
Episode 100 : Kencan Adam dan Alice.
***
"Kita mau kemana?" Alice bertanya pada suaminya, mereka sudah berada di dalam mobil dimana kali ini Adam yang mengemudikan mobil itu.
"Tunggu saja, aku akan mengajakmu ke tempat dimana anak muda biasanya makan siang dan jalan-jalan menghabiskan waktunya," seru Adam begitu bangga.
Sebenarnya Adam juga ingin melakukan ini sejak dulu, jika saja keluarganya masih utuh maka dia pasti bisa menjalani kehidupan normal dan menjalani kehidupan layaknya seperti anak muda pada umumnya.
Tetapi segalanya telah direnggut sejak tragedi dulu, dan banyak hal yang hilang dari nya juga.
Jadi dia akan menjalani hari-hari tanpa penyesalan dan menikmati hidup bersama istrinya.
***
Alice suka sekali melihat pemandangan beragam yang mereka lewati, setiap kali Alice melihat keluar jendela kaca mobil, karena kecepatan mobil maka pemandangan yang ia lihat juga berubah, rasanya semuanya sangat menarik baginya.
Hanya beberapa saat akhirnya Adam dan Alice sampai di pusat kota, tempat dimana tempat tidak pernah tidur, selalu ramai, banyak tempat makanan, tempat nongkoirong anak muda, jujuga banyak pemnjual pernak pernik disana-sini.
Tempat ini jauh lebih besar dari pasar malam yang mereka datangi saat lalu, lebih ramai dan hal yang tertata disana jauh lebih beragam, bukan hanya awan pink saja yang ada, banyak hal yang belaum pernah dilihat oleh Alice ada disana.
Seperti seorang anak kecil yang pertama kali melihat segalanya, Alice membeku sebentar.
Sampai saat tangan kokoh suaminya sudah menggenggamnya, mengajaknya berjalan meleeati kerumunan orang yang sepertinya mencari tempat makan siang yang mereka inginkan.
Mata Alice masih berkelana kesana kemari, disaat suaminya menggenggamnya erat, Adam sudah membuka jasnya dan mengenakan topi sekarang, agar tampilan formalnya tidak akan terlalu mencolok.
“Ini tempat apa? kenapa ramai sekali dan banyak sekali orang berkumpul, ada yang makan, ada yang berbelanja, tempat ini sangat ramai dan memiliki banyak hal di dalamnya,” Alice bertanya dengan samgat serius.
__ADS_1
Dia belum pernah ke tempat ini sebelumnya, ada yang sangat menarik perhatian Alice sejak tadi, banyak anak muda berpakaian seragam.
Walau setiap orang yang ia lewati memiliki seragam yang warnanya berbeda, tetapi banyak dari mereka membawa buku di tangan, beberapa dari mereka tertawa sembari menenteng banyak buku di ransel mereka.
Mata Alice akan mengikuti anak-anak muda itu, rasanya Alice sangat senang melihat tawa mereka dan beberapa ekspresi lainnya, seperti kesal, terburu-buru, bahkan ekspresi mengantuk.
Semuanya dia lewati saat Adam menuntunnya ke sebuah tempat.
“Ini di pusat kota, jika malam hari tempat ini sangat ramai dan terang, sayang sekali malam ini aku memiliki pertemuan penting, tetapi makan siang disini dan melihat hal-hal menarik seperti anak muda yang lain menurutku bagus juga,”
Adam sudah membuka sebuah pintu kaca, tempat dimana mereka akan makan dengan pemandangan orang-orang yang berlalu lalang di hadapan mereka.
Sebenarnya Adam juga baru pertama kali mengalami ini semua, jadi dia juga takjub dan merasa ini merupakan pengalaman baru untuknya.
***
Keduanya benar-benar kompak melihat ke kiri dan ke kanan.
Saat keduanya tiba-tiba bertemu pandangan, keduanya terkejut karena menyadari jika mereka berdua sama-sama takjub dengan keramaian dan betapa banyaknya hal yang ada di sini.
“Pffttt … wajahmu lucu sekali, aku merasa kau juga baru pertama kali ke tempat ini,” Alice tertawa, tawanya sangat lepas dan hal itu membuat Adam merasa malu.
Pipinya menjadi merah dan sedikit gugup.
“A .. aku sudah pernah kesini, tapi hanya lewat saja, memangnya kenapa, kau sudah berani meledek aku ya? awas saja nanti, aku akan memberikanmu hukuman atas ini semua!” ketus Adam mengepal tangannya karena baru saja diledek oleh suaminya.
Alice masih tertawa dan dia segera bersandar di bahu suaminya.
“Suamiku lucu sekali ….” Seru Alice merangkul tangan suaminya dan bersandar di bahunya.
__ADS_1
Semua keramaian di hadapannya rasanya berjalan lambat, dan semuanya terasa sangat menyenangkan dan menakjubkan baginya.
“Lucu?"
"Aku?"
"Lucu?”
Adam memperjelas ucapan istrinya, dia ingin menunjukan betapa dia tidak lucu tetapi maskulin, tapi saat ia melihat mata berbinar dan senyuman cerah istrinya, Adam mengurungkan niat untuk merusak mood ini.
“Aku akan membiarkan mu kali ini, karena kau adalah orang berharga dan satu-satunya yang bisa mengatakan aku lucu, tapi hanya kali ini saja!” ketus Adam tanpa sadar bibirnya pun mulai tersenyum karena melihat istrinya bersandar di bahunya.
Dengan bersemangat tangannya ia lebarkan dan langsung metangkul bahu istrinya, rasanya sangat menyenangkan jika Alice bersandar padanya seperti ini, seperti ada kembang api yang bermekaran di hatinya.
“Ehem … disini masih banyak antrian yang mau makan disini, jika kalian masih mau berpacaran sebaiknya jangan disini karena ini adalah tempat makan,” pelayan yang sejak tadi sudah menjadi nyamuk tak di dengar oleh Adam dan Alice.
Dengan mata datar dan ekspresi kesal karena melihat kemesraan pasangan yang mengacuhkannya.
Bagaimana tidak, sang pelayan sial yang melihat keuwuan itu adalah jombo yang tengah iri melihat pasangan romantis sepeti Adam dan Alice.
Saat mendengar itu, Adam dan Alice saling berpandangan, mereka lupa jika mereka sedang ada di tempat umum dan hendak makan siang.
.
.
.
Aku kasih bonus update hari ini jangan lupa like 🤍🤍🤍🤍
__ADS_1