Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Makanan ini hanya untukku.


__ADS_3

Episode 156 : Makanan ini hanya untukku.


***


"Sayang ... maafkan aku, ini sangat luar biasa, mengingat ini adalah masakan pertama mu itu luar biasa, dan kau melakukan itu untuk ku, aku sangat sangat senang!"


Adam mencoba membujuk istrinya yang sudah terlanjur ngambek saat tadi makanan yang ia masak hendak diusir oleh suaminya.


Alice yang tadi memutuskan untuk diam saja dan mengalihkan pandangannya melihat kearah suaminya.


"Benarkah? apakah kau bersungguh-sungguh? tapi tadi kau mengusir makanan ku?" Alice sudah hampir luluh.


Dia cepat sekali berubah pikiran jika saja suaminya sudah membujuknya.


"Itu karena aku belum tahu ini masakan mu, dan aku sangat mengkhawatirkan gizi dari asupan makanan mu, kau tahu ini adalah kehamilan pertama untuk mu, ini juga merupakan pertama kalinya untukku menjaga istriku yang hamil, jadi aku bersikap berlebihan ..."


"Dari pada itu, bisakah menyiapkan suami mu makanan yang sudah kau siapkan? aku ingin mencoba nya ...." Adam bersemangat sekali.


Tetapi dia tetap mendekap istrinya, dia lupa jika Alice harus bangkit jika ingin menyiapkan makanan untuknya.


"Baiklah, aku akan siapkan, tetapi ... lepaskan aku dulu, aku harus berdiri ..." Alice bersemangat sekali.


Ini adalah pertama kalinya dia akan melayani suaminya makan malam, apalagi makanan yang disajikan adalah masakan yang ia masak untuk suaminya, Adam Duke.


Adam terkejut saat mendengar itu, lalu melihat tangannya memang melingkar di pinggang istrinya.


"Ummm ... baiklah, aku akan melepaskan mu kali ini, tapi saat makan kau harus menyuapi aku," ketus Adam tidak sabar menunggu makanan yang disiapkan oleh istrinya.


Mode mengidam ala Adam sepertinya memang selalu saja ingin dekat dan dimanja istri, sepertinya Alice akan semakin kelelahan kedepannya.


Saat Adam sudah melepaskan Alice, dia segera mengambil piring dan menyiapkan makanan untuk suami.


Jantungnya berdebar-debar, dia juga gugup bagaimana rasa makanan yang ia siapkan.


Setelah beberapa saat menyiapkan makanan diatas wadah, dia memberikannya kepada suaminya.


"Duduklah disini ... aku ingin istriku menyuapi aku makanan yang ia masak untukku!"


Adam tentu tidak lupa, bahwa sekarang istrinya harus duduk di pangkuannya dan menyuapi nya makan.


Karena Alice sudah terlalu bersemangat, dia segera menurut, dia tidak sabar melihat reaksi suaminya atas makanan pertama yang ia masak.


"Hmmm ..." Alice mengangguk menggemaskan, dia duduk di pangkuan suaminya, dan mengambil sendok.


Dia memiringkan badannya agar bisa menyuapi Adam dengan nyaman.


Adam puas dengan sikap dan perhatian istrinya, hanya hal ini yang ia mau, dia diperhatikan dan dimanja oleh istri.

__ADS_1


"Deg ... Deg ... Deg!"


Saat makanan yang ia sendok sudah dilahap oleh Adam, jantung Alice berdegup kencang sekali.


Matanya berbinar dan bahkan tangannya mengepal sendok kuat sekali.


Dia tidak sabar menunggu respon suaminya.


Sedangkan di sisi Adam Duke, yang sudah melahap makanan yang dimasak untuk pertama kali oleh istrinya itu merasa makanan yang di buatkan oleh istrinya sebenarnya tidak terlalu enak, namun sangat sesuai dengan seleranya.


Rasanya tidak buruk, rasanya pas akan tetapi jika dibandingkan dengan makanan kelas atas yang selama ini ia santap, tentu saja rasanya berbeda.


Tetap makanan yang disiapkan oleh istrinya, apalagi disuapi, rasanya seribu kali lebih nikmat dari makanan terenak sekalipun.


Bagi Adam, makanan yang dibuat oleh istrinya sangat sesuai dengan seleranya.


"Bagaimana? tidak enak ya ...." Alice menunggu dan sudah tidak sabar dengan respon suami.


"Sayang ... rasanya sesuai dengan seleraku ... ini yang terbaik!" Adam tersenyum sangat lebar, dia bahkan terharu saat melihat istrinya menanti pendapat nya.


Rasanya tidak bisa digambarkan oleh Adam, dalam hal ini bukan rasa makanan itu yang penting, yang penting adalah bagaimana usaha istrinya memasak untuknya, dan itu sangat berharga.


Mata Alice berbinar-binar, nafasnya menjadi berat dan dia juga ikutan terharu seperti suaminya.


Duo bucin yang ingin memberikan yang terbaik untuk pasangannya ini sangat mudah terharu oleh satu sama lain.


Saat melihat sendok yang sama yang tadi masuk ke mulutnya masuk juga ke mulut istrinya entah mengapa memberikan sensasi terbakar bagi Adam.


Adam menelan salivanya saat melihat sendok itu memasuki mulut sang istri.


Lalu saat pipi Alice mengembung oleh makanan tanpa aba-aba, Adam meraih kedua pipi istrinya dan melahap bibirnya.


"Ha!"


Alice terbelalak lalu tanpa sadar mulutnya terbuka, sampai seluruh makanan yang tadi hendak ia cicipi sudah masuk kedalam mikir suaminya.


"Sayang ... kau memasak makanan ini untukku, ini hanya milikku, kau sedang hamil jadi harus makan makanan yang disiapkan oleh koki saja, sedangkan aku, mulai hari ini aku hanya akan memakan masakan mu,"


"Dan hanya aku yang boleh memakan masakan mu, mengerti?"


Adam membisik lalu mengecup bibir istrinya lagi, dia berbicara dari jarak yang sangat dekat sembari menyeringai.


Nafasnya yang hangat menyentuh wajah Alice sampai Alice lupa jika dia ingin memberikan komplain dengan tindakan yang mengejutkan ini.


Tetapi setelah Adam menyeringai lalu mengusap bibir Alice menggunakan jemarinya setelah ia cium, Alice langsung berdiri secepat yang ia bisa.


"Ke ... kenapa melakukan itu secara tiba-tiba? aku sampai sulit bernafas, jantungku berdegup kencang sekali ..."

__ADS_1


Alice dengan wajahnya yang sangat merah dan sembari mengusap dadanya karena jantung nya berdegup sangat kencang sungguh jujur dengan apa yang ia rasakan sekarang.


Tetapi sebelum menjawab komplain dari sang isteri, Adam menarik tangan istrinya dan mengembalikan Alice agar duduk di pangkuannya lagi.


"Karena aku sangat menginginkan mu, aku sangat bahagia setelah tahu kau memasak untukku, dan aku ingin secepatnya menghabiskan makanan ini,"


Balas Adam sudah puas melihat ekspresi istrinya.


***


Disaat yang bersamaan,


Sazu yang terkejut tadi saat Haley menangis dan marah sekarang sedang menghubungi bestie yang bisa ia hubungi.


Yaitu Kai, sebenarnya dia menghubungi Black lebih dulu, tetapi Black sepertinya sudah berada dalam dunia mimpi, jadi panggilan nya tidak diangkat.


"Ada apa? apakah rencana kencan buta yang kau atur sudah berhasil?"


Kai yang berada di markas itu mengangkat panggilan dari Sazu.


"Kai ... sepertinya kau benar, Al benar-benar marah padaku, apakah kau tahu tadi dia sampai menangis? padahal aku hanya bilang jika dia cantik dan harus menggunakan kecantikannya,"


"Tidakkah seharusnya dia senang dipuji cantik? kenapa marah kepadaku? katakan dimana salahku?"


Sazu masih belum paham, dia salah apa, tetapi dia merasa tidak enak hati jadi dia harus meminta saran dari salah satu saudaranya.


Ketika mendengar ucapan Sazu, Kai menghela nafasnya dalam-dalam.


"Haahhh!"


"Sepertinya kau hanya pandai dalam judi saja, tetapi tidak pandai membaca hati seseorang!"


"Kemarilah ke markas, aku disini ... aku akan memberitahu mu alasannya!"


Ketus Kai mematikan panggilan itu.


Untuk selanjutnya, dia akan tinggal di markas, dan sesekali akan kembali ke mansion Bos nya.


Sebelum keponakannya lahir, dia akan mengerjakan segalanya dengan baik, karena setelah itu dia harus pulang ke kampung halaman merawat ayahnya yang sudah tua.


.


.


.


.

__ADS_1


Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍


__ADS_2