
Episode 107 : Teringat kengerian Rose.
***
Kehidupan itu seperti membalikkan koin, tidak tahu apa yang akan tampak saat kau melemparkannya.
Sama seperti kehidupan tak akan tahu apa yang terjadi kedepannya.
Sekarang ini Alice sedang merasa tegang sekali, entah mengapa dia merasa akan menemukan sesuatu, sesuatu yang hilang yang selama ini terabaikan.
Tangannya menjadi dingin, dan Haley yang menyadari itu menepuk pundak adiknya.
“Adik, aku tahu mengapa kau merasa gugup, akan tetapi ingat jika sekarang kau memiliki Bos dan kami, apapun yang terjadi kami akan selalu berada di belakangmu mendukungmu,” dengan begitu semangat dan percaya diri.
Sekarang mereka memang sudah dalam perjalanan menuju mansion Gorodn Brown, dan Haley bisa merasakan ketegangan dan betapa gugup Alice yang duduk di sampingnya.
Alice menghela nafasnya dalam dalam saat mendengar itu, dia menoleh kearah Haley dan tersenyum kaku.
“Iya, terimakasih Kakak tertua, aku hanya sedikit khawatir,” balas Alice menenangkan dirinya.
Dia tidak boleh lupa apa tujuannya menyusup, dia hanya harus kembali ke dalam gelap itu sebentar, dia akan melihatnya kembali dari sudut pandanganya sekarang.
__ADS_1
Apalagi dia sudah bisa melihat dengan jelas, pasti ada sesuatu yang tertinggal disana, yang menjawab semua pertanyaan mengapa Alice harus sampai dikurung dan diperlakukan tidak adil.
Dan suara siapa sebenarnya yang selalu mengatakan kata kutukan di telinganya, semuanya masih menjadi teka teki tetapi firasat Alice mengatakan jika sekarang memang adalah waktu yang tepat baginya untuk mengetahui segalanya.
Seolah semesta menempatkan waktu yang tepat dan pembalasan yang tepat bagi Alice yang begitu malang dan menerima ketidakadilan sejak dulu.
***
Tetapi mau bagaimanapun Haley menenangkan Alice tetap saja kegugupan dan traumanya kembali ke mansion mengerikan ini nampak begitu jelas.
Wajahnya menjadi pucat dan segala penderitaan yang ia alami sejak dulu bergema dan seperti film berputar di kepalanya.
“Kau adalah barang mainanku, jadi dengar aku, saat aku memukul mu begini kau harus beryukur dan berterimakasih!”
Akan tetapi dari setiap tindakan itu, Alice harus berterima kasih dan bersyukur karena kata Rose itu adalah tindakan yang pantas untuk sebuah mainan.
Sesekali Alice akan meringkuk di sudut kurungannya yang remang-remang jika Rose tengah menyiksa pelayan yang mencoba membocorkan kekejian Rose ke sosial media.
Alice akan menutup telinganya karena ia bisa mendengar penderitaan pelayan itu begitu jelas namun tak bisa menolong sama sekali.
Beberapa dari pelayan itu yang disiksa oleh Rose terkadang akan dikurung bersama Alice, terkadang pelayan itu akan menerima konsekuensi mengerikan jika saja perintah Rose tidak dituruti.
__ADS_1
Tetapi beberapa dari pelayan yang menerima perlakukan mengerikan karena ingin pergi dan membeberkan kegilaan Rose, dan dikurung bersama Alice, ada sebagian yang baik dan menceritakan Alice beberapa hal yang ada di luar kurungan.
Tetapi kebayangkan dari pelayan itu akan mati mengenaskan dan akan disebarkan rumor jika kematian mereka adalah karena kutukan Alice, entah mengapa hal itu dilakukan, sepertinya untuk menghindari penyelidikan yang tidak diinginkan juga agar Alice selamanya menjadi gadis terkutuk yang selamanya tak akan bisa bebas dari kurungannya.
Alice menarik nafasnya dalam-dalam, dia gugup sekali, tidak bisa membohongi dirinya jika takut kembali ke masa kelam ini.
Alice segera mengepal tangannya, salah satunya lagi mengusap kalung pemberian Adam yang selalu menggantung di leher, Alice menganggap kalung itu sangat berharga dan seperti jimat keberuntungannya.
Sesuai dengan denah yang sudah diberikan oleh suaminya, Alice dan Haley yang memang akan turun langsung menyusup bisa melakukannya dengan senyap.
Mereka melewati jalan tikus, dimana jalur itu tidak akan ada pelayan atau penjaga yang akan berlalu lalang atau sekedar lewat, mansion Gordon Brown sangat besar jadi oleh karena itu banyak pula titik buta yang bisa dimasuki oleh orang luar dengan mudah.
Nafas Alice semakin sesak setelah melihat sebuah bangunan kecil terpojok di belakang mansion, bangunan kecil itu berbentuk kotak dan benar-benar hanya memiliki ventilasi lobang kecil di paling atas bangunan.
“I … ini adalah tempat aku selama ini dikurung,” Alice membisik.
Dia mematung didepan bangunan dengan wajah pucat dan tangan gemetaran.
.
.
__ADS_1
.
.