
Shella menatap sinis Adiba, seluruh tubuh Adiba tidak luput dari pandangan Shella. Terlihat Raut wajah Shella yang senyum mengejek.
-Cantik! Tapi cupu! Gumam Shella kecil.
Adiba yang tidak mendengar hanya membalasnya dengan senyuman ketika Shella menatapnya.
-Cihh! Sok manis! Batin Shella, walau bagaimanapun dia harus tetap menjaga image didepan Gibran, dia tidak ingin dianggap jelek dimata kekesihnya.
-Hmm cantik, pantas saja tuan Gibran sangat mencintainya. Aku cukup tahu diri sekarang. Batin Adiba yang memuji kecantikan Shella
Mereka bertiga sekarang duduk bertiga di meja porsi empat orang dengan Gibran dan Shella yang duduk berdampingan dan Adiba di depan Shella.
“ Jadi ini gadis yang ingin kau nikahi hany?” Lirih Shella, sambil memeluk lengan Gibran manja.
Adiba yang menyaksikan adegan tersebut tertunduk malu, tidak pernah Adiba melihat adegan seperti itu sebelumnya. Padahal Shella lah yang melakukannya kenapa dirinya yang meski malu, seharusnya wanitu itu.
Entahlah, mungkin karna sesama kaum hawa jadi ia merasakan tidak enak hati melihat tindakan yang tidak seharusnya dilakukan seorang wanita kepada orang yang bukan muhrimnya.
“Tenanglah, aku hanya mencintaimu.
Aku hanya menikahinya dan akan menceraikannya setelah 3 bulan.” Jawab Gibran mencium pucuk kepala Shella
__ADS_1
DEG
Hati Adiba kembali sesak mendengar ucapan Gibran, bagaimana bisa seorang Gibran yang terhormat mempermainkan sebuah pernikahan yang sangat suci, pernikahan yang sangat diinginkan oleh ibu kandungnya sendiri.
Jika bukan karena mendiang ayahnya Adiba tidak akan sudi menikah dengan pria yang sudah memiliki tunangan dan mempermainkan pernikahan.
-Ayah…. Kenapa ayah menjodohkanku dengan pria sepertinya. Lirih Adiba dalam hati.
Shella tersenyum penuh kemenangan menatap Adiba yang sepertinya sangat terkejut, Shella sangat senang mendengar ucapan Gibran, dirinya tidak perlu repot-repot mengusir gadis itu dari kehidupan kekasihnya karna Gibran sendirilah yang akan menendangnya setelah 3 bulan, meski menurutnya lama.
Gibran berdiri hendak ke toilet kemudian Shella mendekat dan duduk disamping Adiba.
Adiba terkejut dengan apa yang diucapkan Shella, Wanita ini ternyata bukanlah wanita baik-baik seperti yang dilihatnya ketika bersama Gibran. Masa bodoh fikirnya ia tidak ingin mencampuri urusan mereka, Adiba ingat ucapan Gibran yang menyuruhnya untuk tidak mencampuri urusan pribadinya.
Adiba hanya mengangguk menjawab ancam Shella.
*
Hari-hari sebelum hari pernikahan, karena permintaan terakhir Adiba. Adiba tinggal dirumah mendiang sang ayah ditemani oleh ibu angkatnya. Sesekali Mama Alexa menjenguk dan menginap disana, Adiba tidak banyak berbicara maupun berkomentar tentang segala urusan pernikahan maupun Gibran yang selalu mengajaknya kencan. Tidak, lebih tepatnya menjadikannya sebagai nyamuk.
Mama Alexa yang sering memaksa Gibran untuk mengajak Adiba makan siang bersama, dengan berat hati Gibran mengajak Adiba, tetapi Gibran juga mengajak Shella di setiap kencannya bersama Adiba dan membuatnya harus seperti nyamuk.
__ADS_1
Kebisuan Adiba membuat Mama Alexa khawatir terhadap calon menantunya.
“Sayang, aku kamu tidak apa-apa?.” Tanya Mama Alexa menghampiri Adiba yang sedang memasak dengan beberapa pelayan.
“Hm Adiba?” Menunjuk dirinya sendiri takut salah akan pertanyaan yang dilontarkan.
“Iya, akhir-akhir ini kamu terlihat murung tidak seceria seperti awal kau datang kesini. Apa kau tidak bahagia akan menikah dengan anak mama?” Tanya Mama Alexa berhati-hati sambil mengelus pundak kecil Adiba
Adiba berbalik badan menghadap Mama Alexa, Adiba menangkap jelas wajah sendu calon mertuanya itu yang membuatnya ragu dan sangat tidak ingin mengecewakannya.
Ia sangat beruntung mendapatkan calon mertua sepertinya yang sangat peduli dan sayang terhadapnya, meski tidak mendapatkan cinta suaminya nanti setidaknya ia bisa mendapatkan cinta mertuanya.
“ kenapa mama bertanya seperti itu? Tentu Adiba sangat senang akan menikah dengan Gibran.” Jawab Adiba memeluk erat Mama Alexa
“Sebentar lagi, Adiba bisa menjalankan amanat ayah dan mendapatkan keluarga baru.
Adiba sangat bersyukur akan hal itu” Timbalnya lagi sambil melepas pelukan dan tersenyum sangat manis.
Mama Alexa tersenyum bahagia mendengar jawaban Adiba Mama Alexa kembali memluk Adiba
“Semoga kalian menjadi keluarga kecil yang bahagia ya sayang.” Ujar Mama Alexa mengelus kepala Adiba.
__ADS_1