Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Inikah Cinta?


__ADS_3

Episode 78 : Inikah Cinta?


***


"Sudahlah .... cepat keluar dan ganti dengan baju tidur saja, aku sudah sangat ingin mendekap mu di dalam pelukan ku, cepat keluar!"


Adam menekankan suaranya namun masih terdengar sangat lembut.


"Brak!"


Alice langsung membuka pintu dengan sengat cepat, dia langsung memeluk suaminya erat sekali.


Adam belum sempat memproses apa yang sedang terjadi, yang ia tahu tiba-tiba saja istrinya keluar dari dalam ruangan dan tengah mendekapnya erat sekali sekarang.


"Adam ...." nafas Alice begitu berat dan hangat, dia memejamkan matanya dan dia menekan rasa malunya sekarang.


"Y ... Ya?" Adam juga sama, matanya melebar dan dia seperti hampir meledak saat menyadari tampilan istrinya benar-benar diluar dugaannya.


Adam tidak akan pernah tahu, jika melihat wanita yang benar-benar ia inginkan dalam balutan pakaian 'dinas' itu akan membuatkan terbakar secepat ini dan jantungnya rasanya mau meledak.


"Apakah kau tahu? kau selalu membuat jantungku berdegup kencang setiap saat, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi kepadaku, yang aku tahu hanyalah aku ingin memberikan yang terbaik untukmu,"

__ADS_1


"Untukmu yang menjadi penerang bagiku, untukmu yang selalu menghargai dan memberikan aku segalanya,"


"Jika ini memang takdir yang telah disiapkan untuk ku, maka mau kah kau menunggu ku? untuk menyadari setiap perasaan mendebarkan yang aku rasakan kepadamu,"


"Aku ingin belajar lebih banyak lagi, lebih banyak hal dan tetap berada di sisimu,"


Alice mencurahkan segala isi hatinya, segala yang ia mengerti, banyak hal yang belum ia mengerti, dia juga masih belum memahami apa arti dari saling memiliki yang selalu ditekankan oleh Adam.


Apa arti saling menjaga, dan juga apa arti dari kembang api yang selalu bermekaran di hatinya, semuanya sangat terang namun juga penuh rahasia yang tak dimengerti oleh Alice.


Adam yang mendengar ucapan istrinya membeku dan membisu, yang ia tahu hanyalah jika sesuatu yang begitu panas terbakar di hatinya.


Inilah rasanya cinta?


Jika ini adalah cinta, apakah itu akan baik-baik saja?


Aku tidak tahu, semuanya terasa menggelora di dadaku.


Dia yang terlihat lemah namun juga memiliki senyuman paling menawan di dunia, dia mengalihkan duniaku, mengambil seluruh yang tersisa di hatiku.


Adam memiliki begitu banyak hal yang ingin ia ketahui juga, matanya terpaku kepada istrinya yang juga sepertinya merasakan hal yang sama.

__ADS_1


Beginilah perasaan yang sempurna, datang disaat dan waktu yang tepat dan pada orang yang tepat.


Tangan Adam segera mengangkat kedua paha istrinya, lalu Alice mendekap Adam seperti seekor koala, mata mereka beradu dan nafas mereka hangat saling menyatu.


Adam mulai melahap bibir merah istrinya tanpa mengatakan satu patah katapun, dia melangkah menuju ranjang yang langsung disinari rembulan dan pemandangan lautan langsung terlihat dari mereka.


Ciuman seperti rasa pertama kali mereka merasakannya, manis dan memabukkan, Adam duduk dengan pelan, dan diatas pangkuannya Alice tengah malu dan menahan dirinya untuk tidak menutupi tubuhnya yang hampir terlihat keseluruhan karena baju tembus pandang yang ia kenakan.


Adam terkekeh bersemangat melihat itu, seolah kenakalan naik 180 derajat saat melihat betapa cantik dan menggodanya istrinya sekarang ini.


Tubuh ramping istrinya yang hanya mengenakan baju tembus pandang berwarna biru langit, semakin terlihat jelas oleh sinar rembulan yang langsung memantul kearah mereka.


Adam mengusap rambut istrinya lalu tersenyum lembut sekali, dia membisik di daun telinganya sembari menyesapnya pelan.


"Sayang ... kau sangat cantik ... bahkan lebih cantik dari rembulan yang bersinar itu, aku belum pernah melihat yang lebih cantik dari istriku ini," bisik Adam meraih tangan istrinya agar melingkar di lehernya.


Lalu dia mendekatkan wajahnya dan dahi mereka saling menempel, mereka berdua tersenyum dan sedikit terkekeh, karena merasa sedikit lucu saat Alice tiba-tiba berlari memeluk karena malu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2