
Episode 122 : Aku mencintaimu.
***
Kembali ke masa kini,
Semua ucapan Adam yang berterus terang dan tak menutupi apapun membuat Alice membisu, dia tidak bisa berhenti menitikkan air matanya.
Tangannya menjadi dingin dan hatinya berkecamuk, segala objek yang tertangkap dalam pendanaannya seolah menjadi kabur.
Alice mendorong suaminya, lalu ia duduk dengan hati hampa dan tak berdaya, seperti mayat hidup.
Dia melihat lurus lalu dia memainkan tangannya, jari telunjuknya mencengkeram jati telunjuk yang lain menggunakan kuku, seperti tengah menahan sesuatu yang meledak dalam dirinya.
"Aku ... aku terkutuk, jika saja aku tidak lahir, maka semua kejadian memilukan itu tak akan terjadi,"
"Mungkin ibuku benar, aku terkutuk ... yang aku bawa sejak aku lahir hanyalah penderitaan untuk semua orang!"
Nafasnya menjadi berat, lalu air mata menetes di pipi membuat tampilannya semakin menyedihkan.
Pengakuan Adam yang benar-benar tak menutupi apapun, benar-benar seperti langit runtuh bagi Alice.
Tak bisa ia gambarkan rasa sesak dan sakit yang ada di dada nya sekarang.
Bahkan ternyata keberadaannya melenyapkan seluruh keluarga suaminya, seseorang yang memberikannya kehidupan layak dan cinta berlimpah.
Adam yang melihat keadaan istrinya yang begitu syok, mengikuti Alice untuk duduk di sisinya.
Adam meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat sekali.
Lalu saat itu Alice menoleh kearah suaminya, tatapan kosong dan gelap, wajah pucat yang menyedihkan, semuanya terlihat jelas oleh Adam sekarang.
"Apakah kau membenciku?" suaranya yang lemah dan bergetar hebat.
Matanya yang menampakkan keputusasaan yang begitu dalam.
__ADS_1
Bagaimanapun, Alice yang begitu menyayangi Adam ingin melindungi Adam, siapa yang menduga ternyata awal penderitaan suaminya berasal dari kehadirannya.
Rasa sakitnya tak bisa ia gambarkan, akan tetapi perasaan terkutuk yang ia rasakan sekarang sangat sakit melebihi apapun.
"Haaahhhh!"
Adam menghela nafasnya berat sekali, hatinya ngilu melihat tatapan kosong istrinya.
Rasa bersalah memenuhi kepalanya karena tak bisa ia bohongi, awalnya dia memang merasa keberadaan Alice begitu menyakiti keluarganya.
Seperti waktu yang berputar lambat, tangan besar Adam meraih bahu istrinya dan menariknya kedalam pelukannya.
"Sayang ... apakah kau ingat ucapan ku saat di taman bermain? kau bukan orang terkutuk, kau sangat istimewa dan berharga untukku,"
"Rasa sakit yang kau pikul sejak kau lahir, bagaimana mungkin kau menyalahkan dirimu sendiri? bagaimana mungkin aku bisa membencimu karena keberadaan mu?"
Adam memeluknya erat sekali, memberikan rasa hangat dan perlindungan seperti yang ia berikan selama ini.
Namun rasanya sekarang lebih erat dan kuat, hubungan dan keterikatan hati mereka lebih erat dari sebelumnya.
"Aku menceritakan segalanya kepadamu bukan untuk membuatmu bersedih dan menyalahkan dirimu sendiri, aku ingin kita menyelesaikan masa lalu, dengan begitu tak akan ada lagi yang bisa menyakiti kita di masa depan,"
"Aku tahu akan sakit, aku tahu akan membutuhkan waktu agar kau bisa menerima nya, tapi aku ingin kau tahu jika kamu dan keberadaan mu tidak ada hubungannya dengan kematian keluarga ku, semua karena para orang jahat itu,"
Adam mencoba menenangkan istrinya, dia tidak ingin Alice menyalahkan dirinya atas tragedi pilu yang terjadi di masa lalu.
"Tapi ... tapi seharusnya kau membenciku, aku ...." Alice tidak mengerti mengapa suaminya tidak membencinya sedikitpun.
Jika manusia biasa seharusnya Adam akan membenci Alice dan menyalahkan Alice atas tragedi itu.
Akan tetapi Adam malah tetap memeluknya dengan hangat dan bersikap begitu lembut terhadapnya.
"Sayang ...." Adam melonggarkan pelukannya sedikit.
Lalu ia menatap lekat ke wajah istrinya yang kelihatan menghindari tatap mata dengannya.
__ADS_1
"Aku sudah menikahi mu dan kau adalah istriku, apakah kau ingat ucapan ku, mengenai kita akan memiliki anak dan keluarga kecil nanti? bagaimana mungkin aku bisa membencimu?"
"Apakah kau tidak tahu jika keberadaan mu sebenarnya menyelematkan aku? memberikan aku tujuan hidup dan kebahagiaan yang tak terukur?"
"Bagaimana mungkin aku bisa membenci orang yang aku cintai?"
"Aku ... aku belum pernah mengatakan ini kepada siapapun, tapi aku mencintaimu, sangat mencintaimu sehingga aku ingin meninggalkan segalanya hanya untukmu, jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri!"
Adam mengungkapkan perasaannya, pagi itu saat matahari hangat menyeruak masuk, saat Alice sedang berada di tahap mengerikan dalam hidupnya.
Lelaki ini, menyelematkan nya lagi, lelaki yang sama yang telah menyelematkan nya dari kurungan menjadi lelaki yang menyelamatkan dirinya dari perasaan tenggelam yang hampir membuat gila.
Alice mengangkat wajahnya dan matanya sekarang bertemu dengan mata suaminya.
Alice mengangkat tangannya dan mengusap wajah Adam lembut, tak ada suara hanya ada air mata yang terus mengalir.
"Apakah aku pantas? wanita seperti ku?" ucapnya pelan dan tak tahu lagi bagaimana campur aduk perasaannya sekarang.
"Kau sudah sangat pantas, tetaplah di sisiku menggenggam tanganku, jangan pernah di lepas ... bukan hanya kau yang menganggap aku sebagai harapan, tetapi aku juga menganggap mu sebagai harapan ku!"
Adam memejamkan matanya, lalu kembali memeluk Alice dalam dekapannya.
Ini adalah apa yang sebenarnya diinginkan oleh Adam, tak ada rahasia lagi diantara mereka dan Adam bisa fokus menghancurkan Baron Brown dan keluarganya.
Jika Alice mendukungnya, jika istrinya mendukung dirinya maka pasti segalanya bisa ia lakukan.
.
.
.
Author : Maaf guys hari ini update satu dulu yaa, besok kembali update dua perhari.
Jangan lupa di like yaaa 🤍
__ADS_1