Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Kencan Adam dan Alice (III)


__ADS_3

Episode 102 : Kencan Adam dan Alice (III)


***


Adam segera meraih ponselnya, karena Kai tengah pulang ke rumahnya dan pastinya sekarang Kai sedang menjalani pelatihan super melelahkan dan menguras tenaga ala militer bersama ayahnya, sekarang Adam akan meminta Sazu yang sekarang ditemani oleh Haley mencari kado apa yang hendak dibelikan oleh Sazu kepada Alice.


Sedangkan Black, sudah membungkus kadonya dengan cara yang kanak-kanakan, bungkus kadonya berwarna pink dan berbentuk hello kitty dan isinya tentu saja bantal.


Karena baginya bantal itu sangat penting untuk kualitas tidur, dan tidur adalah hal yang paling ia sukai.


Jadi Black beranggapan jika bantal adalah hadiah paling menakjubkan dan paling dibutuhkan, dia sudah tidur di markas mereka menunggu malam saat Sazu hendak memberikan kadonya, maka Black juga akan ikut.


Adam mengirimkan pesan untuk Sazu disaat Sazu tengah pusing dengan kado berharganya untuk diberikan ke sang bos kecil.


Saat Sazu menerima pesan dari sang Bos, mata Sazu langsung berbinar, “Bos, kau memamg penyelamat dimanapun berada, aku jadi tahu kado apa yang harus aku berikan,” seru Sazu terharu saat menerima pesan itu.


Sazu segera melakukan semua yang diminta oleh Bosnya dari pesan yang ia dapatkan, sedangkan Haley yang tadinya ikut membantu mencari kado lalu setelah itu ingin ikut dengan mentornya belajar taruhan di casino, juga ikut setelah mendengar rencana Adam melalui pesan di ponsel Sazu.


***


Adam dan Alice menikmati makan siang mereka, di tempat yang begitu asing namun sangat menakjubkan bagi keduanya, akan tetapi sekarang Adam lebih suka melihat wajah dan ekspresi istrinya ketimbang melihat pemandangan yang ada di hadapannya sekarang ini.


Adam berpangku tangan sembari tersenyum sangat manis melihat betapa Alice sangat terpana melihat pemandangan dimana orang-orang lewat di depan mereka.


Adam akan mengusap bibir istrinya jika ada makanan tertinggal, lalu memakannya.


“Blush!”


Alice langsung merona, dia menunduk dan malu, malah semakin menggemaskan bagi Adam.


***


Setelah beberapa saat ….


“Sayang … sudah selesai makan nya?” bisik Adam benar-benar tidak menghargai para jomblowan yang juga ada di restoran tengah menatap mereka dengan laser iri dengki yang mematikan.

__ADS_1


Alice menganggukkan kepalnya, “Sudah, makananya enak sekali … terimakaasih sudah membawaku kesini suamiku ….” Alice bahagia sekali.


Selain taman bermain dia baru tahu jika ada tempat paling ramai dan menakjubkan lainnya.


“Hehe … sekarang kita ke tempat selanjutnya, ini masih belum ada apa-apanya!” sahut Adam bangga sekali pada dirinya.


Ekspresi keangkuhan dan kebanggan itu benar-benar tak bisa terlepas dari dirinya.


Alice sedikit kebingungam tetapi dia akan mengikuti suaminya ini kemanapun, apalagi saat tangan suaminya sama sekali tidak pernah melepaskan genggamannya dari Alice.


***


Adam segera berkendara lagi menuju sebuah tempat, hanya beberapa saat berkendara akhirnya keduanya sampai di sebuah gedung besar bertingkat.


Adam membuka pintu untuk istrinya, mengajaknya masuk ke dalam ….


“Kak Haley, Kak Sazu … dan Tuan Black,” Alice terkejut saat melihat ketiganya ada di sana menunggu mereka.


Haley langsung berlari kearah Alice, “Adik … ayo ikut aku,” serunya menggandeng Alice dan mengajaknya ke sebuah ruangan untuk mengganti baju Alice.


“Diam … memangnya salah romantis pada istri sendiri, kau yang jomblo dan kesepian tak akan tahu rasanya! Ha ha ha!” Adam tertawa terbahak-bahak.


Dia tidak peduli lagi dikatai romantis atau apa, yang penting dia sudah bisa mengejek rekan-rekan jomlonya ini.


“Jleb!"


Seperti ada ribuan panah yang langsung menusuk jantung Sazu, bukan hanya Sazu, Black yang sejak tadi menenteng kado berbungkus hello kitty juga ikut terusik.


“Bos, kau jahat … walau kami jomblo tetapi kami tidak kesepian, iya kan Black?” Sazu mencari pembelaan namun saat ia melihat kearah Black harapan satu-satunya untuk mendukungnya, Black malah sedang melebarkan matanya dan seperti tengah tertegun.


“Benar juga … kita … kita jomblo dan kesepian, karena itulah mengapa aku selalu tidur? Karena aku kesepian?” Black malah bertanya-tanya sendiri.


Mengenai eksistensinya di dunia ini.


“Ckck, kemana kebijakan mu yang ku dengar di lapangan saat misi, kau seperti orang berbeda,” gerutu Sazu menghela nafasnya dalam-dalam, karena Black benar-benar mempercayai apa kata bos mereka ini.

__ADS_1


Saat pembicaraan yang memang selalu dimenangkan oleh sang Bos, Adam Duke, akhirnya Alice dan Haley keluar dari ruangan.


Dan …


“Deg … Deg … Deg!”


Waktu seperti berjalan lambat, rasanya adegan yang hanya ada dalam film seperti terjadi secara nyata di hadapannya sekarang.


Alice dengan tampilan mengenakan seragam sekolah SMA, tampilannya sangat cantik dan indah, juga terlalu imut.


Alice sangat cocok mengenakan seragam itu, bagi Adam, Alice adalah wanita paling cantik yang pernah mengenakan seragam SMA.


Pipi Adam merona dan matanya berbinar.


“Terlalu cantik …” ucapnya tanpa sadar.


Dimana Sazu dan Black yang juga mengakui kecantikan Alice langsung terkejut saat melihat Bos mereka benar-benar terpana.


Seseorang yang sangat mereka segani karena keberingasan dan ketangkasannya dalam menyelesaikan sebuah permasalahan, juga bagaimana Adam mendirikan perusahaannya, semuanya dilalui dengan banyak kegelapan dan kengerian.


Tetapi lelaki yang sangat mengerikan itu terlihat sangat hangat sekarang, senyuman di wajahnya dan matanya yang berbinar benar-benar membuat keduanya terkejut.


Cinta memang sehebat itu, mengubah siapapun tanpa pandang bulu.


Ya. Adam mengirimkan pesan kepada Sazu untuk mengosongkan sebuah sekolah dan menyewanya hari ini.


Adam akan membuat Alice merasakan semua perasaan saat berada di sekolah bersamanya, agar Alice tidak lagi iri pada anak anak sekolahan itu.


Sungguh Adam benar-benar memberikan segalanya pada istrinya ini.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2