
Episode 161 : Menyadari perasaan.
***
"Siapapun tolong aku ..."
Dia berseru pelan sekali, walau tidak akan ada yang menolong nya tetapi dia sangat berharap keajaiban datang.
"Kau meminta tolong? dasar bodoh, siapa yang mau menolong wanita murahan seperti mu memangnya?"
Luke remeh sekali, dia sudah tidak sabar ingin menggagahi Haley dan menjadikan Haley boneka pemuas nya.
Akan tetapi ....
"Brak!"
"Brak!"
"Brak!"
Seseorang sedang menendang pintu kamar hotel sampai rusak dan terbuka.
Sazu sudah datang, dia khawatir sekali sampai wajahnya memerah karena amarah.
Saat ia menemukan Luke sudah membuka pakaian atasnya dan hendak menaiki ranjang, dan disaat yang sama Haley menangis dan sepertinya diberikan obat perangsang.
Sazu marah besar sampai ia langsung menerjang Luke tanpa ampun.
"DASAR BAJINGAN! TIDAK TAHU DIUNTUNG!"
"APAKAN KAU TIDAK TAHU SEBERAPA BERHARGA WANITA INI?"
Sazu berteriak sembari menerjang Luke dengan tinjunya.
"Bak!"
"Buk!"
"Bak!
__ADS_1
"Buk!"
Sazu menghajar Luke sampai berdarah-darah, bahkan Luke tidak memiliki waktu untuk meringis kesakitan.
Luke sudah tidak berdaya, seluruh tubuhnya sudah memar dan wajahnya penuh darah dan luka.
Sazu yang seperti dirasuki setan, mengambil sebuah vas bunga yang ada di atas meja, dia akan menghabisi Luke.
Sazu tidak rela, dia tidak akan melepaskan siapapun yang meremehkan dan hendak melecehkan Haley.
Tetapi saat tangannya hendak melayang menghabisi Luke menggunakan vas bunga.
Haley yang mengumpulkan seluruh tenaga nya yang tersisa, menarik tangan Sazu dengan lemah.
Sazu tersentak, matanya melebar dan nafasnya terengah-engah.
"Tolong bawa aku pulang ... jangan dilanjutkan lagi ...." Haley menangis, dia tahu jika dia tidak menghentikan Sazu maka Luke akan mati malam ini juga.
Haley tidak ingin hal itu terjadi, jika Luke sampai mati maka namanya dan nama Sazu akan terseret dan pasti masalahnya akan diingat semua orang lagi.
"Deg!"
Dia melihat Haley menangis dan kelihatan lemah, wanita yang ia jaga dan ingin bahagia akhirnya menderita oleh karenanya.
Sazu meraih tangan Haley dan mendekapnya.
"Hummm ... aku akan membawamu pulang ..." balas Sazu mendekap begitu erat.
Akhirnya ia sadar apa arti dari ucapan Black, ternyata perasaan nya sudah lebih dalam dari perkiraan nya.
Keinginan Sazu yang menginginkan Haley bahagia selamanya, jika orang lain tidak bisa maka dia akan melakukan nya.
"Aku sudah bilang jika tidak akan ada yang mau menerima ku dan masa laluku, huhu ... cepat bawa aku pulang! aku takut! hatiku sakit ...."
Haley menangis seperti anak kecil.
Dia menangis sampai sesenggukan, dia lemas karena obat perangsang, dia terluka karena berharap ada yang mau menerima masa lalunya.
Tetapi ternyata semuanya sama saja.
__ADS_1
Sazu yang sudah jelas dengan perasaan nya saat mendengar ucapan dari Haley segera meraih kedua pipi Haley.
"Aku! aku menerima mu sejak dulu, hanya saja aku tidak menyadari perasaan ku, mulai hari ini, aku tidak akan membiarkan siapapun merendahkan dan meremehkan mu!"
"Aku yang akan membahagiakan mu selamanya!"
Sazu dengan tegas mengatakan ucapannya, membuat Haley memiringkan wajahnya dan heran.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantungnya berdegup kencang sekali namun dia yakin jika Sazu hanya sedang menghiburnya saja.
"Ais, masih bercanda lagi, cepat bawa aku pulang!"
Haley semakin kesal, bisa-bisanya Sazu bercanda disaat seperti ini.
Akan tetapi ....
"Cup!"
Sazu langsung mengecup bibir Haley.
"Aku serius, walau kau belum suka kepadaku, aku tidak akan memberikan mu kepada orang lain lagi! dan aku akan membuat mu menerima ku!" ketus Sazu membuat Haley syok sekali.
Mata Haley melebar namun obat yang merangsang di tubuhnya membuat semuanya menjadi gelap.
Dia tertidur, dan saat itu Sazu segera membawa Haley ke rumah sakit yang ia operasikan.
Sazu menyuntikkan obat penawar perangsang di tubuh Haley.
Malam itu, Sazu akhirnya memiliki tujuan yang pasti, dia akan memulai segalanya dari awal setelah ia menyadari perasaannya.
.
.
.
.
__ADS_1
Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍