PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
Shella candrawinata


__ADS_3

Mobil sport mewah milik Gibran melaju dengan kecepatan sedang memecah keramaian kota tersebut, Ia mengendarai mobilnya sendiri tanpa sekertaris Vino. Pasalnya ia akan singgah terlebih dahulu ke cafe tempat favoritnya berasama Shella untuk sekedar menghilangkan lelah.


Gibran memarkinkan mobilnya dan keluar dengan gayanya yang cool dan wajahnya yang datar. Matanya menyapu setiap sudut dan benda unik diruangan tersebut, tidak ada yang berubah semuanya sama seperti satu minggu lalu ia kunjungi.


Gibran melangkah menuju bangku sudut ruangan ditepi kaca yang memamerkan keramaian kota.


terlihat sosok gadis dengan gaya modis yang sangat familier bagi Gibran sedang menyeruput coffe, ia mendekatinya dan duduk tetap dihadapannya.


"Ah, Gibran!!


kukira kau lupa tempat ini." Ujar Shella yang terkejut akan kedatangan Gibran.


Gibran menatap lekat-lekat wajah Shella yang menurutnya sangat cantik.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu!


untuk apa kau kesini." Jawab Gibran acuh.


Shella tersenyum sangat manis mendengar ucapan Gibran.


"Aku tidak akan pernah lupa tempat favorit kita dan kenangan kita." Jawabnya ramah.


seketika hati Gibran luluh, tempat ini memang merupakan tempat pertama kali mereka bertemu kemudian memadu kasih.


"Tapi kau mengkhianatiku!!!" Kesal Gibran ketika teringat hal kemarin.


Shella menundukan wajahnya, wajah yang tadinya tersenyum manis kini menunjukan kesedihan dan penyesalan yang teramat dalam. Gibran merasa iba dengan air mata yang keluar dari mata sayu Shella, ia merasa bersalah karna ucapannya yang membuat Shella bersedih.


Shella meraih tangan Gibran dan menggenggamnya, Gibran tidak menerima maupun menolaknya ia hanya diam mengikuti alur yang dibuat Shella.


"Hany, kumohon percayalah. hikss,,hikss,,,hiks..


Darren menculikku dan memaksaku melakukan hal gila itu.


aku sangat merasa bersalah terhadapmu dan Anna. hikss, hikss,,, hiks,,


aku ingin mati saja jika kau tidak lagi mempercayaiku. hikss,,,hikss,,,hiks,,,." Jawab Shella panjang kali lebar dengan penuh deraian air mata.


Melihat Shella yang seperti itu, sontak membuat Gibran tanpa sadar mendekatinya dan mendekapnya.


"Sudah, sudah jangan menangis.


banyak orang yang melihat kita karna kau menangis." Jawab Gibran menenangkan.


Shella sangat kegirangan karna tubuhnya di dekap oleh Gibran, iapun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia membalas dengan memeluk Gibran lebih erat.

__ADS_1


Gibran membawa Shella yang masih didekapnya berjalan keluar menuju mobil dan mendudukannya di samping kemudi. Gibran memutar masuk dan duduk dibelakang kemudi.


karna percaya diri yang telah kembali, lagi-lagi shella memeluk Gibran dengan sangat erat.


"Kumohon jangan tinggalin aku hany, percalah padaku. hikss,,,hikss,,,hikss." Ujar Shella lagi


Gibran membalas pelukan Shella ia masih bimbang dengan perasaan yang dialaminya sekarang, ia sangat mencintai wanita didalam pelukannya ini tetapi disisi lain ia akan menikah.


"Iya, aku mempercayaimu." Jawab Gibran lirih,


tidak percaya Gibran mempercayainya lagi, secepat kilat Shella mencium bibir Gibran lembut. Gibran tidak membalas maupun menolaknya.


sadar akan kediaman Gibran, Shella melincahkan ciumannya lebih gila lagi seperti yang biasa mereka lakukan dan lama-kelamaan membuat Gibran terbuai dan membalas ciuman tersebut.


Setelah beberapa menit bergelut menikmati rongga mulut sesama lain, akhirnya mereka melepaskannya dengan nafas yang sudah ngos-ngosan.


Shella tersenyum penuh kemenangan menatap wajah Gibran, ia sudah berhasil menaklukan pria ini lagi. Lain halnya ia masih melamun mencerna semua kejadian yang baru saja terjadi.


Sepanjang perjalanan Shella bermanja memeluk lengan Gibran yang sedang mengemudi.


"Sudah sampai, istirahatlah!" Titah Gibran pelan ketika mobil mereka telah sampai di parkiran apartement Shella


-Dia bahkan sudah tidak meninggikan suaranya lagi, kau hebat Shella Haha. Batin Shella


"Aku tidak ingin jauh-jauh darimu hany.


"Besok kita ketemu lagi." Jawab Gibran.


Akhirnya Shella keluar dengan penuh kebahagiaan di dadanya, ia memasuki apartemennya dengan bangganya.


Gibran melajukan kembali mobilnya menuju rumah utama. Di perjalan, Gibran berperang dengan fikirannya sendiri.


"apa yang sudah kulakukan? aku telah mempercayainya? bahkan sebelum melihat buktinya, aaarrghh


kenapa juga bisa bertemu!!" mencengkram stir.


Flasback on


"Kak Gibran mau menikah, apa kakak tahu?" Tanya Anna yang sudah masuk ketika Shella membukakan pintu.


DEGGG


Shella terkejut bukan main, pria yang selalu ada untuknya kini akan menikah dengan orang lain bukan dengannya. belum selesai masalah ia tertangkap basah dengan Darren kini muncul masalah baru dengan kabar Gibran akan menikah.


Shella memang tidak terlalu mencintai Gibran, Shella hanya menjadikan Gibran Atm berjalannya ia hanya mencintai Darren seorang begitupun dengan Darren. Mereka bersama-sama membuat kakak beradik itu sebagai alat pemuas kebutuhannya, dengan berpacaran bersama Gibran dan Darren dengan Anna membuat mereka hidup mewah bergelimang harta tanpa harus bekerja keras banting tulang.

__ADS_1


Shella dan Darren sengaja berlibur di Villa tersebut, kesibukan Anna sebagai model dan kesibukan Gibran sebagai Presdir baru membuat kesempatan besar untuk bersama bagi Shella dan Darren.


"Kak shella." Ujar Anna membuyarkan lamunan Shella.


"Benarkah apa yang kau ucapkan?" Tanya Shella tidak percaya, ia tahu jika Gibran hanya mencintainya.


"Iya kak, bahkan mama mengajak gadis katro itu menginap dirumah." Dengus Kesal Anna


"Gadis katro?." Tanya Shella menyerngitkan alisnya


"Iya kak!!! penampilannya tu kampungan banget. Anna aja jijik liatnya, masa ke Rumah Sakit pake baju tidur." Jelas Adiba yang sudah duduk di sofa


Shella menghampirinya.


" Rumah sakit? siapa yang sakit." Jawab Shella menyambar Anna perhatian.


"Huft, kemarin Anna kecelakaan kak." Lirih Anna


"Astaga, kenapa bisa seperti itu? kau tidak apa- apa kan?" Jawab Shella memutar badan Anna.


"Kakak baik banget.


Anna baik-baik aja kok." Jawab Anna tersenyum


"Syukurlah kau baik-baik saja, kenapa bisa seceroboh itu?" Tanya Shella menatap wajah Anna.


"Anna mendapat telpon Darren tewas." Lirih Anna.


Shella memeluk Anna dan menenangkannya


-Ternyata dia tahu soal Darren dan belum mengetahui penyebabnya."


"Kakak turut berduka cita ya atas kematian kekasihmu." Ujar Shella sambing mengelus pundak kecil Anna


-Cih!! aku benci mengatakannya, Darren itu kekasihku. kakakmu yang bodoh itu yang telah membunuhnya. huft. Batin Shella


"Iya kak." Jawab Anna


"Aku yakin kak Gibran terpaksa menikahi gadis katro itu! kakak temuilah kak Gibran dia sedang menuju cafe X sekarang." Timbal Anna lagi


"Iya aku akan menemuinya sekarang, terimakasih Anna." Jawab Shella bersemangat, ini kesempatannya bertemu di cafe tempat favorit mereka ia tidak peduli dengan pernikahan Gibran ia hanya menginginkan Gibran kembali menjadi kekasihnya dan memenuhi semua kebutuhannya.


-Gadis katro? haha. lucu sekali panggilannya


Gibran hanya tergila-gila padaku, adiknya saja tidak menyukainya, ini kesempatan emas buatku. Batin Shella

__ADS_1


Flasback off.


__ADS_2