PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
Mama menyayangimu


__ADS_3

Di waktu yang


sama di kamar Gibran


Adiba membuka


matanya perlahan, tampak langit-langit putih di atasnya. Kemudian secara perlahan


ia memposisikan dirinya untuk bangun. Beberapa kali Adiba mengerjap guna


mengembalikan kesadarannya. Adiba melihat ruangan kamar yang begitu indah dan


luas. Saking luasnya, kamar itu 5 kali lipat lebih luas dari kamar astrama yang


ia tinggali.


Kamar yang


berdominan dengan warna hitam yang elegan itu dipenuhi dengan barang-barang


mewah.


 "Dimana ini?"


mengerjapkan


matanya beberapa kali untuk memastikan penglihatannya. kemudian ia menepuk


pipinya sendiri


“Auw.”


 Perlahan Adiba


bangun dari kasur empuk itu dengan memegangi kepalanya yang masih terasa


pusing. Kemudian melangkah kearah pintu hendak keluar, namun seketika


ingatannya kembali pulih, tubuhnya ambruk di bibir pintu ketika kembali ingat


sang ayah


 "Hiks, hiks, hiks. Ayah! Adiba takut, adiba


ingin ikut bersama ayah!"


Gadis tersebut


menenggelamkan wajah di sela kakinya serta menutupnya dengan tangannya yang


kecil.


 Tap, tap, tap.


Terdengar suara derap langkah. Alexa mempercepat langkahnya ketika melihat seorang gadis


berpakaian putih abu lengkap dengan hijabnya sedang meringkuk di depan pintu


kamar.


 "Sayang, kamu kenapa?." Merangkul


bahu Adiba


 "Maaf, tante siapa?"

__ADS_1


Mendongkakkan


kepala melihat siapa yang merangkulnya.


 "Ah ya, perkenalkan tante Alexa, tante sahabat


orang tuamu. Kamu jangan bersedih ya, ada tante disini." Alexa


memperkenalkan diri.


 "Sahabat orang tuaku?" Bertanya


keheranan, karena ia tidak pernah melihatnya selama ini.


 "iya, kamu ingat? ketika kamu menangis sendiri


dirumahmu, kemudian tante datang memberimu kalung merah?." Alexa menatap wajah cantik Adiba yang


kebingungan.


 Adiba berfikir


keras, kemudian dia mendapatkan jawabannya. Dia memang pernah menerima kalung


dari seorang wanita ketika ia menangis dulu karna di tinggal ibunya, dan kalung


itu masih ia pakai sampai sekarang sebagai tanda terimakasihnya.


 Adiba


menganggukkan kepalanya.


 "Iya, itu tante sayang. kamu jangan sedih lagi ya, kamu tidak sendiri


lagi, ada tante disini kamu bisa memanggil tante mama" Memberi


 Tangis Adiba


pecah ketika mendengar kata ‘Sendiri’ karena memang ia tidak mempunyai siapapun lagi selain ayah tercintanya setelah


kepergian sang ibu.


 "Hiks, hiks, hiks. Kenapa ayah ninggalin


Adiba, padahal ayah sudah


berjanji akan menemani Adiba wisuda nanti."


Ujar Adiba


sambil membalas pelukan Alexa dengan sangat erat menandakan ia sangat butuh


seseorang untuk mendapatkan perlindungan baru.


 Tidak pernah


terbayang di fikirannya sang ayah pun akan pergi meninggalkannya yang bahkan ia


sendiri belum bisa membuat bangga sang ayah. Tak pernah terbayang jika ia harus


menjalani hidup sebatang kara dan melakukan prosesi wisuda sendiri tanpa wali.


 Tak terasa


tetesan air mata Alexa pun turun mendengar keluhan anak sahabatnya ini. ia

__ADS_1


merasa sangat berdosa kepada gadis ini.


 "Ayah Adiba sakit, beliau berpesan agar Adiba


hidup bersama tante setelah wisuda nanti dan menikah dengan anak tante. Kamu mau kan?” Melepaskan pelukan


kemudian meraih pipi putih Adiba


 Adiba menatap


wajah Alexa lekat.


"Menikah tante? "


bertanya dengan


suara lirihnya, pasalnya bukan hal itu yang diinginkan Adiba. Adiba ingin


melanjutkan pendidikannya. Alexa mengangguk manis.


 "Benarkah ayah berpesan seperti itu?"


Alexa kembali


menganggukkan kepalanya.


 Fikiran Adiba


berputar secara langsung, kenapa ayah menyuruhku menikahi anak tante ini? aku


bahkan belum menyelesaikan pendidikanku.


 Kenapa ayah


menyuruhku menikahi pria yang sama sekali tidak aku kenal? Tapi… Adiba yakin


tidak akan ada orang tua yang menjerumuskan anaknya, bukan? Adiba yakin


keputusan dan amanat terakhir sang ayah pasti yang terbaik untuknya. ia harus


menjalaninya meski ia harus mengorbankan hatinya yang sudah terukir nama orang


lain disana. ia harus melakukannya sebagai bakti terakhir kepada sang ayah.


 Adiba terus


meneguhkan hatinya dengan pemikiran-pemikitan positif.


 "Tapi tante, Adiba belum menyelesaikan


pendidikan Adiba." Adiba mencoba menjelaskan kondisinya sekarang.


 Mendengar hal


itu membuat Alexa tersenyum, diluar dari dugaannya. Adiba akan menolak


pernikahan yang sama sekali tidak pernah dia fikirkan sebelumnya, gadis ini


bahkan tidak bertanya siapa calon suaminya. Adiba malah menanyakan perihal


pendidikannya.


 "Kamu bisa menyelesaikan pendidikanmu terlebih


dahulu sayang"

__ADS_1


Tersenyum


kemudian mengecup lembut kening adiba.


__ADS_2