Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Aku percaya padamu!


__ADS_3

Episode 30 : Aku percaya padamu!


***


Saat mendengar jawaban dari Adam, Alice mengangkat wajahnya, lalu ia seperti sedang memperhatikan Adam dengan mata polosnya itu.


"A ... apa? kau tidak percaya padaku jika lelaki yang tadi itu mengajari hal yang salah?" seru Adam entah kenapa sedikit gugup saat dipandangi oleh kedua mata yang menunjukkan kepolosan dan ketulusan.


"Sial! hanya membohongi nya sedikit sudah membuatku merasa bersalah, aku heran mengapa keluarganya membenci wanita selembut dan sebaik ini!"


"Ah memikirkannya saja sudah membuat darahku mendidih, aku akan menyelidikinya nanti! lihat saja!"


Pikiran Adam segera melayang, semenjak berada di sisi Alice, Adam jadi sering berbicara dengan dirinya sendiri.


Dan sekarang ini, ketika ia menarik garis merahnya, melihat wanita lemah dan polos seperti ini ternyata selama ini disiksa dan dikurung entah mengapa sudah mulai membuatnya gerah dan ingin menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.


Padahal awalnya dia tidak ingin peduli dan mengurusi urusan orang lain, akan tetapi keberadaan Alice di sisinya semakin kuat dan mengombang-ambingkan nya.


"Tuan ...."

__ADS_1


Alice tersenyum, pandangan matanya sudah kabur karena linangan air mata memenuhi dan akan segera tumpah.


"Aku percaya padamu, aku percaya semua yang kau katakan, baru saja aku hanya merasa tidak pantas mendapatkan semua ini sekaligus, apakah akan baik-baik saja jika aku merepotkan mu?"


"Maafkan aku, aku merepotkan mu dan bahkan sekarang akan mengajari ku aku lagi,"


Dengan jawaban yang menyentuh hati dan begitu tulus, ternyata sebegitu percayalah Alice kepada Adam.


Bagaimana tidak, Adam adalah penyelamat hidupnya dan jembatannya untuk mengubah takdir hidup nya yang selama ini begitu malang.


Melihat air mata istrinya untuk kesekian kalinya, membuat Adam terdiam membisu, dia berdiri kokoh di hadapan Alice yang mungil dan terisak karena mendapatkan sebuah perhatian yang sebenarnya bukanlah apa-apa.


Tangan kokohnya entah kenapa bergerak sendiri, dia mengusap air mata Alice yang jatuh di pipinya.


"Apa yang akan terjadi jika aku tidak datang ke keluarga Brown dan tiba-tiba menikahi mu? apakah kau akan menangis seperti ini sendirian? menerima perlakuan buruk seumur hidupmu, mengapa kau bisa begitu baik dan tulus, mengapa kau menggoyahkan dunia ku,"


"Mengapa kehadiranmu memberikan tujuan lain dalam hidupmu, tujuan dimana aku akan melindungi mu dan membahagiakan mu, tetapi apakah itu mungkin?"


Adam lagi-lagi berbicara dalam hatinya, mengusap pipi Alice yang begitu lembut.

__ADS_1


Dia mengusap air mata itu seolah air mata kesedihan itu tak boleh lagi hadir dalam diri Alice.


Alice yang mendapati tangan kokoh dan hangat itu menyentuh pipinya entah kenapa langsung terkejut, matanya melebar dan pipinya sudah memerah sekarang.


Ini sedikit aneh bagi Alice, padahal tadi udara di ruangan ini dingin, sekarang semuanya menjadi hangat.


"Tu ... Tuan," Alice menjadi canggung tidak tahu harus bersikap seperti apa menerima perlakuan istimewa ini.


Ya, untuk Alice Ini sudah sangat istimewa baginya.


Ekspresi wajahnya Yang sangat lugu dan mengenaskan, jika Alice sedang kebingungan karena memang tidak tahu, di mata Adam saat itulah Alice terlihat super menggemaskan.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Adam berdegup semakin kencang lagi, jantung yang ia kita sudah sembuhkan setelah satu minggu menjauhi Alice sekarang kambuh lagi.


"Ah, persetan, aku hanya ingin mendekapnya di pelukanku, aku ingin memeluknya erat-erat!" gumam Adam segera menarik tangan Alice dan mendekapnya di pelukannya.


***

__ADS_1


__ADS_2