
Episode 145 : 12 Anak?
***
Setelah kejadian bagaikan rollercoaster yang baru saja terjadi, Sazu segera mengobati luka tangan Bosnya.
"Ehem ..." Saat Adam tangan dibalut oleh Sazu, Adam mencoba bertanya dengan hati-hati, dia ingin menanyakan mengenai sesuatu namun entah mengapa dia merasa sedikit malu.
"Kenapa Bos?" Sazu baru saja selesai menggunting ujung perban, dia melihat gelagat aneh dari Bosnya.
"Itu ... emmm, istriku kan sedang hamil muda, jadi melakukan itu tidak boleh ya untuk sekarang?"
Adam sedikit membisik, namun pipinya sudah memerah, dan sedikit malu, entah mengapa dia menjadi malu untuk bertanya hal seperti itu.
Mungkin karena partner nya adalah istrinya yang sangat ia cintai.
"Melakukan apa Bos?" Sazu masih belum mengerti apa yang ditanya oleh Bosnya.
Sazu tidak kepikiran ke hal itu, karena Sazu tahu jika Bosnya selama ini tidak terlalu tertarik dengan hubungan ranjang.
Sazu mungkin tidak akan menduga jika Adam sudah berubah dalam hal ranjang, Adam yang sekarang itu sangat buas dan selalu ingin melakukan hal itu jika bersama istrinya.
Dan hanya istrinya yang mampu membuatnya buas seperti itu.
Sazu bangkit membawakan alat-alat medisnya, hendak menyimpan namun saat ia melangkah dia terhenti sejenak.
Dia melihat kearah Bosnya dengan mata yang seolah tak percaya.
"Maksud mu ITU Bos?"
Sazu bahkan berbicara terlalu keras, membuat Adam semakin malu tentunya.
"IYA ITU MEMANGNYA KENAPA? KAMI SUDAH MENIKAH, MELAKUKAN ITU DENGANNYA ADAKAH KESUKAAN KU!"
Adam yang moodnya tidak bagus langsung bangkit dan marah, dia berkecak pinggang dan mengangkat wajahnya.
Sebenarnya Adam tengah menyembunyikan rasa malunya makanya dia tiba-tiba bersuara nyaring dan marah.
"Aih ... Bos ku jadi sensitif sekali, sepertinya aku harus hati-hati mulai dari sekarang!"
Sazu geleng-geleng kepala lalu dia menghela nafasnya dalam-dalam, dia mengerti mengapa Bosnya begitu sensitif, sepertinya hubungan batin antara Alice dan Adam begitu kuat, sehingga yang mengidam sekarang bukanlah Alice melainkan Adam.
"Bos ... melakukan itu tidak boleh saat kehamilan di trimester pertama, dianjurkan dapat melakukan hubungan adalah saat usia kandungan memasuki usia 4 bulan ...." Sazu memberikan saran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dia tentu juga tidak ingin calon keponakannya dalam bahaya karena Bosnya melakukan itu dengan istrinya.
Mau bagaimana pun saat Adam akan memiliki anak maka artinya Sazu akan memiliki keponakan.
"APA? Empat bulan? lama sekali ... astaga! ternyata aku masih harus berjuang dengan menahan diriku!"
Adam langsung menggerutu, dia menghentakkan kakinya di lantai dan dia menghela nafasnya dalam-dalam.
__ADS_1
Dia sangat suka melakukan hal itu dengan istrinya, dan hanya istrinya yang ia inginkan.
Tetapi sepertinya dia harus menahan gairahnya selama kurang lebih 4 bulan kedepan.
Karena usia kandungan Alice masih memasuki usia kandungan Minggu pertama.
***
Setelah seluruh kejadian itu, bagaimana setelah Adam mengetahui istrinya hamil, Adam benar-benar tidak merasakan sedih sama sekali.
Dia dipenuhi rasa bahagia dan haru, dia merasa kehamilan istrinya adalah hadiah dari keluarganya yang meninggalkan dirinya.
Lalu sayalah lukanya dibalut oleh Sazu ....
Adam memutuskan membawa Alice pulang, keadaan istrinya sebenarnya baik-baik saja dan hanya syok, jadi Adam pasti bisa merawat istrinya secara pribadi.
"Sayang ...."
Adam menyandarkan wajah Alice di bahunya.
"Hmmm?"
Alice yang memejamkan matanya sembari mendengar suara mobil yang melaju.
Dia menjawab suaminya dengan suara lembut dan pelan yang tengah mengajaknya berbicara.
Sekarang ini mereka memang sudah berada di dalam mobil, hendak kembali pulang ke rumah mereka.
"Menurut mu apa jenis kelamin anak kita? aku tidak sabar menantinya ... jika dia anak laki-laki pasti dia akan mirip seperti ku, dan jika dia anak perempuan dia pasti menggemaskan seperti mu ...."
"Hahh ... membayangkan nya saja susah membuatku berdegup kencang ...."
Adam kelihatan bersemangat sekali, dia mengecup istrinya sembari mengusap rambutnya, benar-benar penuh kasih sayang.
"Hummm ... aku sebenarnya memiliki permintaan ...." Alice tiba-tiba saja bangkit, dia tetap berada dekat dengan suaminya.
Namun dia sekarang tengah melihat keatas, dimana suaminya melihat kebawah.
Keduanya sedang bertatapan satu sama lain.
"Ya sayang? apa? aku akan mengabulkan segalanya ...." balas Adam meraih pipi istrinya dan mengusapnya lembut sekali.
Adam suka memperhatikan mata bulat istrinya, rasanya sangat menyenangkan dan Alice kelihatan cantik sekali.
"Ummm ...." Alice menunduk sebentar, entah mengapa dia malu hendak menyatakan permintaan ini.
Namun ia sudah memusatkan keinginannya, ini adalah salah satu cara untuknya untuk mengobati hati, agar dia dipenuhi kebahagiaan di masa depan.
"Aku ... " Alice mengangkat wajahnya lagi lalu menatap penuh keyakinan kearah suaminya.
Alice sekarang terlihat sangat menggemaskan di mata Adam Duke, caranya hendak mengarak permintaan terlihat sangat menggemaskan.
__ADS_1
"Aku ingin memiliki banyak anak, aku ingin memiliki keluarga besar, agar nanti rumah juga ramai ...." Alice berbicara dengan sangat cepat, pipinya memerah dan dia malu sekali.
Alice menggigit bibir bawahnya, menunggu respon Adam dengan penuh harap.
"Duar!"
Seperti ada lava yang meledak di kepala Adam, seperti ada kembang api yang bermekaran di hatinya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung nya bahkan tidak bisa dikondisikan lagu.
Adam membeku sesaat dan dia terdiam seolah dia berada di zona lambat.
Dia menelan salivanya dengan kasar.
"Punya anak banyak?" Dengan berat dan bergetar Adam memastikan ucapan Alice tadi.
Alice menganggukkan kepalanya, dia kebingungan mengapa suaminya seperti baru saja memakan makanan super pedas.
Wajahnya memerah sekali, dan nafasnya terasa berat.
Alice bisa merasakan nya karena jarak mereka sangat dekat.
"Ada apa? kau tidak setuju? jika tidak setuju aku tidak bisa memaksa ...." Alice mengerti jika Adam tidak setuju memiliki banyak anak.
Karena pasti mengurus anak itu sangatlah susah.
"Tidak setuju apanya! Sayang ..." Adam semakin bersemangat, dia mendekap istrinya lagi namun lebih erat.
"Aku setuju sekali ... sangat sangat setuju, kit akan memiliki anak 12 orang jika kau mau, sebanyak yang kau inginkan, berapa pun itu, aku malah setuju seribu persen!"
Adam sedikit berteriak dan menekan saat mengatakan itu.
Dia terlalu bersemangat saat tahu istrinya ingin memiliki banyak anak.
"Hah? 12 anak? itu terlalu banyak, aku ingin memiliki 7 anak saja," Alice merasa 12 anak itu terlalu banyak.
"Hehehe ...." Adam melonggarkan pelukannya sebentar, lalu ia mengecup dahi istrinya.
"Berapapun yang kau mau sayang ... aku akan mengikuti keinginan mu, aku hanya terlalu bersemangat barusan ...."
Sungguh ucapan lembut Adam ini selalu saja membuat Alice merona dan jantung nya berdegup kencang sekali.
.
.
.
.
__ADS_1
Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍