
Episode 47 : Malam paling menakjubkan.
***
Setelah selesai memakan permen kapas berwarna pink nya, Adam berdiri dan meraih tangan istrinya lagi, “Ayo kita naik rollercoaster sekarang,” serunya dengan senyuman super nakal.
Adam penasaran bagaimana reaksi Alice nanti saat menaiki rollercoaster itu, pasti Alice akan berteriak dan mencengkeram tangannya, bersandar di pundaknya dan hal itu sangat dinantikan oleh Adam tentunya.
Satu-satunya keinginan Adam dalam segala rencananya hanyalah agar Alice menempel padanya atau bersandar dan membutuhkan nya.
Mungkin karena ini kali pertama bagi Adam merasakan ketertarikan yang begitu besar kepada seorang wanita bahkan saat mereka pertama kali bertemu, Adam membuat semuanya terasa sulit.
Alice mengikuti dan tibalah giliran mereka menaiki rollercoaster, keamanan sudah dipastikan, rollercoaster sudah sedikit melaju, awalnya pelan, melewati terowongan kecil, lalu setelah itu rollercoaster tersebut mulai menaiki jalur.
Angin mulai menghembus dan pemandangan kota yang sangat menakjubkan bisa terlihat oleh Alice.
“Wah …”
“Indah sekali,”
Mata Alice yang bulat dan berbinar itu, hanya itu yang mampu ia katakan untuk bisa mendeskripsikan betapa indahnya pemandangan yang ia lihat.
Lampu-lampu berkedip bagai bintang, dari kejauhan ada tepi pantai lalu di atasnya ada bulan yang bersinar begitu indah.
Rasanya ini terlalu sempurna bagi Alice.
Setelah beberapa saat berada di jalur puncak.
Rollercoaster mereka langsung meluncur ke bawah dengan sangat tiba-tiba.
“AAAAAAA!” semua orang yang juga menaiki langsung berteriak sekuat yang mereka bisa.
Adam menyeringai, dia bersemangat juga, dia mengharapkan Alice akan bersandar dan bergantung padanya, tapi saat ia melihat ke sisi Alice, Alice terlihat biasa saja, tidak ketakutan sama sekali.
__ADS_1
Adam sampai kebingungan, rencana dan angan-angannya ingin melihat sikap manja Alice sirna bagaikan debu.
***
Setelah perjalanan rollercoaster akhirnya berakhir, semua penumpang akhirnya turun dengan wajah yang tegang.
Sedangkan Adam kelihatan muram sekali, berbeda dengan Alice yang kelihatan malah senang menaiki rollercoaster, dia malah tersenyum dan bersemangat sekali, ingin mencoba mainan yang lebih menantang.
Adam melangkah dengan perasaan bad mood, dia memalingkan pandangannya dari Alice dan wajahnya cemberut.
“Tuan, ada apa? apakah ada yang salah?” tanya Alice kebingungan, apakah permainan tadi tidak menyenangkan bagi Adam Duke.
Adam menoleh kearah Alice, lalu dengan wajah yang cemberut, “Kenapa kau tidak takut dan bersandar padaku?” serunya benar-benar serius.
Sungguh Adam sengaja membawa mereka menaiki rollercoaster hanya ingin melihat Alice bersandar dengan sendirinya kepada nya.
Alice tentu kebingungan mendengar hal itu, “A … apakah aku harus takut Tuan? tapi permainan tadi sangat menyenangkan, aku tidak bisa berbohong jika aku tidak takut,” seru Alice jujur dan dengan mata bulat memelas.
Namun setelah itu Adam kembali menggenggam tangan Alice, dia mengajak Alice menuju permainan yang lain, ialah bianglala.
***
“Ayo kita naik ….” Seru Adam sembari menuntun Alice memasuki bianglala.
Alice duduk di sisi Adam, lalu saat ia masuk dan pintu tertutup, bianglala mulai naik dengan kecepatan lambat, lagi dan lagi alice bisa melihat pemandangan kota yang terlihat luar biasa.
Apalagi saat mereka berada di puncak, lalu bianglala tiba-tiba berhenti, memang disengaja oleh Adam.
Lalu …
*Terdengar kembang api yang bermekaran tepat berada di arah pandang Alice dan Adam*
“Sempurna, bagus Kai!” seru Adam bersemangat.
__ADS_1
Ya, tadi dia memberikan pesan kepada Kai untuk menyiapkan kembang api dan meluncurkannya saat Adam memberikan kode pesan lagi.
Mata Alice berbinar dan begitu kagum, melihat betapa terangnya malam ini karena kembang api yang terlihat seperti bunga di atas langit gelap.
Tangan Alice sampai gemetaran, bukan karena takut tetapi karena terlalu takjub.
Adam menyentuh tangan istrinya yang gemetaran.
“Apakah kau senang?” bisik Adam menyeringai nakal, kearah istrinya yang bahkan tak bisa menggambarkan keindahan malam ini.
Bagaimana tidak, dia sedang ada di pucak, dengan pemandangan kota yang menakjubkan, juga ditambah kembang api cantik bermekaran di langit, semuanya tidak pernah dibayangkan oleh Alice sebelumnya.
Alice mengangguk, dia tersenyum bahagia sampai meneteskan air mata.
Adam menarik tubuh istrinya agar lebih dekat, memeluknya dari belakang agar dia dan Alice bisa melihat kembang api itu bersamaan.
“Ini hanya permulaan, masih banyak hal menakjubkan yang akan aku tunjukkan, karena itulah kau harus tetap ada disisiku,” bisik Adam ikut menikmati pemandangan menakjubkan itu.
“Mmmm,” Alice terisak, hanya bisa mengangguk dan tak bisa mengungkapkan betapa beruntungnya ia bertemu lelaki penyelamatnya ini.
Tangan kokoh Adam mulai menarik tubuh Alice, agar berhadapan dengannya, dia mengusap pipi Alice dan mengusap air matanya.
“Kau cantik sekali,” bisik Adam kemudian dengan sangat lembut mulai mencium bibir istrinya di tengah keindahan spektakuler itu.
Rasanya sempurna, hangat dan indah sekali.
.
.
.
.
__ADS_1