Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Awal kehancuran keluarga Brown.


__ADS_3

Episode 137 : Awal kehancuran keluarga Brown.


***


Kembali ke hotel milik keluarga Brown,


Dan, seperti mimpi buruk dan seolah tidak nyata, dia tersungkur dan tubuhnya membeku seolah tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kengeriannya sekarang.


Yang ada di layar, bukan Alice, melainkan saudaranya sendiri, bersama Rose yang diikat dan kelihatan sudah tidak sadarkan diri.


Baron tersungkur, dia mengedipkan matanya berulangkali dan nafasnya menjadi berat.


Yang ia lihat di layar bukanlah Alice, sandera mereka melainkan Gordon Brown dan Rose.


"Dasar adik tidak becus, hanya mengurus satu wanita saja tidak bisa!"


Baron mengutuk Gordon, atas kegagalannya dalam misi.


Baron memejamkan matanya sejenak lalu dia menatap tajam kearah Adam Duke.


"Aku memang telah remeh kepadamu, ternyata kau sudah mempersiapkan ini sejak awal kau mengambil langkah!"


"Tetapi anak muda, walau kau berhasil memojokkan aku sekarang, kau tetap tidak akan bisa menyentuh ku!"


"Apakah kau tahu siapa saja orang yang ada di ruangan ini? mereka semua orang-orang yang penting!"


"Jika kau berani melukai salah satu dari kami, maka musuhmu akan bertambah banyak, dan orang yang kau sayangi tidak akan pernah aman, seperti contohnya Alice!"


"Jadi ... mari kita buat kesepakatan saja ...."


Baron mencoba mengulur waktu, dia menatap tajam kearah Galilea yang juga sudah membeku karena sinar laser merah yang mengarah kepadanya.


Memberikan kode agar segera mencari celah agar Baron bisa keluar dari tempat ini.


Karena sesungguhnya dia memang telah benar-benar terpojok.


Akan tetapi sebelum Baron berhasil meyakinkan Adam ....


"Buk!"


Sebuah tendangan melayang dengan begitu cepat, tendangan itu mengenai tulang rusuk Baron Brown..

__ADS_1


Karena dia juga sudah cukup tua membuat tendangan itu sungguh terasa menyakitkan, sehingga Baron harus menahan nafasnya dan sepertinya rusuknya telah retak.


"Hei ... tua bangka! jangan pernah menyebut nama istriku dengan mulut kotor mu jika kau tidak ingin mati di tempat ini!"


Adam Duke sudah tak bisa lagi menahan amarahnya, dia muak dan jijik mendengar ocehan tak penting Baron Brown.


"Bos, kendalikan dirimu, jika kau membunuh dia disana kita tidak akan mendapatkan dukungan apapun,"


Kai yang melihat segala peristiwa di layar tempat ia menjalankan misi pribadinya, segera berbicara melalui alat kecil yang memang terpasang di tubuh setiap anggota.


Kai memperingati Adam agar tidak melewati batas sesuai dengan rencana mereka.


Sekarang ini Kai memang tengah ada di sebuah aula, ruangan besar bersama beberapa orang elit dan orang yang sangat penting, dan mereka adalah orang-orang yang berhasil dikumpulkan oleh Kai selama satu minggu belakangan.


Mengunakan nama Akram Dutch, Kai sangat terkejut ketika melihat banyak sekali penting langsung mendukung Adam Duke.


Yang rupanya merupakan putra satu-satunya Akram Dutch dan ternyata selamat dari malam mengerikan dahulu.


Entah apa sebenarnya rencana Adam dan Alice, akan tetapi ini merupakan akhir dari kengerian keluarga Brown dan Baron Brown sepertinya belum menyadari hal itu.


***


Adam menghela nafasnya berat dan mengepal tangannya begitu kuat.


Aura kengerian dari Adam sekarang sungguh membuat suasana di dalam gedung itu sangat mencekam.


"Ayah ..."


Terdengar suara Virgo yang melihat ayahnya tersungkur lemah di atas podium, sebagai seorang anak dia tidak tega melihat ayahnya dilukai di depan matanya sendiri.


"Heh ..." Adam terkekeh melihat reaksi Virgo Brown.


"Kau lihat itu tua bangka, putramu mengasihani mu! aku jadi ingin menunjukkan kepadanya kengerian yang aku lihat dahulu, jika aku membunuh mu dan membuang mu ke laut, di depan matanya sendiri, aku penasaran apakah aku akan puas?"


"Apakah kemarahan di hatiku bisa sembuh?"


"Apakah kau ingin aku mencoba nya?"


Adam berbisik sembari menatap dengan tatapan merendah di depan Baron Brown yang masih kesakitan dan harus mengatur pernafasannya.


Mendengar itu Baron Brown untuk pertama kalinya merasakan takut dari ujung kaki hingga ujung kepala, bulu kuduknya berdiri semuanya.

__ADS_1


"Ayah ... lepaskan Ayahku sialan! kenapa kau melukai nya? apakah kau tidak tahu siapa ayahku?"


Virgo masih berteriak, dia mencoba berlari kearah ayahnya namun karena laser merah yang menandai tubuhnya, dia langsung bisa dilumpuhkan hanya dalam beberapa detik sebelum ia hendak berlari mendekati podium.


Sungguh gedung hotel ini sudah seperti gerbang neraka bagi semua sekutu Baron Brown, jika mereka salah berbicara atau salah melangkah maka mereka akan dilumpuhkan dengan cepat.


"Adam ... apa yang kau inginkan?" dengan susah payah, Baron kembali duduk namun tangannya tidak bisa lepas dari bagian perutnya yang terkena tendangan.


Dia merasakan sakit yang luar biasa akan tetapi, dia tahu jika dia tidak boleh mati sia-sia di tempat ini.


Jadi untuk langkah terakhir, dia hanya bisa menanyakan apa mau lelaki mengerikan ini, lelaki yang sungguh bisa memojokkan dirinya.


"Kau bertanya apa yang ku inginkan?" suara mengejek bercampur kemarahan, Adam sungguh tengah menahan dirinya untuk tidak melobangi kepala Baron mengunakan peluru sekarang ini.


Baron hanya bisa mengangguk, dia sudah tidak memiliki pilihan lain sekarang, sebelum dia bebas dan melakukan pembalasan terhadap Adam Duke maka ia harus menuruti semua permintaan nya hari ini.


"Aku ingin nyawa seluruh keluarga mu? aku ingin nyawa putramu, aku ingin nyawa adik-adik mu, keponakan mu!"


"Apakah kau bisa memberikan nya kepadaku?" bisik Adam sudah duduk menyilangkan kakinya.


Dia menatap seperti seorang raja menatap budaknya, dia merendahkan Baron serendah-rendahnya.


"Dasar bajingan! kau kira bisa melawan aku? akan ku habisi kau jika aku bebas dari sini, lihat saja! aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama!


Baron Brown terdiam akan tetapi dia memakai Adam dalam hatinya.


Dia bersumpah akan membuat Adam menyesal dengan perbuatannya ini.


.


.


.


.


Author : Mulai hari Senin akan crazy up yaa selama satu minggu, sebanyak 3 episode per hari, dengan jumlah kata per bab 1000 kata.


Terimakasih semuanya, aku menabung episode dulu yaa, ku mau bekerja keras lagi.


Lope you sekebon jeruk semua 🍊🤍🤍🤍

__ADS_1


__ADS_2