Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Alice dan traumanya.


__ADS_3

Episode 116 : Alice dan traumanya.


***


Dia melihat wajah Alice di foto itu.


Dan ....


Tangannya menempel di kaca Photo, tangannya semakin menekan dan kuat sampai kaca photo pecah berserakan.


Lalu karena photo sudah goyah, membuatnya jatuh begitu saja ke lantai.


Bola matanya yang gelap melihat photo itu jatuh, dia menampilkan ekspresi yang begitu mengerikan, kepalan tangannya berdarah dan tatapan matanya menjadi kosong.


"Bos ... Bos!"


Haley yang baru saja kembali sudah membaringkan Alice di ranjang, dia berlari mencari bosnya dan yang pertama menjadi tempat untuk nya ialah ruangan kerja sang bos.


"Cklek!"


Pintu terbuka dengan terburu-buru, sejak tadi Alice telah pingsan dan dalam perjalanan secara tidak sadar Alice tidak berhenti menangis dan selalu mengatakan ampun.


Kata-kata itu terdengar begitu menyedihkan di telinga Haley, ia merasa dia harus segera membawa Alice ke Bos nya, Bos nya pasti tahu bagaimana cara menenangkan Alice.


Sekarang ini Sazu masih ada di casino, baru akan kembali esok hari jadi Haley hanya bisa memiliki satu pilihan, yaitu membawa Alice kembali pulang menuju Bosnya.


Namun saat Haley membuka pintu, dia melebarkan matanya, tubuhnya bergetar, ruangan pribadi Bosnya kelihatan hancur dan di tengah-tengah kehancuran itu ada Bosnya sudah melihat kearahnya.


Dengan tatapan kosong dan tangan berdarah, wajah pucat dan mata memerah seperti baru saja menangis.


"B ... Bos, apakah kau baik-baik saja?" Haley terkejut dan mencoba bertanya mengenai keadaan Bosnya.


Lalu ia segera menggelengkan kepalanya karena keadaan Alice juga kelihatan sangat mengkhawatirkan.


Wajah Alice sangat pucat, dan tak berhenti menangis walau ia sedang pingsan.


"B ... Bos, Alice ... Alice, dia ... dia kelihatan sakit, aku tidak tahu kenapa akan tetapi sejak ia kembali ke tempat itu dia tiba-tiba saja pingsan,"


Haley tetap memberikan laporannya dengan panik, karena tidak tahu harus menjelaskan dengan benar.


Bagaimanapun, Haley benar-benar khawatir sekali, melihat Alice sepanjang perjalanan pulang kadang merintih kesakitan, mengatakan kata ampun dan tubuhnya menjadi sangat dingin.

__ADS_1


Tanpa menunggu respon Haley, mendengar Aluce pingsan seperti bom bagi Adam, seperti merobek hatinya sampai berkeping-keping.


Mendengar wanita itu tidak sadarkan diri entah mengapa memberikan rasa sakit yang tak bisa dimengerti oleh Adam.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Tanpa disadari oleh Haley, Adam telah melalui dirinya dan kembali ke kamar pribadinya.


Disana dia melihat Alice, istirnya yang dalam keadaan pingsan akan tetapi menangis.


"Ampun ..."


"Jangan pukul aku!"


"Sakit,"


"Aku terkutuk, ya ... aku tak pantas hidup,"


"Ampun!"


Alice menggeleng-gelengkan kepalanya, dia menangis tersedu-sedu dalam keadaan mata terpejam.


Entah apa yang dimimpikan oleh Alice, akan tetapi setelah melihat foto itu kilas balik hidupnya seperti berputar dalam memorinya dan semua itu terlalu menyakitkan.


"Siapapun ... tolong aku, tolong aku ...."


"Kenapa aku belum mati?"


Setalah kata-kata terakhir itu, Adam yang tadi terdiam berdiri membisu segera berlari dan meraih tangan istrinya.


Rasanya sangat dingin, kecil dan lemah.


"Aaaaaaa!"


Alice menangis dengan hebat, dalam dirinya di dalam mimpinya, saat itu ia masih kecil sekali, dia bisa melihat dirinya saat ia kecil.


Dia dipikul habis-habisan sampai pingsan, sampai ia meminta ampun, sampai ia mempercayai kata kutukan yang selalu terdengar di telinganya.


"Kenapa kau lahir!"


"Kenapa kau ada di dunia ini, kau terkutuk jika saja kau tidak lahir maka suamiku pasti masih hidup, dan keluarga itu pasti tidak akan mati!"

__ADS_1


"Apakah kau tahu seberapa banyak orang mati karena mu?"


"Kau tidak pantas hidup!"


Teriakan itu bercampur rasa pilu dan tangisan seorang wanita cantik yang merupakan ibu kandung Alice, Ruby.


Yang benar-benar telah kehilangan kesadaran dan kewarasannya karena kehilangan segalanya setelah melahirkan anak ini.


Alice menutup telinganya, lalu kilas balik ingatan dalam mimpi itu hilang seketika.


Digantikan kegelapan yang memekik dan begitu sepi.


Alice meringkuk dan kedinginan.


"Aku terkutuk!"


"Aku terkutuk!"


"Aku tak pantas hidup!"


"Kenapa aku lahir?"


Dia berucap pelan sambil meringkuk dan menutupi telinganya.


Sebab sekarang kegelapan yang ia takuti selama ini telah menyatu dengan dirinya.


.


.


.


Author : Sedih banget sih, aku sampai nangis nulisnya, belum lagi ke tragedi pembunuhan keluarga Akram Dutch nanti, astaga author tak sanggup 😭


Btw maapin ya kelemahan novel ini, aku tau banyak gap dimana-mana 🥺


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2