PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
Ice cream


__ADS_3

Ucapan Aisyah tetap menghantui pikiran Vino hingga membuatnya tidak fokus mengemudi.


Citttt


Suara gesekan ban dengan jalan yang terjadi secara tiba-tiba. Vino menginjak rem karna terkejut dengan keberadaan motor yang dikendarai gadis kecil tiba tiba menyalip di depan mobilnya.


"Hey, apa kau mau mati!!!" Bentak Gibran kepada Vino yang sama sama terkejut.


"Ma_maaf tuan, ada motor yang menyalip tadi"


"Bereskan dia!" Ucap Gibran yang tidak mau ribet karna melihat motor tersebut jatuh dan membuat pengendaranya tersungkur ke jalan.


"Baik tuan" Vino keluar untuk menemui gadis tersebut dan membereskan semuanya.


"Hey paman kau ini kalau bawa mobil pake mata dong!" Suara cempreng gadis kecil sambil mengusap ngusap lengannya yang tergores.


Wajahnya cantik ditambah dengan kunciran kuda di rambutnya.


Vino menyerngitkan dahi menatap gadis tersebut.


Setua itukah dirinya sampai sampai gadis itu memanggilnya paman.


eh sebentar,! dia kan yang salah, karna nyalip di depan mobilku. Kenapa malah dia yang memakiku.


kurang ajar!!! Vino menatap tajam gadis tersebut, tapi sepertinya gadis itu tidak ada takutnya. Dia malah berkacak pinggang menatap balik ke wajah Vino.


Sialan gadis gila kedua ini!


"Jika kau masih ingin hidup taati aturan dan minggir dari jalanku" Ucap Vino sambil menodong telunjuk ke dahi gadis tersebut kemudian melenggang pergi tanpa menunggu jawaban.


Bugh.


Suara pintu mobil tertutup, gadis tersebut mengikuti Vino dan mengetuk ngetuk kaca mobilnya.


"Hey paman!! kau ini Arrogant sekali!!"


Vino maupun Gibran mengacuhkan,


"Gue sumpahin lo jadi bujang lapuk!!!" Teriaknya kemudian meminggirkan motornya yang terguling ke samping jalan.


Deg.


BUJANG LAPUK.


Sial! aku akan mengakhiri semuanya.


Sekertaris Vino memacu kendaraannya, meninggalkan kata bujang lapuk diterpa angin di jalanan.


Gibran dan Vino kini sudah tiba di perusahaan. Seperti biasa, semua karyawan menyambut mereka dengan antusias. Ada yang tulus mengucapkan ada juga karna ingin mengabsen wajah.

__ADS_1


"Selamat pagi pak"


"Selamat pagi"


Sahut sahut para karyawan sambil membungkukan badan. Gibran mengangguk kemudian melanjutkan langkah kakinya kedalam ruangan.


"Kau itu kenapa?" Tanya Gibran yang sudah duduk di kursi kebesarannya menatap Vino yang masih berdiri di hadapan.


"Tidak apa apa tuan"


Gibran menatap tajam sekertarisnya. Tidak mungkin jika tidak ada suatu hal hingga membuat sekertarisnya membuat kesalahan saat mengendara.


Vino menundukan kepala menyembunyikan wajah dan masalah yang di hadapinya. Ingin bertanya dan meminta saran. Tapi, dia tidak ingin menjadi bahan tawaan seperti yang di lakukan Aisyah.


"Baiklah, jika kau punya masalah selesaikanlah segera."


"Baik tuan"


Sekertaris Vino kembali keruangan dan mengerjakan tugasnya.


Malam hari tiba, Vino dan Aisyah kini sudah tiba di pasar malam yang biasa diadakan setiap malam minggu. Pasar itu tak jauh dari rumah Aisyah, mereka hanya perlu berjalan kaki agar sampai ketempat ini.


Alasan Aisyah memilih tempat ini, karna rindu suasana tempat main malam seperti ini. Biasanya dia selalu datang kesini bersama sahabat kecilnya, tapi semenjak dia pindah dan ikut orang tuanya Aisyah tak lagi mendapati kabarnya.


Alasan yang kedua, Aisyah berniat mengerjai pria mesum yang sedang berjalan di sampingnya dengan terpilih pilih karna tanah yang becek. Pria itu sangat ribet, memilih tempat untuk berpijak saja sampai seperti itu. Lanjut, alasan selanjutnya Aisyah memilih tempat yang dekat dengan rumah membuatnya gampang kabur jika pria gila itu sampai marah dan mengejarnya. Haha.


"Ish kau ini, apa tidak ada tempat yang lebih baik dari ini?" Protes Vino karna jalanan yang becek. Suasana selepas hujan memang meninggalkan sisa air dan menjadikan tanah sedikit basah.


"Eh tidak, tidak!" Aisyah tersenyum.


"Aku setuju" Jawab Vino lesu.


Yes!


Keindahan pasar malam memang tak sebanding dengan cafe maupun mol mol yang biasa ada di tengah tengah kota. Pasar malam hanya menyediakan beberapa jualan pakaian, sendal dan beberapa permainan lain yang ukurannya masih sedang bahkan kecil. Seperti odong odong untuk anak anak dan untuk orang dewasa seperti bianglala, komedi putar, ombak banyu dan rumah hantu yang masih berukuran sedang.


Fashion resmi yang Vino gunakan ditambah ketampanan yang Vino miliki membuat banyak para gadis yang melirik bahkan menguntil Vino di belakang. Hal itu membuat Aisyah risi dan jengkel.


"Paman! kau ini mau ke kantor apa main si" Bentak Aisyah sambil menatap para gadis yang sedang bergosip di belakangnya.


"Hey gadis gila! kenapa kau marah padaku!" Tanya Vino pura pura tidak mengerti. Padahal di dalam hatinya tersenyum, para gadis seusia anak sma itu sangat membantu.


Vino dapat melihat jelas Aisyah sedang cemburu sepertinya.


STOP BERHARAP, masih sepertinya.


Oke, akan ku uji. Batinnya sambil tersenyum simpul.


Vino meninggalkan Aisyah yang sedang memesan ice cream berjalan menuju ke perkumpulan gadis tadi.

__ADS_1


"Hay" Ucap Vino dengan cool, sebernanya ini bukanlah tipe dan kebiasaannya. Tapi untuk uji coba, bolehlah.


"Hay"


"Hay, om"


Deg, anjir gue dipanggil om lagi.


"Apa kalian sedang bermain?" Tanya Vino berbasa basi.


"Ya, ya. Kami sedang hanya sedang bermain dan berkeliling disini" Jawab mereka berebutan. Ada sekitar enam orang gadis di depannya.


Aisyah yang baru menyadari ketidak hadiran Vino berbalik, dan betapa marah melihat pria tua mesum itu sudah nergabung dengan para gadia tersebut.


Dasar pria mesum tua gk tau diri! Sarkasnya.


Aisyah mengambil ice cream pesanannya, kemudian berjalan menghentakan kaki ke arah Vino.


"Hallo sayang, kenapa kamu disini?" Ucap Aisyah sambil tersenyum kaku menatap Vino dan para gadis di depannya.


Tak lupa juga tangannya ia kaitkan ke lengan Vino dan satu tangan lainnya memegang ice cream.


Vino yang mendengar kata SAYANG tentu saja tersenyum penuh kemenangan di tambah tangan Aisyah yang sudah menempel di lengannya.


"Maaf sayang, tadi aku hanya menyapa mereka sebentar" Jawab Vino yang malah sengaja mengikuti permainan Aisyah, tangannya menyentuh pipi Aisyah yang merah kemudian menciumnya.


Aaaaaa!


Para gadis di depan mereka klepek klpek melihat keromantisan pria tampan melakukan hal lembut kepada gadis yang mereka sangka adalah pasangannya.


Aisyah melotot ke arah Vino yang mengedipkan mata kemudian tersenyum kaku ke arah para perkumpulan wanita.


"Hm baiklah, kami permisi" Ucap Aisyah sopan, kemudian berbalik menarik lengan Vino yang matanya masih menatap gadis kecil yang berpakaian mini memnuat Aisyah semakin emosi.


Setelah beberapa langkah dan mereka sedikit jauh dari keramaian, Aisyah melepaskan pegangannya.


"Sayang, kenapa kau melepas pegangan tangannya? Tidakkah kau takut aku akan seperti tadi kabur dan menatap gadis waw dan hot disana"


"Sayang, sayang palalu peyang!" Sarkas Aisyah sambil menyodorkan ice cream ke wajah Vino hingga wajahnya lusu dan berantakan.


🌹🌹🌹🌹


Hay hay para readers ku yang setia? bagaimana kabarnya, semoga selalu sehat ya.


Author mau ucapin beribu maaf ni atas keterlambatan updete karna aktivitas dunia nyata yang padat, author harap para readers dapat memakluminya.


Bagaimana menurut kalian eps kali ini? jika ada saran dan sanggahan jangan lupa komen dan like ya agar author lebih semangat lagi lanjutin cerita Gibran, Adiba, Vino dan Aisyah ini.


jangan lupa mampir juga ke karya author yang baru ya.

__ADS_1


I LOVE YOU🤗❤❤❤❤❤



__ADS_2