Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Mengganggu kegiatan.


__ADS_3

Episode 63 : Mengganggu kegiatan.


***


"Be ... benarkah? aku melukaimu Tuan? astaga .... maafkan aku, aku akan bertanggung jawab!" Alice yang polos dan selalu saja percaya kepada suaminya benar-benar khawatir dengan pundak Adam sekarang ini.


Mata Adam menjadi tajam saat ia mendengar kata Tuan lagi dari bibir istrinya, sekarang tujuan matanya terfokus ke bibir istrinya yang berwarna merah cherry.


Masih diingat oleh Adam rasa manis dan betapa menggodanya rasa bibir itu.


Dengan sigap, Adam menarik pinggang istrinya agar tubuh Alice semakin naik dan wajah Alice tepat berada di atas wajahnya.


Adam dengan menekan namun lembut disaat yang bersamaan langsung melahap bibir istrinya, dia memainkan bibir istrinya begitu antusias.


Adam menyesap nya dan menikmati setiap detik saat ia mencium istrinya.


Alice sampai harus menahan nafasnya sebentar, dia ada di atas tubuh suaminya dan tengah berciuman di pagi hari yang hangat.


Entah kebahagiaan jenis apa lagi ini, yang jelas rasanya Alice mau meledak karena dipenuhi rasa hangat dan kebahagiaan.


"Panggil aku Tuan lagi, maka aku akan mengajari mu dan memperlihatkan mu sesuatu yang jauh lebih nakal dari tadi malam, cepat panggil aku Adam ...." bisik Adam melonggarkan ciumannya sebentar.


Tetapi jarak wajah mereka masih sangat dekat, nafas mereka seperti menyatu.


Alice dengan pipi merona dan jantung yang berdegup kencang sekali mencoba tidak melihat mata suaminya.


"A ... aku tidak tahu apakah aku pantas, tetapi aku akan melakukan sesuai dengan keinginanmu,"


"A ... Adam ...." dengan nafas yang hangat, dari bibir indah itu akhirnya terdengar namanya disebut.


Adam memagut bibir istrinya lagi, saat Alice mengucapkan namanya, dia gigit pelan namun lembut agar tidak melukai bibir istrinya.


"Lagi ...." bisik Adam dengan nafas yang sudah memburu.


Terasa sangat menyentuh bibir Alice saat Adam berbicara dekat sekali.


"Adam ...." Alice menurut saja, dia harus bertanggung jawab atas luka pundak suaminya.


Jadi dia memanggil nama Adam lagi.


"Haahhh!"


Nafas Adam menjadi berat, wajahnya memerah dan jantungnya berdegup kencang sekali.


"Sayang ... kenapa kau menggodaku pagi ini? apakah kau mau lagi? kau menggodaku dengan memanggil namaku dengan lembut, kau memang wanita nakal khusus untukku," bisik Adam membalikkan tubuh istrinya agar bersandar di kasur.


Dan sekarang bibirnya yang tadi mengecup bibir istrinya sudah turun ke leher.


Adam terkekeh nakal saat menemui jejak nakal ulahnya tadi malam telah berjejeran disitu.


Dia mengecupnya lembut membuat Alice bergetar hebat.


Tetapi ada satu hal yang membuat Alice kebingungan, yaitu mengapa suaminya mengatakan dirinya menggoda.

__ADS_1


Padahal jelas jelas Adam lah yang meminta Alice untuk memanggil namanya.


***


"Tring ... Tring ... Tring!"


Saat adegan nakal kesukaan dan impian Adam tengah terjadi pagi itu, ponsel Adam berdering mengejutkan keduanya.


Awalnya Adam hendak menghiraukan ponsel nya dan meneruskan kesenangan dan kebahagiaan nya diatas ranjang bersama istrinya.


Akan tetapi ....


"Tring ... Tring ... Tring!"


Bunyi ponselnya benar-benar mengganggu suasana dan kehangatan pagi itu.


Adam memejamkan matanya kesal, lalu dia mencengkeram tangannya kuat.


"SIAPA YANG BERANI MENGGANGGU KU PAGI-PAGI!"


"Awas saja jika ini tidak penting!"


Geramnya segera mengangkat panggilan itu.


Sedangkan Alice yang melihat kekesalan suaminya hanya bisa terdiam dengan mata berkedip-kedip bingung.


"Kenapa ya? Tuan Adam mengatakan aku menggodanya? padahal kan aku tidak menggodanya? apa yang sudah terjadi sebenarnya?" Alice hanya bisa bertanya pada dirinya sendiri.


Dia membenarkan baju tipis yang ia kenakan sebab tadi sudah sedikit berantakan karena ulah Adam Duke.


***


Adam segera duduk dan bersandar di ujung ranjang, dia menarik tubuh istrinya dan mendekap sembari menjawab telepon.


"Halo Tuan? ini saya Rose ...." saat mendengar suara manja dan centil itu, seperti ada bom meledak di kepala Adam, dia ingin sekali melenyapkan wanita menjijikkan itu.


Hanya karena telepon darinya, kegiatan menggebu-gebu dan panas antara dirinya dan istrinya harus tertunda.


Adam menghela nafasnya dalam-dalam, dia ingin melempar ponselnya tetapi masih ia tahan.


Dia menoleh kebawah dimana istrinya menatapnya dengan kebingungan.


Matanya yang bulat dan senyumannya yang seolah ingin menenangkan Adam, benar-benar mengembalikan mood Adam dalam waktu singkat.


Saat mengetahui jika yang menghubungi dirinya adalah Rose, Adam segera menyalakan loadspeaker ponselnya agar pembicaraan nya dengan Rose bisa di dengar oleh Alice, istrinya.


***


"Maafkan saya Tuan Adam, saya pasti mengganggu anda pagi ini ...." suara yang lembut dan diatur sedemikian rupa benar-benar membuat Adam muak.


Mata Alice segera melebar, jantung nya berdegup kencang saat mendengar suara yang sangat ia kenali itu.


Bagaimana mungkin Alice bisa lupa, suara yang selalu menyiksanya dan mengatakan hal hal mengerikan kepadanya sampai Alice berpikir jika dirinya adalah mainan yang tidak pantas untuk hidup.

__ADS_1


"Kak Rose ...." geram Alice entah mengapa ekspresi nya langsung berubah marah.


Dia langsung mengingat semua kejahatan dan kengerian Rose selama ini.


Yang dulu Alice mengira hal itu adalah hal yang normal dilakukan seorang kakak kepada adiknya.


Saat keluar dari kurungan lah dan bersama Adam juga bertemu orang-orang baiklah, Alice mengerti jika selama ini Rose telah menipunya dan mendoktrin dirinya.


Memanfaatkan ketidaktahuan Alice dan menyiksanya tanpa perikemanusiaan.


***


Saat melihat wajah marah Alice, Adam mengusap pundak Alice, dia mengecup keningnya dan menenangkan Alice.


Adam tersenyum lembut kearah istrinya, dan saat Alice melihat hal itu, Alice segera menenangkan dirinya.


"Tentu saja kau mengganggu ku! ada apa?" ketus Adam dengan segera menjawab Rose, menjawab dengan nada begitu dingin dan tak acuh kepada Rose.


"Maafkan aku Tuan, aku hanya ingin meminta ijin kepadamu, aku sangat merindukan adikku, Alice ...."


"Aku ingin mengajaknya bertemu siang ini jika boleh ...." entah apa tujuan Rose.


Akan tetapi dia ingin bertemu dengan Alice segera, mungkin Rose mengira dia masih bisa menipu Alice jika bertemu, dan memerintahkan Alice agar berpisah dari Adam Duke.


Ini adalah salah satu cara dari sekian banyak cara yang akan dilakukan Rose untuk menyingkirkan Alice dan bisa bersama dengan Adam Duke.


Saat mendengar undangan itu jantung Alice segera berpacu, mungkin ini adalah salah satu jalan agar dia bisa memulai pembalasannya, mungkin ini adalah salah satu jalan agar Rose mengerti jika Alice bukanlah Alice yang lemah dan mudah dibodohi.


Jika Alice akan mencaritahu segalanya, segala rahasia kelam yang selama ini mengusik Alice.


Sebuah rahasia mengapa suara-suara yang sering ia dengar terasa nyata.


Suara yang mengatakan jika dia tidak pantas hidup dan harusnya tidak dilahirkan.


Alice yakin seseorang pernah mengatakan itu dahulu, hanya saja Alice tidak ingat


Dan pastinya Alice tidak mungkin dikurung dari bayi, jika logika berbicara maka Alice pasti mati jika dari bayi di kurung seperti itu.


Masih banyak rahasia yang harus ia ungkapkan.


.


.


.


.


Jangan lupa di like dan komen, dan jika berkenan mampir ke karya author yang juga lagi ongoing, judulnya "Belenggu Hasrat Sang Mafia"


Dimasukkan ke dalam list favorit saja dulu, agar nanti saat Pengantin Tuan Adam tamat kalian bisa langsung baca, tidak kalah menarik loh dari novel yang ini. hehe


Terimakasih banyak sebelumnya, Lope you sekebon jeruk dah 🤍🍊

__ADS_1



__ADS_2