
Episode 110 : Asal mula tragedi.
***
Ruby adalah istri dari Blake Brown, seorang pewaris tunggal dari keluarga Brown, seluruh harta warisan kecuali milik istri sah turun kepada Blake Brown.
Dari saat itu lah sebuah kebahagiaan dari Blake Brown dan Ruby pecah bagaikan kubangan darah, dan naasnya ada sebuah keluarga yang terseret oleh peperangan saudara atas harta warisan tersebut.
Tetapi garis takdir dan pembalasan tak akan pernah putus, karena kematian seluruh orang tak berdosa itu, ada keturunan yang akan meneruskan pembalasan hingga ke akarnya.
***
Saat melihat seluruh fakta mengenai Ruby, yang merupakan ibu kandung dari Alice, kengerian bercampur kesedihan terlihat di wajah Adam Duke.
Tidak hanya sampai disitu, akhirnya Adam mengerti mengapa dia seolah pernah melihat wanita itu.
Ternyata saat lelaki yang tak ia kenali yang ternyata adalah Blake Brown, seorang yang sebenarnya menjadi pewaris kekayaan Brown membawa wanita itu.
Wanita itu tengah hamil Alice dan memberikan sebuah surat wasiat kepada ayah Adam duke, bahwa jika Blake mati maka kekayaan keluarga Brown akan jatuh ke tangan putrinya yang akan ia namai Alice.
Semua berkas itu begitu lengkap, bahkan kasus yang dipegang oleh ayahnya yang sudah dikunci oleh pemerintahan ada di tangannya sekarang.
Semua itu karena pengaruh Sean Regis makanya informasinya bisa sedetail dan seakurat itu.
***
Kejadian masa lalu,
Asal mula tragedi ....
Ayah Adam Duke adalah seorang hakim agung, dia menjadi hakim bukan untuk mendapatkan uang, akan tetapi karena untuk menegakkan keadilan dengan caranya sendiri.
__ADS_1
Adam Duke adalah keturunan keluarga yang sudah memiliki kekayaan secara turun temurun, hanya saja ayahnya memilih menjadi hakim untuk memberikan keseimbangan hukum yang terus menerus timpang dan mengerucut.
Sayangnya, kebaikan hati ayahnya malah membawa mala petaka dan mimpi buruk kepada keluarga nya sendiri.
***
Saat itu Blake Brown sudah tahu jika dia memiliki lawan bukan hanya dari saudaranya saja akan tetapi pemerintah korup dan berbagai kalangan yang mendukung dan berpihak kepada Baron Brown.
Anak pertama dari istri sah kepala keluarga Brown, bagaimana pun sebelum ayah mereka tutup usia, Baron Brown telah melebarkan sayap kekuasaannya dan menjanjikan sebuah keamanan kejahatan politik saat seluruh kekuasaan akan jatuh ke tangannya.
Akan tetapi ayah mereka sepertinya mengetahui hal itu dan memberikan seluruh kekuasaan dan wasiat kepada Blake Brown, anak dari istri simpanan, wanita yang memiliki hatinya.
Konflik pun pecah, kegilaan Baron Brown menghasut seluruh adiknya, Gordon Brown dan Galilea Brown beserta seluruh pendukungnya untuk melenyapkan Blake Brown.
Blake sadar jika dia tidak akan pernah bisa memenangkan peperangan ini, dia sendirian walau kekuasaan menjadi miliknya akan tetapi Baron Brown itu sangat licik dan jenius, dia bisa menghalalkan segala cara dan mencari cara terbaik untuk menjebak dan menghancurkan Blake Brown.
Olehkarena itulah, Blake Brown yang sudah putus asa meminta pertolongan seorang yang adil dan memiliki kuasa yaitu Akram Dutch.
Ya, nama keluarga Adam Duke sebenarnya adalah Dutch akan tetapi demi menyamarkan identitas Adam mengubah nama belakangnya menjadi Duke.
***
"Tuan Akram, aku sudah dalam keadaan genting sekali, aku sudah tidak tahu harus melakukan apa,"
"Penjahat politik telah mendukung saudaraku untuk melenyapkan aku, para pebisnis ilegal dan para mafia gelap juga ikut mendukung nya, kau tahu jika Baron memiliki kemapuan yang sangat hebat dan memiliki sindikat yang sangat mengerikan,"
Akram dan Blake Brown sedang berada di ruangan kerja Akram Dutch dimana Ruby setia duduk di sisi suaminya, tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang ini.
Akram Dutch sudah tahu apa yang dikatakan oleh Blake, Akram juga sudah lama ingin menghukum para penjahat politik dan juga keluarga besar Brown karena telah melakukan banyak kejatahan kriminal dan merugikan negara akan tetapi selalu bersih dari hukuman.
Mereka kebal akan hukum negara karena kekuasaan yang mereka miliki.
__ADS_1
Akan tetapi Akram Dutch belum bisa melakukannya karena akan sangat riskan dan jika terburu-buru maka dia yang akan terjebak dan terjerumus.
Akram dan para elit juga sudah tahu jika sekarang ini sedang ada perang saudara memperebutkan harta kekayaan keluarga Brown yang begitu banyak, sebab berdasarkan warisan resmi, seluruh kekayaan itu sudah jatuh ke tangan Blake Brown.
Akan tetapi itulah pemicu perang saudara itu, sekarang Blake sudah dikepung dari segala sisi dan dia sudah tidak bisa melepaskan dirinya dari maut.
Saat Akram dan Blake Brown tengah berbicara serius sekali dan wajah Akram kelihatan sangat cemas, Akram melihat putranya tengah mengintip dari pintu karena penasaran dengan tamu ayahnya.
"Adam ...." Akram memanggil putranya lalu menatapnya dengan lembut sembari tersenyum.
"I ... iya Ayah? kenapa Ayah bisa melihat ku? padahal aku sudah bersembunyi," Adam terkejut dan memasuki ruangan.
"Nak, Ayah sedang berbicara dengan teman Ayah, bisakah tutup pintunya, dan bermainlah bersama Aleya, dia pasti sedang mencari mu sekarang," Akram masih terlihat lembut sekali.
Akram memang sangat pandai dalam mendidik anaknya, tidak ada kekerasan dan kediktatoran, dia benar-benar bijak dan menyayangi keluarga kecilnya.
"Hmmm ... baiklah Ayah ...." balas Adam menunduk namun ia sedikit menilik lagi saat Ruby terlihat tersenyum begitu lembut sembari memegangi perutnya yang sudah membuncit.
Akan tetapi Adam langsung pergi dan berlalu menuruti perintah ayahnya, dia mengunci pintu dan pembicara antara Blake dan Akram akhirnya berlanjut ...
.
.
.
Guys maaf ya jika terlalu rumit, aku sudah mencoba menjabarkan secara mudah yaa ... sebagai catatan ini semua hanya ide dari author dan tidak ada sangkut paut dengan kenyataan, jadi bijak dalam membaca yaa..
Sayang kalian banyak banyak
Love
__ADS_1
Author Joy
***