PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH

PENANTIAN ISTRI SHOLEHAH
Senjata makan tuan


__ADS_3

"Hey ketek paus apa yang kau la--"


Karna kesal yang sudah memburu hatinya, Sekertaris Vino benar-benar menepati janjinya dan langsung ******* habis bibir ema-ema Aisyah dengan rakusnya.


Aisyah yang mendapat serangan, tentu saja terkejut. Dia memukul-mukul tubuh kekar Sekertaris Vino dan berusaha melepaskan kukungannya.


Tapi nihil, tenaga Vino jauh lebih kuat darinya. Vino malah mencengkram kedua tangan Aisyah keatas.


Lama ******* bibir cerewet Aisyah membuat ciuman tersebut memanas meski Aisyah tak membalasnya, Vino menggigit bibir bawahnya dan membuat Aisyah membuka bibirnya.


Tanpa menyia-nyiakan waktu emasnya, Vino langsung menorobos masuk mengabsen setiap inci yang ada di dalamnya.


Niat hanya ingin menghukum gadis kurang hajar ini, Vino malah termakan senjatanya sendiri.


"Shit" Umpat sekertatis Vino melepaskan ciuman kemudian menunduk, Kini nafasnya memburu tak karuan.


Aksi balas dendamnya membuat juniornya mengeras.


Tak kuat lagi menahan hasratnya karna ciuman tadi, perlahan Vino mendongkakan kepalanya dan menatap gairah wajah Aisyah yang sedang memejamkan mata.


Perlahan Vino mendekatkan wajahnya, hendak kembali ******* bibir yang membuat miliknya mode on.


Beberapa centi lagi bibir mereka kembali bersentuhan akan tetapi,,


Tok, tok, tok,,,,


Ketukan pintu kamar mandi terdengar sangat nyaring membuat Vino maupun Aisyah kelabalan.


"Siapa didalam?" Teriak dari luar


Pintu kembali terdengar lebih keras membuat Vino maupun Aisyah semakin panik seperti ketauan maling. Pasalnya, kamar mandi kecil itu tak bisa untuk bersembunyi.


"Adib...." Vino membungkam mulut ema-ema Aisyah.


"Diam! atau kucium kau lagi. Alihkan perhatian nona Adiba dan aku akan keluar dari sini" Bisik Vino ditelingan Aisyah.


Aisyah menganggugakan kepalanya pelan.


"Yah, sebentar.." Jawab Aisyah kemudian membukakan sedikit pintu dan langsung keluar.


"Kau sedang apa lama sekali?" Tanya Adiba dan hendak langsung meraih pintu, dengan segera Aisyah menahannya.


Adiba memperhatikan lagak Aisyah yang menurutnya sangat aneh.


"Kau kenapa?"

__ADS_1


"Aku? hmm anu, itu.... perutku mulas" Jawab Aisyah memelas dan langsung memegangi perutnya.


"Bisa tolong ambilkan aku air hangat?.. Please.." Pintu Aisyah sambil mengedipkan matanya.


"Ih ambil aja sendiri, kebelet ni" Jawab Adiba cepat sambil meraih pintu kamar mandi yang masih terhalang Aisyah dan lagi-lagi di halangi oleh Aisyah.


"Auuuww, auwww sakitt...." pekik Aisyah semakin jadi sambil memegangi perutnya membuat Adiba panik.


"Eh, eh kau kenapa? sebentar, sebentar aku ambilkan airnya" Adiba langsung berlari menjauhi kamar kecil tersebut mengambil air hangat yang diminta Aisyah.


Aisyah menghembuskan nafasnya lega dan berjalan mengikuti Adiba.


Sekertaris Vino yang sedari tadi mendengar percakapan mereka kemudian keluar dengan hanya menampakan kepalanya mengecek kondisi.


Aisyah yang sudah berdiri di belakang Adiba melihat Vino yang mengintip dari balik pintu.


"Pergi, pergi!!" Ucap Aisyah tanpa suara sambil mengkibas-kibaskan tangannya.


Tanpa menyia-nyiakan waktu, dengan cepat sekertaris vino berlari dengan cara mengendapkan suara langkah kakinya menjauhi tempat tersebut.


Dan tanpa disadari ada seseorang geleng-geleng kepala karna melihat tingkah Sekertatis Vino keluar dari kamar mandi kecil mengendap-endap seperti maling.


"Huft selamat..!" Gumam Aisyah.


"Apanya yang selamat?" Tanya Adiba kaget mendapati Aisyah yang sudah berada di belakangnya.


Adiba semakin heran dengan tingkah sahabatnya.


"Yasudah diminum airnya, aku ingin kekamar mandi dulu"


"Makasih.." Aisyah lamgsung memeluk Adiba karna telah menyelamatkan dirinya dari kukungan pria gila Vino, jika tidak. Bisa habis nasib dan masa depannya.


Adiba yang heran tidak menganggapnya lagi. Karna panggilan alam yang tak tertahankan lagi.


Dengan cepat ia berlari kekamar mandi kecil.


Setelah selesai, Adiba menghampiri Aisyah yang sedang duduk di meja makan.


"Apa perutmu sudah baikan?" Adiba ikut duduk disamping Aisyah, dirinya sangat lelah saat ini.


"Sudah. O****h ya kenapa kau kemari? Sekertaris Vino tadi bilang, kau dan tuan Gibran tidak akan ikut makan malam kenapa?"


Adiba mengerucutkan bibirnya.


Adiba kembali kesal terhadap Gibran yang tak membiarkannya istirahat dan melewatkan makan malamnya. Gibran terus saja bermain dengan tubuhnya tanpa henti.

__ADS_1


Adiba baru bisa keluar ketika sakit perut karna lapar, barulah Gibran melepaskannya. Itupun, hanya untuk mengambil makanan kemudian membawanya ke kamar.


"Aku mau mengambil makan malamku tapi tiba-tiba kebelet" Jawab Adiba sambil menyajikan makanannya.


Aisyah hanya membulatkan mulutnya.


Mereka kembali terdiam dengan fikiran masing-masing. Adiba memikirkan pergulatanannya tadi, Gibran seperti berbeda seperti biasanya. Kali ini Gibran bermain seperti Orang kesetanan, tak membiarkannya berhenti walau hanya bernafas ketika berciuman.


Sedangkan Aisyah, memikirkan kejadian yang baru saja terjadi di kamar mandi bersama Vino. Ketek paus itu nafsuan juga ternyata.


"Aaaaaa Gilaa......!!!!" Teriak Adiba dan Aisyah bersamaan.


Membuat mereka malu sendiri dan saling bertanya.


"Kau kenapa?" Tanya Adiba dan Aisyah bersamaan lagi sambil saling tatap.


"Ah aku? tidak!" Adiba menunjuk dirinya sendiri.


"Aaa sepertinya habis bergulat panas ni,,, berapa ronde berapa gaya yang dipake. Ayo dong ceritain jadi kepo nih" Cerocos Aisyah membuat Adiba geleng-geleng kepala.


Sahabatnya ini benar-benar seperti dukun yang sudah bisa membaca apa yang difikirannya.


Adiba hanya dia tak menjawab, sedekat apapun bersama orang jika membahas soal seperti ini bersama gadis tentu saja malu. Goda Aisyah berhasil membuah pipi Adiba merona.


"Cie yang abis bikin anak, sampe ga ikuy makan malam" Goda Aisyah lagi sambil cekikikan.


"Sayang....." Panggil Gibran ditengah anak tangga membuat Adiba dan Aisyah menoleh ke sumber suara.


"Suamiku memanggil aku pergi dulu" Jawab Adiba gugup dan langsung berlari menghampiri Gibran dengan nampan di tangannya.


Sungguh sial, berniat menjauhi Gibran untuk beristirahat. Ternyata diluar lebih sial karna digoda gadis tombol seperti Aisyah. Yang akan menggodanya habis-habisan jika masih berada disitu.


Adiba lebih memilih kembali ke kamar bersama suaminya. Tidak apa-apa cape, kan dapet pahala juga. πŸ˜‚ (begitu fikirnya) Asal jangan sampe encok lagi aja! begitu kecamnya.


Setelah kepergian Adiba, Aisyah segera masuk kedalam kamarnya. Takut jika Vino kembali menyerangnya.


*****


Maafin author baru bisa up yaπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Akhir-akhir ini lagi sibuk persiapan untuk pernikahan. Minta doanya ya semoga bisa berjalan dengan lancar...


Semoga masih berkenan untuk like dan komen sebanyak-banyaknya.


Terimakasih.

__ADS_1


Salam hangat dari author.


__ADS_2