PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
Permintaan Adiba


__ADS_3

 “Tante? bolehkah Adiba mengunjungi makam ayah? Adiba belum memberinya doa."


Bertanya dengan


wajah tertunduk karena malu baru saja kenal sudah meminta suatu hal.


Anak sholehah.


Batin Alexa sambil tersenyum.


Alexa


mendongkakkan kepala Adiba dan tersenyum seraya berkata


 "Boleh, ayo"


Meraih lengan


Adiba kemudian berdiri mengajaknya keluar pintu dan melangkah menuju lift. Alexa


menekan tombol satu mengarah ke ruangan dasar.


 Tiba di ruang


dasar, tampak dua orang pria yang tadi menjemputnya. Satu sedang duduk di sofa


dengan handphone di tangannya dan satu lagi berdiri di sampingnya.


 "Gibran! antar Adiba kepemakaman ayahnya"


Berbicara sembari melangkah menuju sofa dan masih menggenggam lengan adiba.


 Gibran melihat


gadis itu lekat-lekat dengan mata tajam dengan wajah datarnya, ucapan mama yang


menyuruh untuk menikahinya masih terngiang-ngiang di kepalanya. Tidak mungkin


ia menikahi gadis yang sama sekali tidak dicintainya bahkan ia sama sekali


tidak mengenalnya, tidak mungkin kekasihnya yang cantik dan sexy seperti Shella


diganti dengan gadis cupu dan pendek seperti dia.


 "Vin, antar gadis itu"


Titah Gibran


tanpa menoleh.


 Belum sempat


sekertaris Vino menjawab, Alexa sudah menyambar ucapan Gibran.


 "Tidak!! mama ingin kamu sendiri yang


mengantarnya, jika kamu tidak ingin menekam di penjara!!!" Ancam

__ADS_1


Alexa.


 Mata Gibran


langsung membulat mendengar ancaman sang mama. itu artinya gadis itu mengetahui


penyebab kecelakaan ayahnya? dan ia memanfaatkan situasi ini untuk


memperbudakku.


Sial!


 Meski


sebenarnya pengajuan tidaklah menjadi masalah bagi Gibran karena ia bisa menyuap


semua polisi untuk berpihak kepadanya dan memberatkan Adiba jika gadis cupu itu


berani melaporkannya, tetapi Gibran yakin mamanya yang keras kepala dan masih


berhutang nyawa kepada ayahnya itu pasti memberikan kesaksian asli kepada


polisi. itu artinya bukan tidak mungkin ia bisa saja menekam di penjara


 Dasar gadis licik!!!.


Batin Gibran geram.


 Adiba menunduk


melihat tatapan tajam Gibran, ia tidak mengerti maksud dari pembicaraan dua


Alexa kepada anaknya, tentang Menekam


dipenjara. tetapi Adiba memilih diam disituasi mencekam seperti ini.


 Adiba tetap


berfikir positif karena tante Alexa sudah menjelaskan alasan ayahnya meninggal


tadi. Adiba melihat Gibran berdiri dari duduknya dan melangkah keluar menuju


pintu tanpa mengucapkan sepatah katapun.


 "Pergilah sayang, ikuti Gibran. Dia akan


mengantarkanmu kepemakaman."


Titah Alexa ramah.


 "Terima kasih, tidak usah repot-repot tante. Adiba bisa pergi sendiri diantar ojek."


Tolak Adiba tak


kalah ramah.


 Alexa tersenyum

__ADS_1


mendengarnya, gadis baik sederhana pula.


 "Disini tidak ada ojek sayang. lagipula Adiba tidak mempunyai handphone


untuk memesan ojek online bukan?" Alexa tahu jika Adiba gadis yang


tinggal di astrama pondok pesantren tidak mungkin mempunyai ponsel.


 Bukan ia tidak


ingin membantu memesankan ojek online untuk Adiba, tetapi ia ingin Gibran dan


Adiba semakin dekat. Alexa berharap Adiba bisa membantu menarik Gibran dari


jeratan wanita licik itu.


 Mendengar


jawaban Alexa, Wajah Adiba tertunduk. Benar apa yang diucapkan tante Alexa.


Sedang Alexa langsung gelagapan merasa sangat bersalah


 "Maafkan mama sayang" Ucapnya


lirih


 Adiba tersenyum


"Kenapa harus minta maaf? Adiba


sangat berterimakasih kepada tante dan Gibran, maaf jika Adiba merepotkan


kalian." Jawabnya lembut.


 Alexa sangat


menyukai gadis ini karena sopan santun dan kesederhanaannya. Ia meraih lengan


adiba dan mengantarkannya kedepan. Wajah Gibran merah menahan amarah. Ia kesal


karena harus menjadi sopir dan mengantarkan gadis tak tau diri itu bahkan dia


sudah membuatnya menunggu.


 Gibran mengakui


kesalahannya dan akan bertanggung jawab atas itu. Gibran berniat akan


memberikan tunjangan yang sangat besar kepada gadis itu, tetapi gadis licik itu


malah memanfaatkan kondisi tersebut agar menikahinya.


 gadis licik itu pasti sudah bermimpi menjadi nyonya dirumah ini, baiklah


kau akan merasakannya!.Batin Gibran sambil seringai tipis tersungging


di bibirnya.

__ADS_1


 Di mobil....


__ADS_2