Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Acara lelang bagian II


__ADS_3

Episode 86 : Acara lelang bagian II.


***


Acara lelang akhirnya dimulai,


Pelelangan barang-barang antik yang dimulai dengan harga fantastis akhirnya diserukan oleh orang-orang dengan kekayaan tak terhitung yang ada di ruangan itu.


Nampaknya semua orang begitu antusias menghamburkan uang mereka untuk barang-barang antik yang memang memiliki nilai sejarah yang panjang.


Nilai-nilai yang disebutkan orang-orang itu, jika ada orang biasa di ruangan ini maka pastilah akan sangat terkejut melihat betapa banyak mereka menghabiskan uang mereka.


Akan tetapi Adam Duke tahu, mata mereka tengah menjelajah para yang lain, hendak melihat nilai kekayaan masing-masing orang di ruangan ini.


Adam merasa sedikit muak berada di ruangan yang sama dengan orang yang pamer akan kekayaan, akan tetapi dia harus berada di ruangan ini.


Seperti berlayar dua tiga pulau terlalui, saat ini dia tengah menarik simpatik Baron Brown yang terkenal suka merekrut orang-orang misterius namun kuat untuk memperkuat kejayaannya.


Dan di sisi yang bersamaan juga akan menghancurkan pabrik ilegal yang hendak melakukan proses pengiriman barang hari ini.


"Bos ... kami sudah siap, hanya tinggal menunggu perintah ...." Sazu dan Black memberikan pesan melalui penghubung mini yang memang dirancang oleh Black khusu untuk misi mereka ini.

__ADS_1


"Tunggu sebentar lagi, kau sudah memutus komunikasi di pulau itu kan Black?" Adam berpura-pura tengah berbicara dengan Kai yang ada di sisinya, akan tetapi disaat yang bersamaan dia tengah memberikan perintah kepada anak buahnya.


"Sudah Bos, semuanya sudah rampung," seru Black dimana mereka dengan rekan yang lain dengan persenjataan yang lengkap sudah berada di posisi dan titik masing-masing untuk segera menyerang dan menghabiskan pabrik ilegal ini sampai rata.


Tidak ada yang perlu ditakutkan, karena para pekerja disini juga adalah sindikat mafia kejam yang memang bekerja sama dengan keluarga Brown.


Ini mungkin akan menambah musuh Adam, dengan menghabisi semua orang yang ada di pulau, walau jumlahnya tidak terlalu banyak karena memang mereka lebih membutuhkan mesin untuk pabrik, akan tetapi sebuah perkumpulan mafia tidak akan membiarkan anggotanya mati begitu saja.


Akan tetapi untuk itu Adam sudah mempertimbangkan segalanya.


Saat komunikasi tiba-tiba putus dari pulau pribadi nya, Galilea yang memang memiliki tugas untuk mengawasi pengiriman barang yang hendak mereka ekspor dengan nilai fantastis, tentu Galilea panik.


"Kenapa komunikasi tiba-tiba putus?"


Dia berteriak dan panik, dia mencoba menghubungi sekali lagi, tim nya juga sudah berusaha mengembalikan koneksi akan tetapi gagal.


Tidak ada cara lain, Galilea harus melaporkan ini kepada kakak tertuanya, untuk mencari solusi terbaik secepatnya.


Karena beberapa menit lagi seharusnya barang yang mereka persiapkan sudah harus dikirimkan.


"Tring ... Tring ... Tring!"

__ADS_1


Dia mencoba menghubungi Baron akan tetapi gagal, begitupun dengan Gordon, semuanya gagal.


Galilea tidak tahu jika sekarang Adam Duke tengah membuat keduanya sibuk, inilah tujuan Adam datang ke lelang, untuk mengalihkan perhatian Baron Brown.


Karena jika tidak, mungkin rencana mereka akan mengalami kegagalan, karena Baron itu pintar dan sedikit berbeda dari orang kebanyakan.


"Ha ha ha! saya tidak tahu ada anak muda seperti mu, siapa nama mu tadi?" Baron sudah berbincang-bincang dengan Adam Duke, yang memang menangkap matanya dan perhatiannya sejak tadi.


Di sisi yang sama Gordon juga tengah gugup sekali, dia takut bagaimana jika Kakak tertuanya ini tahu jika Adam telah menikah dengan Alice.


Seseorang yang seharusnya telah diperintahnya oleh Baron harus dibunuh saat lalu, akan tetapi saat itu Gordon mengurungkan niat membunuh anak tak berdosa itu karena takut kena karma kepada putri nya sendiri.


Akan tetapi hal itu ia sesali sekarang.


Masalahnya telah menjadi semakin besar dan menumpuk.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2