
***
Episode 43 : Menuju dunia luar.
Adam membawa Alice mamasuki mobilnya, lalu memasang seat belt untuk Alice. Alice terlihat bersemangat, dia penasaran kemanakah Adam akan membawanya.
Adam mengemudikan mobilnya dan tidak sabar menghabiskan waktu lebih banyak dengan istrinya.
Untuk pertama kalinya, Alice melihat pemandangan luar saat mobil tengah melaju dengan rasa hati yang senang dan bersemangat, sebelumnya saat ia menaiki mobil untuk pertama kalinya adalah saat ia menikah dengan Adam, dan jujur saja saat itu Alice ketakutan.
Tetapi sekarang dia nyaman duduk di dalam mobil bersampingan dengan Adam Duke.
Alice menikmati bagaimana setiap tempat yang ia lewati terlihat sangat menarik di matanya, dia akan sering menoleh ke belakang jika melihat taman bunga, atau toko-toko, atau gedung tinggi, semuanya terlihat sangat ajaib di mata Alice.
Adam hanya terkekeh dan tersenyum melihat tingkah lucu istrinya.
Apalagi mata bulatnya yang berbinar jika melihat sesuatu yang menarik baginya, saat itu lah wajah Alice terlihat paling menggemaskan.
***
__ADS_1
Setelah berkendara beberapa saat, akhirnya Adam memarkirkan mobilnya.
“Ayo kita keluar, aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu,” ucap Adam membuka pintu mobil untuk istrinya, meraih tangannya dan mengajaknya menuju dunia luar.
Alice mengangguk, dia menggenggam tangan suaminya dan mengikuti langkah suaminya.
Selagi mereka melangkah, orang-orang yang berlalu lalang semakin banyak, hal itu membuat Alice sedikit takut, ini adalah kali pertama dia melihat banyak sekali orang asing, dari berbagai sudut, ada saja orang yang lewat.
Alice berjalan sembari menunduk dan bersembunyi di belakang pundak suaminya.
Adam yang melihat istrinya terlihat takut segera menghentikan langkahnya.
Alice mengangkat wajahnya dan menatap Adam dengan matanya yang memerah.
“Terlalu banyak orang, aku terkutuk, bagaimana jika mereka terluka karena aku, aku khawatir,” seru Alice gemetaran, dia hanya takut melukai orang-orang disekitarnya hanya itu saja.
Adam menghela nafasnya dalam-dalam.
‘Doktrin apa yang sudah ditanamkan Gordon Brown dan keluarganya kepada Alice, mengapa sampai separah ini!’ geram Adam dalam benaknya.
__ADS_1
Tetapi tidak menyerah, Adam meraih kedua pipi Alice.
“Hei, lihat aku, kau itu spesial, kau tidak terkutuk, kalau kau terkutuk aku pasti sudah celaka kan? itu hanya kebohongan yang dikatakan kepadamu, jika kau masih khawatir dan takut kau hanya harus berfokus melihatku, mengerti?” ucapannya lembut sekali.
Ditengah kerumunan orang, Alice yang tadi mendengar kerumunan dan suara bising akhirnya menjadi tenang.
Aura-aura gelap yang ia lihat dari orang-orang lenyap saat Adam mengusap pipinya dan memintanya untuk melihat Adam saja.
Alice mengangguk juga terpesona disaat yang bersamaan, terpesona melihat betapa sebuah gelap bahkan tak bisa menembus Adam Duke, sehingga membuatnya menjadi tenang.
Sama seperti pertama kali bertemu, Adam sudah membuatnya tenang bahkan saat pertama kali mereka bertemu.
“Baiklah, sekarang waktunya untuk kita bersenang-senang, mulai hari ini, aku akan menunjukkan dunia kepadamu, akan aku tunjukkan jalan untukmu, aku berjanji akan hal itu.” seru Adam menggenggam tangan Alice lagi dan menuntunnya memasuki tempat itu.
Lalu tepat di hadapan Alice terlihatlah taman bermain yang paling besar di negaranya.
Ada rollercoaster melingkar terlihat dari jauh, banyak hal-hal lucu dijual di pinggiran jalan, banyak sekali hal-hal menarik yang baru pertama kali dilihat oleh Alice.
Mata Alice berbinar dan jantungnya berpacu, ini sangat spektakuler baginya.
__ADS_1
Ya, Adam membawa Alice ke taman bermain, Adam akan menunjukkan hal-hal menarik yang belum pernah dilihat Alice sebelumnya.