Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Bos benar-benar peduli kepadamu.


__ADS_3

Episode 49 : Bos benar-benar peduli kepadamu.


***


Waktu akhirnya berlalu, pagi telah menyingsing, Adam bangun pagi sekali dan memang sengaja berangkat lebih awal saat Alice belum bangun, banyak hal yang harus ia lakukan hari ini, termasuk di antaranya adalah melakukan sosialisasi untuk pemilu.


“Bos, itu adalah nama semua kandidat yang akan hadir, diantaranya bada Virgo Brown yang merupakan putra dari kakak tertua Gordon Brown,” Kai sudah memberikan semua list kandidat yang hadir disana nantinya.


Diantara mereka ada Virgo Brown, dimana lelaki ini adalah putra dari keluarga Brown yang terkenal sangat suka menghamburkan uang, sombong dan tidak mau mengikuti aturan.


“Heh, wajahnya menjijikkan!” geram Adam mencengkeram berkas yang ada di tangannya.


Sungguh hanya dengan melihat salah satu anggota dari Brown sudah membuat darahnya mendidih.


Tetapi dia tetap harus bersikap tenang, segalanya harus dilakukan dengan kepala dingin agar rencana yang telah ia susun tidak hancur begitu saja.


***


Sedangkan Alice di kediaman Adam Duke, bangun saat mendapati suaminya tak lagi di sisinya, tetapi Alice tidak sedih karena Haley datang ke kediaman Adam Duke.


Adam Duke merasa Alice terlihat nyaman bersama Haley jadi Adam memerintahkan kepada Haley untuk menamani dan menjaga Alice selagi ia beraktifitas di luar.


“Kakak tertua, apakah Kakak mau melatihku hari ini?” Alice bersemangat sekali saat melihat Haley datang, rasanya seperti seseorang yang penting datang mengunjungi.


“Hmmm! tentu saja, walau aku tidak sekuat Bos, tetapi aku tetap pandai dalam bela diri, jadi ayo kita berlatih,” seru Haley dalam mode api-api dan semangat membaranya pagi ini.


“Baiklah Kakak tertua, mohon bantuannya,” seru Alice juga mengikuti sifat Haley yang penuh semagat berapi-api.


Sekalian ada beberapa hal yang ingin ditanyakan oleh Alice kepada Haley, hal-hal yang tidak dimengerti oleh Alice mengenai ucapan ucapan dari Adam Duke, suaminya tadi malam.


***


“Bak!”


“Buk!”

__ADS_1


“Bak!”


“Buk!”


*Suara tinju yang mengenai pelindung tubuh latihan bela diri*


Sangat mengejutkan, Haley tidak mengeti, apakah Alice memang sangat berbakat atau memang latihan yang diberikan Bosnya sangat mematikan, yang jelas Alice benar-benar bisa mengimbanginya dalam latihan pertarungan jarak dekat, satu lawan satu.


Haley melihat tatapan mata Alice benar-benar berubah ketika ia serius, seolah Alice yang lembut dan polos itu menghilang begitu saja.


Gerakannya juga lentur, mata elangnya seolah bisa memperkirakan darimana tinjunya akan datang, juga tubuhnya terlihat sangat ringan sehingga Alice bisa menghindar dengan cepat.


Hanya satu kelemahan Alice, tenaga tinjunya masih tidak terlalu kuat, mungkin karena Alice tidak mau menyakiti Haley, atau mungkin memang Alice harus berlatih lebih giat lagi agar kekuatan tinjunya bertambah.


Tentu, se-berbakat apapun seseorang tetap harus dibarengi latihan rutin, agar lebih maksimal.


“Kakak tertua, aku ingin menanyakan sesuatu, boleh kah?” Alice sembari mengindari pukulan Haley dengan menunduk dan pukulannya mengarah kearah perut Haley yang sudah dilindungi pelindung, Alice mengajak Haley berbincang.


“Hah … hah, mau nanya apa?” seru Haley benar-benar kelelahan.


“Apakah ini faktor umur? aku lelah, tapi aku tidak setua itu kan?” benak Haley kelelahan mengikuti gerakan cepat Alice.


Alice bertanya dengan begitu serius, sembari gerakannya masih tetap saja cepat melayangkan tinju sembari berlindung dan melakukan kuda kuda dengan benar sesuai ajaran sang Adam Duke tentunya.


Saat mendengar itu Haley terkejut dan tiba-tiba saja terdiam dan behenti dari gerakannya, untung saja Alice bisa menahan tinju nya saat menyadari Haley tiba-tiba behenti, Alice tentu tidak ingin melukai Haley, kakak tertuanya ini.


Mata Alice berkedip-kedip menggemaskan menunggu jawaban dari Haley dengan serius.


Akan tetapi ….


“Pffttt … hahahahaha!” Haley tersungkur dan tertawa terbahak-bahak berguling-guling di matras latihan mereka.


Alice memiringkan wajahnya keheranan dan bingung.


“Hmmm? apakah pertanyaanku lucu Kakak tertua?”

__ADS_1


“Ka … kalau begitu, ha ha ha,” Alice mencoba ikut tertawa, walau tawanya sangat kaku dan juga dia bingung mengapa Haley merasa pertanyaan nya yang serius itu terasa lucu.


Haley yang mendengar tawa garing dan canggung dari Alice langsung terdiam.


Haley segera duduk, “Ckckck, tidak bisa dibiarkan, aku harus membantu kalian berdua,” seru Haley sembari menepuk-nepuk matras di sebelahnya, meminta kepada Alice agar Alice duduk di sisinya.


Dengan rasa penasaran yang tinggi Alice langsung duduk, dengan mata berbinar dan keingin tahuan melebihi apapun, dia ingin tahu apa yang lucu dari pertanyaan nya tadi.


“Jadi begini ….”


Haley dengan blak-blakan menceritakan alur dari awal hingga akhir maksud dari ucapan Adam, dimana itu adalah mengenai hubungan suami istri yang seharusnya dilakukan saat mereka sudah menikah.


Tetapi Adam takut terlalu terburu-buru dan memberikan traumatis kepada Alice sehingga Adam selalu menahan dirinya walau dia sangat ingin.


“Haaahhh!” Haley menepuk bahu adiknya yang imut itu.


“Kau mungkin tidak tahu adik, tetapi lelaki itu jika bersama dengan wanitanya maka yang mereka inginkan adalah melakukan percintaan menggila dan panas dengan wanitanya, begitu juga dengan Bos,”


“Kau ingat baju merah maroon yang aku berikan kepadamu, gunakan itu di hadapan Bos saat kau sudah siap, dan jangan lupa sebut namaku saat Bos bertanya darimana asala baju itu,”


Dengan senyuman menyeringai dan rencana jitu, juga terlihat seperti kakak tertua yang bisa diandalkan, Haley begitu bangga menjelaskan segala yang ia tahu kepada Alice.


Tentu berbeda dengan respon Alice.


“Boommm!”


Seperti ada bom yang meledak di kepalanya, wajahnya merah sekali dan suhu tubuhnya terasa panas.


“Ja … jadi ada hal yang begituan ya? kenapa rasanya panas, hanya membayangkan aku melakukan itu dengan Tuan rasanya aku mau gila,” seru Alice tak mengerti mengapa ia malu sekali.


Dan wajahnya semerah tomat.


“Kakak tertua, lalu apa yang terjadi jika kami tidak melakukan hal itu, apakah Tuan akan sakit? apa yang akan terjadi jika aku belum siap sama sekali?” Alice begitu panik, dia akhirnya mengerti mengapa disetiap Adam memeluknya selalu saja ada nafas berat dan panjang dari Adam.


Seolah tengah menahan sesuatu, Alice khawatir itu bisa membahayakan kesehatan Adam Duke.

__ADS_1


“Tenang saja, Bos tidak akan sakit dalam waktu dekat, tetapi jika dia tidak melakukannya dalam waktu lama, maka mungkin dia akan sakit dan energinya akan berkurang, tapi tenang saja adik, jangan memaksakan dirimu,” seru Haley mengangguk-angguk sembari berbicara layaknya kakak tertua dalam geng beranggotakan dua orang saja, dia dan Alice.


***


__ADS_2