
Episode 119 : Kai menangis.
***
"Bos ... aku yakin di dunia ini ada hukum yang adil, bukan hukum dari manusia tetapi dari semesta, pertemuan mu dengan Nona Alice pasti bukan kebetulan,"
"Walau aku belum terlalu suka dengan Nona Alice, tetapi dia sangat baik dan murni, aku yakin jika dia pasti akan menjadi seseorang yang hebat mendukungmu kelak,"
"Terimakasih Bos, tidak menjadi seseorang yang berbeda ketika luka lamamu telah menemukan jawaban yang sungguh-sungguh tdiak adil!"
Kai terisak seperti adik kecil bagi Adam.
Bagaimana tidak, Adam dan Kai telah bersama begitu lama, sejak keluarga Adam dibantai, Morgan Regis lah yang menyelematkan Adam, dan akhirnya bertemu dengan Kai.
Dimana saat itu Kai langsung melihat sesuatu yang begitu mengagumkan dari bosnya ini.
Adam bangkit lalu tersenyum, dia menepuk bahu saudaranya.
"Ketika aku memiliki orang-orang hebat dan setia seperti kalian, mana mungkin aku bisa berubah menjadi monster tak memiliki hati ...."
"Aku tidak berbohong, beberapa saat aku sempat menyalahkan kehadiran istriku, karena mengingat adikku yang mengalami ketidakadilan,"
"Tetapi ... saat melihat wajahnya dan tangan mungilnya di genggaman ku, aku sadar jika bukan aku yang melindunginya maka dia akan berakhir seperti adikku, aku sadar ternyata perasaanku sudah jauh lebih besar dari yang aku bayangkan,"
__ADS_1
"Tenang saja, aku tahu kau sangat menyayangi Alice di hatimu, kau menganggap nya sebagai adik seperti yang lain, karena itulah kau khawatirkan padanya bahkan menangis seperti ini,"
Adam melangkah hendak berlalu, dia ingin menuju isterinya, dia ingin berada di sisinya, karena pasti istrinya tengah syok.
Saat mendengar pernyataan Bosnya, Kai tersentak, lalu ia melebarkan mata.
"Aku menangis karena khawatir pada wanita perebut Bos ku? astaga ... sejak kapan aku jadi cengeng?" ketusnya langsung mengejar Bosnya.
"Bos ... ini rahasia kita, anggap aku tidak pernah menangis, sebagai gantinya aku akan melakukan misiku dengan sempurna!" seru Kai dengan sangat menggebu-gebu.
Dia tidak mau namanya tercoreng di hadapan para anggotanya nanti jika tahu dia menangis.
Bagaimanapun, saat lalu Kai memang sangat khawatir pada Alice, juga pada Bosnya.
Dia tidak ingin Bosnya jadi marah karena Alice yang masih memiliki mata penuh kemurnian yang sangat jarang dimiliki oleh orang di jaman sekarang.
***
Tetapi wajah khawatir melihat luka bosnya tengah kelihatan dengan sangat jelas.
"Tenang saja aku baik-baik saja, jangan melihat luka ku begitu, ini bukan apa-apa,"
"Kembalilah, kali ini bantu Kai dalam misinya ya," perintah Adam pada Haley yang masih menahan air matanya untuk tidak tumpah.
__ADS_1
"Ummm ..." Haley mengangguk cepat dan berlari pergi.
Dia belum mengerti tetapi dia sangat senang dan lega sekarang, seperti hubungan antara Bosnya dan adik kecilnya baik-baik saja.
***
Di pertemuan keluarga Brown,
"Tuan ... salah satu markas Adam Duke dikabarkan meledak oleh sesuatu, sepertinya Adam sedang ke markas itu untuk mencari tahu penyebab,"
Suruhan Baron memberikan kabar terbaru mengenai Adam Duke.
Mengenai alasannya tidak hadir dalam pertemuan ini.
"Hmmm ... baiklah, masih banyak waktu untuk bisa menjeratnya," seru Baron melanjutkan perbincangan penting dalam pertemuan ini
Tadinya, Baron hendak mengikat Adam dalam sebuah perjanjian dengan imbalan jabatan tinggi di pemerintahan malam ini.
Asalkan Adam dengan suka rela membantu keluarga Brown dalam segala urusannya.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa di like semuanya.. terimakasih 🤍🙏