar ketek tuan, ngancem aja bisanya." Sungut Aisyah.
Mereka terdiam.
"Terus apa keputusanmu?"
"Akan kupikirkan" Jawabnya.
"Hey, jika kau akan memikirkannya sendiri. kenapa bertanya kepadaku" Protes Aisyah.
"Ada hal lain yang ingin aku tanyakan"
"Apa itu?" Aisyah antusias.
"Setelah menyuruhku cepat menikah, tuan muda juga bilang jika punyaku bisa karatan jika lama lama tidak dipakai" Ungkap Vino tanpa tersaring.
Aisyah terdiam
"Apa benar jika ituku lama tidak terpakai akan berkarat?" Tanya Vino membuat Aisyah bingung.
"Itumu apa maksudmu?" Tanya Aisyah dengan wajah polos menatap vino, membuat wajah Vino merah menahan malu.
Sial! percakapan macam apa begini!
"Punyaku!!" Jelas Vino
"Punyamu, apa maksudnya. Emang kau punya apa?!" Tanya Aisyah kesal karna Vino tak menjelaskannya secara rinci
Gadis ini, ingin menjebakku ya.!
Aisyah mengangkat dagu "Apa itu teh?"
Ah sial! gumam Vino pusing sendiri karna bingung bahagaimana cara mengutarakannya.
Vino mendekatkan bibirnya ketelinga Aisyah dan berbisik
"Apa benar jika pisangku lama tak di pakai akan berkarat"
Fiks, mati harga diri ini.
"..." "Bhuahahahahahhaha" Tawa Aisyah menggema membuat wajah Vino semakin merah karna malu. Di tambah beberapa pengunjung yang menatap ke arahnha.
Tanpa memperdulikan urat malunya lagi, Sekertaris Vino membungkam bibir Aisyah dengan bibirnya dengan cepat dan kuat hingga Aisyah tidak bisa berkutik.
"Hey lepaskan! malu dilihat orang!"
"Kepalang malu dari tadi!" Ucapnya dan kembali mencium bibir Aisyah, tapi dengan cepat aisyah menahan dan mendorong dada pria tersebut.
"GILA!" Tukasnya.
"Biarlah, romantis" Jawabnya senyam senyum , Aisyah melotot.
__ADS_1
"Hm, romantis. Gila dengan yang lebih gila." Jawabnya membuat Aisyah pusing geleng geleng kepala.