PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
Di pemakaman


__ADS_3

Adiba berlari


sekuat tenag, berharap apa yang dilihatnya ini adalah mimpi. Baru saja Adiba


sampai, tiba-tiba….


Bruk!


Tubuh Adiba


kembali ambruk, ia tidak kuat lagi menerima kenyataan pahit ini.


tetapi tidak


sampai ketanah karna Gibran lebih dulu menyangganya. Adiba melanjutkan langkah


kakinya menuju keranda dengan dibantu oleh Gibran. ketika sampai ia bersimpuh benda


hijau tersebut.


"Ayah, hikh hiks hiks. Benarkah ini ayah? kalian pasti berbohong


kepadaku kan?"


Tangisnya


dengan suara tersedu-sedu. Adiba melihat bi Inah ikut menangispun langsung


berlari kearah bi inah dan memeluknya.


"Ibu, ini bukan ayah kan? ayah sehat-sehat saja kan?"


Terus berparau berharap


ini semua hanya mimpi.


"Iya non, itu tuan"


menjawab dan


menunduk tidak berani melihat kesedihan putri angkatnya itu.


"Tidak! kalian pasti bohong. ini pasti bukan ayah, ayah pasti baik-baik


saja" Kepalanya langsung terasa berputar-put, penglihatannya


menjadi gelap, Adiba kembali pingsan di pelukan bi Inah.


Seorang wanita


paruh baya berlari kecil menghampiri bi Inah dan Adiba


"Adiba, maafkan anak mama sayang kami akan mempertanggung jawabkan semuanya"


Berucap dengan deraian air di pelupuk matanya yang sayu, ia langsung memeluk Adiba.


"Lanjutkan saja acara pemakamannya ma, aku


akan membawanya kerumah utama" Gibran mengambil alih Adiba yang


sedang berada di pangkuan Bi Inah.

__ADS_1


Mama Alexa


menagguk


"Iyah tuan" Jawab para pelayan, bodyguard dan beberapa warga serta


tokoh agama yang berada disana bersamaan.


Setelah sampai


dimobil, hati Gibran begitu sakit melihat gadis kecil itu terus menangis dan


pingsan karna tidak kuat menahan beban hidup karena ulahnya.


"Aku akan mempertanggung jawabkan semuanya"


Ucapnya sambil menatap mata sayu yang dipenuhi air bening itu. Tanpa disadari


tangannya sudah bergerak mengelap deraian air mata itu. Ketika sadar akan


perbuatannya, ia langsung mengepalkan tangannya menyingkir dari posisi


tersebut.


"Vin, Kerumah utama" Titahnya


"Baik tuan muda"


Setelah


beberapa menit melakukan perjalanan, sampailah di rumah utama yang dimaksud.


Rumah bak


segar tumbuh elok serta pancuran air di tengah-tengahnya yang dikelilingi ikan


hias cantik.


Tidak hanya


lebar, bangunan megah berwarna putih itupun kokoh menjulang tinggi dikelilingi


pagar besi yang sama tingginya. Tidak akan ada harapan nyawa jika mencuri


dirumah ini karna banyak pengawal berjaga dimana-mana selama 24jam non-stop. Ah


banyangkan sendiri saja kemegahannya yaa,hehe.


Ketika mobil Gibran


memasuki gerbang, mereka disambut beberapa pengawal yang langsung berbaris sigap.


Sekertaris Vino keluar dan langsung memutar mobil membukakan pintu. Gibran


langsung keluar menggengdong Adiba ala bridal style.


Semua pasang


mata yang berbaris saling pandang, heran bercampur penasaran. Merek amenatap


tuannya dengan senyum mengembang. siapakah wanita yang ada di gendongan tuan

__ADS_1


muda itu?


Tidak ingin


terlibat masalah dengan nyawa sendiri, mereka langsung membungkukan badan dan


memberi salam


"Selamat datang tuan muda"


sapaan semua


para pengawal


Tanpa menjawab


sapaan para pengawal ia pun langsung berlalu memasuki rumah utama dan memasuki


lift diikuti oleh sekertaris Vino


"Kekamarku"


Sekertaris Vino


menekan tombol 5.


Ting.Pintu lift


terbuka.


Gibran langsung


keluar dengan langkah kaki yang besar, sekertaris Vino membukakan pintu kamar


dan menunggunya di samping pintu.


Gibran masuk


melewati sekertaria Vino dan membaringkan Adiba di kasur King sizenya dengan


hati-hati tak lupa juga menyelimutinya. Setelah itu, ia pun langsung berlalu menghampiri


sekertaris Vino.


"Panggil dokter pribadi kita sekarang!"


Tanpa menunggu jawaban, Gibran langsung masuk kembali kekamarnya.


Gibran


menghampiri Adiba yang tengah berbaring dan duduk di bibir kasur tepat


disamping Adiba.


"Maaf, aku tidak bermaksud menghancurkan


kehidupanmu" Ucapnya dengan terbata-bata karna merasa sangat


bersalah atas perbuatannya.


Tak lama

__ADS_1


kemudian....


__ADS_2